Minggu, 19 Jan 2020

Kampanye di Sumbar

Prabowo Janjikan Perbaikan Gaji dan Kemakmuran

admin Kamis, 04 April 2019 09:53 WIB
Ant/Iggoy el Fitra
KAMPANYE PRABOWO DI PADANG: Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto (tengah), melakukan orasi politik saat kampanye akbar di Padang, Sumatera Barat, Selasa (2/4). Prabowo mengajak pendukungnya di propinsi itu untuk menggunakan hak pilihnya pada 17 April 2019 dan memenangkan paslon 02 Prabowo-Sandi.
Padang (SIB) -Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat kampanye di Sumbar menyatakan yakin dia dan Sandiaga Uno akan menerima mandat memimpin Indonesia pada 17 April mendatang. Untuk itu, ia sudah mempersiapkan tim pakar yang akan menurunkan harga beragam bahan kebutuhan

"Kami insyaallah menerima mandat 17 April, jadi sekarang kami bentuk tim pakar. Tim ini sudah bekerja, orang yang paling pintar di Indonesia. Ahli keuangan, industri, pertanian, pertambangan. Saya sampaikan minta tolong hitung harga-harga tidak terjangkau oleh rakyat. Bisa nggak? Mereka menghitung lalu melaporkan ke saya," jelas Prabowo yang berkampanye di Danau Cimpago, kawasan Pantai Padang, Sumatera Barat, Selasa (2/4).

Menurut Prabowo, harga bisa dibikin stabil dalam satu bulan, terutama harga daging. Begitu juga tarif listrik yang menurutnya bisa diturunkan dalam waktu secepatnya.

"Saya tanya, bisa turunkan harga listrik berapa lama? Bisa nggak dalam 3 tahun? Ternyata tak perlu 2 tahun. Juga tidak perlu 1 tahun. Berapa lama? Mereka jawab dalam 100 hari kita turunkan," katanya yang disambut massa dengan teriakan 'Prabowo presiden'.

Soal harga bahan kebutuhan pokok serta berbagai bentuk kebutuhan masyarakat lainnya, seperti listrik, menurut dia, bisa diturunkan asal ada kemauan.

"Saya tanya, kenapa sekarang tinggi sekali. Biasa, Pak, biasa, Pak, terlalu banyak tikus. Hai tikus-tikus, kalau Prabowo-Sandi berkuasa, kau harus masuk ke lubang," tegas Prabowo.

GAJI DAN KEMAKMURAN
Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu juga menyinggung banyaknya kekayaan Indonesia yang hilang setiap tahunnya. "Kekayaan kita hilang dari Indonesia Rp 1.000 triliun setiap tahun. Ini yang harus kita jaga dan kita pakai untuk rakyat. Seluruh gaji akan diperbaiki. Lapangan kerja kita perbanyak. Saya kumpulkan pakar industri. Guru-guru honorer kita perbaiki. Kita akan berjuang keras dan tidak impor lagi. Petani dan nelayan kita harus makmur," katanya.

"Banyak sekali program kita, tapi saya tidak ingin sekadar janji, tapi ingin berjuang untuk Indonesia ini. 15 hari lagi saya minta kalian pulang ke kampung, pulang ke rumahnya, pulang ke RT, yakinkan kepada tetanggamu, kalau saya mendapat mandat, saya tidak akan memperkaya diri dan saudara saya," Prabowo melanjutkan.

Ia juga menekankan tidak boleh ada yang lapar di republik ini. "Itu sudah saya (sampaikan) kepada kalian. Hari ini saya tidak bisa membagikan amplop dan sembako, tapi saya memberikan jiwa dan raga saya. Saya tidak mengizinkan rakyat Indonesia dihina bangsa lain, saya tidak ingin rakyat Indonesia diinjak bangsa lain," katanya lagi.

TERIMA SAJA
Sementara itu Prabowo Subianto menyarankan pendukungnya yang berada di Sumatera Barat menerima jika ada 'pihak sebelah' yang memberikan uang. Sebab, kata Prabowo, uang tersebut milik rakyat Indonesia.

"Saya mau tanya, kalian kemari dibayar atau tidak? Kalian tidak dibayar, karena kami tidak punya uang. Mungkin ada pihak lain yang uangnya (lebih) banyak. Kalau mereka mau bagi uang, saran saya, terima saja. Karena itu adalah uang rakyat Indonesia," ujar Prabowo.

"Saudara orang Minang, orang sangat pengalaman dalam dagang. Kalian tahu dagang sudah tidak gampang mencari keuntungan sedikit," imbuh Ketum Partai Gerindra ini.

Mantan Danjen Kopassus itu menyatakan terima kasih kepada masyarakat Sumbar, terutama kaum ibu, yang datang tanpa embel-embel uang.

"Wahai emak-emak, kau berjuang panas di sini untuk apa? Kalian dukung Prabowo karena apa? Saudara kalau nanti 17 April insyaallah mencoblos 02, kau bukan mendukung Prabowo-Sandi. Kau berjuang untuk anak-anakmu. Cucu-cucumu. Hai, pemuda-pemudi, kau coblos nomor 02 bukan untuk Prabowo, tapi untuk orang tua yang membesarkan kamu. Kau mencoblos karena tidak mau kezaliman," katanya.

Prabowo pun menyindir pejabat yang berkuasa tapi lupa bahwa kekuasaan diberikan dari rakyat. "Saya memberi nasihat kepada adik saya yang masih berkuasa dan berpangkat, jangan melawan rakyat Indonesia. Kau mendapatkan pangkat dari rakyat. Kembali ke jalan yang benar, ke jalan rakyat. Ke jalan yang adil dan rakyatmu sendiri," katanya.

Bagi Prabowo, Sumbar adalah rumah keduanya. Pada Pemilu 2014, Prabowo menang atas Joko Widodo di Sumbar.

Prabowo Menangis
Prabowo Subianto juga sempat menitikkan air mata haru saat disodori segepok uang receh oleh seorang pendukungnya. Sang pendukung diketahui bekerja sebagai montir.

Momen itu terjadi di bagian akhir kampanye akbar Prabowo di Kawasan Pantai Padang Sumatera Barat. Seorang lelaki dengan pakaian berlumuran oli bekas, naik ke atas panggung, di mana Prabowo masih menyampaikan orasi politik.

Didampingi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon dan Sekretaris DPD Gerindra Sumbar Desrio Putra, pria tersebut menyerahkan sekantong uang receh. Uang itu diniatkan sebagai bagian dari membantu perjuangan Prabowo-Sandiaga Uno.
Prabowo mulai berkaca-kaca. Ia lalu melepas kacamata dan menyeka air mata.

"Kacamata saya ini tembus pandang, bisa melihat ketulusan hati orang," kata Prabowo.

Prabowo lalu memeluk sang montir yang memperkenalkan dirinya sebagai Rizal. Keduanya juga menangis.

Selain dari Rizal, Prabowo juga menerima sumbangan spontan dari sejumlah "Amak-amak", sebutan kaum ibu di Ranah Minang.
Tidak diketahui berapa banyak sumbangan spontan tersebut.

Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade mengatakan, bantuan dari para pendukung tersebut merupakan bentuk dukungan sesungguhnya dari warga yang menginginkan perubahan.

"Hal seperti ini terjadi di tiap kampanye. Ini dukungan riil, bukan pencitraan. Kami bukan citra-citraan," jelas Andre. (detikcom/l)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments