Selasa, 10 Des 2019
  • Home
  • Headlines
  • Prabowo akan Berteman dengan Amerika dan China Jika Jadi Presiden

Berbicara di Forum Ekonomi Internasional

Prabowo akan Berteman dengan Amerika dan China Jika Jadi Presiden

* 55% Rakyat Indonesia Functionally Illiterate
Kamis, 22 November 2018 10:36 WIB
Jakarta (SIB) -Calon Presiden Prabowo Subianto mengaku akan berteman baik dengan negara adidaya, seperti China dan Amerika, jika terpilih jadi presiden. Menurut dia, keperkasaan dua negara tersebut menjadi hal yang tak bisa dinafikan untuk dirangkul.

"Kita harus hormati keduanya, kita ingin menjadi teman keduanya. Filosofi saya banyak teman itu kurang, tapi satu musuh kebanyakan," kata Prabowo saat memaparkan pandangan soal situasi ekonomi dunia di acara Forum Ekonomi Internasional, di Shangri-La Hotel, Jakarta, Rabu (21/11).

Prabowo melihat kebijakan asing Indonesia di masa perang dunia kedua adalah tak berpihak, alias nonblok. Indonesia diketahui berdiri di tengah antara dua sisi yang bertikai.

Karenanya, Prabowo ingin hal tersebut kembali ditelaah. Dia mengungkap kedua negara tersebut telah banyak menorehkan hal yang membekas di kultur kehidupan Indonesia, mulai dari budaya, hingga makanan.

"Amerika itu ada Burger King, celana denim jeans itu saya suka pakai. Kita juga nonton Netflix dan HBO, kalau China, makanan kita suka kan chinese food, jadi mari kita objektif melihatnya," jelas Prabowo.

Dilabeli Dukung ISIS
Prabowo menceritakan dirinya dilabeli sebagai pendukung ISIS. Pahadal, katanya, dia mendirikan partai berdasarkan Pancasila.

"Saya dilabeli sebagai orang yang mendukung ISIS. Padahal faktanya saya mendirikan partai yang multirasial. Berdasarkan Pancasila, ada semua ras, agama. Saya mendapat support dari orang-orang Kristen, Buddhis, Hindu. Maka dari itu saya sangat peduli soal hal ini," kata Prabowo.

Ketum Partai Gerindra itu juga menyinggung soal kebebasan berpendapat. Dia menyoroti pihak-pihak yang ditangkap karena berpendapat di media sosial.

"Orang gang mempraktikkan kebebasan berpendapat di sosmed diburu, ditangkap. Orang-orang Indonesia diburu karena pergi ke suatu tempat untuk berbicara. Kita punya banyak tantangan, seorang warga Indonesia tidak dibolehkan keluar dari bandara, dan semua orang tahu bahwa pejabat pemerintah terlibat," papar Prabowo.

"Ini menyedihkan. Ini kekerasan terhadap common right warga negara. Kita punya ulama-ulama yang tidak dibolehkan menyampaikan dakwah dan dilabeli ekstremis," lanjut dia.

Soal tuduhan mendukung khilafah, Prabowo juga sudah menjawab. Dia menepis isu yang menyebut dirinya mendukung sistem khilafah. Prabowo mengatakan isu itu sebagai propaganda yang picik.

Functionally Illiterate
Sementara itu, Prabowo Subianto memaparkan data yang menyebut 55 persen rakyat Indonesia mengalami functionally illiterate. Ia mengaku sedih saat tahu hampir setengah rakyat mengalami kemampuan terbatas dalam membaca.

"Di World Bank, 55 persen Indonesia functionally illiterate (kemampuan terbatas dalam membaca). Saya sedih," kata Prabowo.

Prabowo berpidato menggunakan bahasa Inggris. Ia juga menampilkan Power Point berisi diagram soal data yang ia sampaikan.

Dari data itu, Indonesia dibandingkan dengan Vietnam. Pada diagram Power Point Prabowo, 13,9 persen warga Vietnam mengalami buta huruf.

Selain itu, Prabowo menjabarkan harapan hidup di Indonesia. Angka kematian di Indonesia disebutnya berada di peringkat ke-143 dari 239 negara.

"Dan years of life expectancy, peringkat ke-168. Dan kematian di peringkat ke-143 dari 239 negara. Stunting peringkat 25 menurut UNICEF 2018 dari 149 negara. Artinya, bayi lahir tak normal," kata dia.

Kurang-lebih 60 menit Prabowo membeberkan data soal Indonesia, mulai soal ekonomi sampai kebangsaan.

Prabowo juga sempat menjabarkan data UN (United Nations) atau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) soal perubahan iklim yang bisa berdampak ke Indonesia. Paling terasa, kata dia, dirasakan di Jakarta.

Jadi Tukang Ojek
Di bagian lain, munculnya meme generasi muda Indonesia memilih jadi tukang ojek selepas lulus sekolah, membuat Prabowo Subianto sedih. Capres nomor urut 02 itu menegaskan, lintasan karir pemuda bangsa tidak sepatutnya hanya menjadi tukang ojek.

"Ada meme, katanya lintas karir pemuda Indonesia itu dari lulus SD, masuk SMP, lulus masuk SMA, tapi lulus sekolah jadi tukang ojek," kata Prabowo.

Prabowo berharap, pemuda Indonesia bisa lebih sukses dan maju. Pemuda sebagai generasi penerus, menurut dia sepatutnya dapat menciptakan lapangan kerja atau menjadi tenaga ahli.

"Saya ingin generasi muda Indonesia itu jadi wirausaha, teknisi, pilot, punya restoran, punya cafe, punya perusahaan sendiri, punya ladang tani, tidak sekedar jadi kuli," kritik dia.

Karenanya, usaha dan perjuangannya dalam gerakan politik dan kadidat calon presiden, diakui semata demi memperbaiki masa depan bangsa. Hal itu muncul dari dalam dirinya sebagai sesuatu yang luhur.

"This is my passion, ini adalah gerakan yang muncul dari dalam diri saya sendiri, karena saya tidak merasa senang dengan itu," Prabowo memungkasi. (Liputan6.com/detikcom/d)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments