Rabu, 13 Nov 2019

Kampanye di Tegal

Prabowo Janjikan Menteri Antikorupsi

* Hashim: 7 Kursi Menteri untuk PAN, 6 PKS * Sandi Sebut tak Ada Pembicaraan
admin Selasa, 02 April 2019 10:12 WIB
Ant/Idhad Zakaria
KAMPANYE PRABOWO DI BANYUMAS: Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto, melakukan orasi politik, pada kampanye di GOR Satria Purwokerto, Banyumas, Jateng, Senin (1/4). Prabowo mengajak pendukungnya untuk memenangkan paslon nomor urut 02, dengan menggunakan hak pilihnya pada 17 April, agar nanti ada putra Banyumas yang masuk istana.
Tegal (SIB) -Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menjanjikan akan membentuk susunan para menteri antikorupsi apabila dirinya terpilih menjadi Presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

"Semua menteri-menteri yang saya pilih untuk bersumpah dan tanda tangan tidak (melakukan) korupsi," kata Capres Prabowo Subianto saat melakukan kampanye terbuka di Lapangan Wisangeni Kota Tegal, Senin (1/4) sore.

Ia mengatakan dirinya bersama Sandiaga Salahuddin Uno (Calon Wakil Presiden nomor urut 02) bertekad untuk bekerja keras dan sekuat tenaga untuk (kepentingan) rakyat Indonesia dan bersumpah tidak akan mengizinkan koruptor berkuasa di negara ini.

"Rakyat (Indonesia) sudah muak dengan korupsi. Oleh karena, saya tidak akan memperkaya diri dan tidak mengizinkan keluarga memperkaya dari jabatan saya," katanya.

Di hadapan ribuan pendukung dan simpatisan koalisi partai, Prabowo mengatakan bahwa dirinya akan tunduk pada kehendak dan menghormati apa yang yang menjadi kemauan rakyat Indonesia.

"Akan tetapi apabila rakyat Indonesia memberikan kepercayaan pada saya bersama Sandiaga Salahuddin Uno (memenangi Pilpres 2019) bertekad bekerja sekeras mungkin untuk rakyat," katanya.

Prabowo juga menjanjikan akan memberikan peluang dan kesempatan pekerjaan pada rakyat Indonesia dan tidak perlu menggunakan kartu-kartu.

Sebenarnya, kata dia, (calon presiden) Jokowi adalah orang baik namun karena di sekelilingnya adalah orang yang memiliki watak-watak "Sengkuni" maka mereka akan memberikan jawaban ABS (asal bapak senang).

"Zaman dulu, (bawahan) jika ditanya sesuatu oleh (pemimpin) akan menjawab dengan baik, aman, bagus. Budaya mental ABS semacam itu, nanti sudah tidak ada lagi," katanya yang disambut meriah dan yel-yel oleh massa.

Ia mengatakan dirinya sudah membentuk tim para pakar dan putra-putri terbaik Indonesia yang pintar, hatinya bersih dan ikhlas, serta dan tidak korupsi untuk membela dan membangun bangsa Indonesia.

"Kami tidak butuh orang pintar, jika pintarnya tidak bisa membela rakyat. Kami sudah bentuk pakar dan orang hebat yang hatinya bersih dan ikhlas untuk bekerja untuk rakyat," katanya.

KAMPANYE DI BANYUMAS
Sebelumnya, kampanye terbuka capres nomor 02 Prabowo Subianto digelar di Purwokerto. Saat berorasi politik Prabowo mengaku bangga berdarah Banyumas.

"Di badan saya mengalir darah Purwokerto, darah Banyumas. Banyumas telah melahirkan pejuang-pejuang besar dari bangsa Indonesia, Panglima Besar Sudirman dan jenderal-jenderal besar, Soperjo Rustam," kata Prabowo di depan massa pendukungnya di GOR Satria Purwokerto, Banyumas, Senin (1/4).

Seruan Prabowo ini langsung disambut riuh oleh massa pendukungnya.

Dalam kampanye terbuka itu pun dia mengatakan jika dirinya bangga menjadi putra Banyumas. Sebab, lanjut Prabowo, ada banyak pahlawan yang lahir dan berasal dari Banyumas.

"Begitu banyak pahlawan-pahlawan berasal dari Purwokerto Banyumas dan saya bangga menjadi putra Purwokerto, saya putra Banyumas," ucapnya.

Dalam kampanye terbuka tersebut juga dihadiri para pendukung dari wilayah eks Karesidenen Banyumas, yakni Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Cilacap dan Banjarnegara.

"Kapan lagi putra Purwokerto masuk istana?," ujarnya.

Dia juga mengajak para pendukungnya untuk memilih pasangan nomor urut 02 pada 17 April mendatang. Kampanye ini dihadiri Titiek Soeharto, mantan Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng, Bibit Waluyo-Rustringinsih, mantan Bupati Banyumas Mardjoko, Gus Najih putra ulama karismatik KH Maimun Zubair serta para habib dan ulama Banyumas.

7 KURSI MENTERI UNTUK PAN
Sementara itu, Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hashim Djojohadikusumo, mengatakan, Prabowo pernah membicarakan porsi menteri untuk partai koalisi dengan dirinya. Hashim yang juga adik dari Prabowo ini menyebut pembicaraan sudah sampai ke tingkat nama.

"(Pembicaraan soal menteri) dengan saya iya, ada. Ada, ada (pembicaraan sampai nama), saya kira itu antara saya dengan kakak saya," ujar Hashim di Ayana Midplaza, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (1/4).

Hashim mengatakan sudah ada kesepakatan dengan PAN dan PKS terkait dengan kursi menteri. Namun, untuk partai lain disebut Hashim masih dalam pembahasan.

"Kita kan sudah sepakat dengan PAN, kalau Pak Prabowo dan Pak Sandi menang itu sudah ada 7 menteri nanti dialokasikan untuk PAN, 6 kursi menteri untuk PKS. Terus untuk partai-partai lain saya kira masih dalam diskusi. Itu sudah jelas," ungkap Hashim.

Prabowo sebelumnya dalam salah satu kesempatan kampanyenya di Bandung sempat menanyakan apakah Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) cocok untuk menjadi menteri. Lantas, apakah sudah ada kesepakatan dengan Demokrat terkait kursi menteri?

"Demokrat masih belum definitif. (AHY) salah satu yang dipertimbangkan," pungkasnya.

GERINDRA RELA
Berapa jatah kursi menteri Partai Gerindra?

"Gerindra sedikit saja. Kita akan kasih ke partai koalisi dan profesional," kata Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad kepada wartawan, Senin (1/4).

Dasco mengatakan Gerindra cukup tahu diri karena sang ketum, Prabowo Subianto menjadi presiden. Ia menyebut Gerindra akan mengajak kalangan profesional duduk di kursi menteri.

"Sudah presidennya dari Gerindra, ya, menterinya nggak usah terlalu banyak dari Gerindra. Ada banyak profesional yang harus ikut mewarnai dan membangun Indonesia," ujarnya.

SANDI SEBUT TAK ADA
Di sisi lain, Cawapres 02 Sandiaga Uno beda keterangan dengan Direktur Media dan Komunikasi BPN Hashim Djojohadikusumo soal jatah menteri untuk koalisi. Sandi mengatakan belum ada pembicaraan soal jatah menteri.

"Tentunya saya tidak ingin berkomentar kepada statement Pak Hashim, tapi akan saya sampaikan bahwa belum ada pembicaraan itu sama sekali, dan untuk baik partai yamg di seberang, atau partai yang belum tersebut," kata Sandiaga di sela-sela acara Makassar Yes, Senin (1/4).

Dia menegaskan, bahwa kabinet yang disusun Prabowo-Sandi nantinya akan menganut prinsip meritokrasi. Prinsip ini menganut kepercayaan siapa pun yang berprestasi dan yang terbaik akan diberikan kesempatan membangun Indonesia.

"Karena ini bukan tentang Prabowo bukan tentang Sandi, bukan tentang partai-partai, tetapi tentang membangun Indonesia adil makmur," tegas dia.

"Yang kita butuhkan seluruh elemen bangsa yang memiliki kecintaan, memiliki prestasi, dan memiliki hati dna akhlak untuk membangun bersama-sama," sambung dia.

Yang pastinya, kata Sandi, saat ini Prabowo-Sandi hanya akan fokus pada 17 April mendatang. Namun, nantinya Sandi pun ingin merangkul tim Jokowi untuk masuk kabinet jika sosok tersebut berniat membangun bangsa.

"Tapi kita sudah harus sampaikan tokoh-tokoh yang akan bergabung dengan Prabowo-Sandi jika Allah memberikan amanah ini adalah tokoh terbaik bangsa, apa pun. Mungkin dia sebagai pendukung Pak Jokowi sekarang, mungkin dari partai yang tidak mengusung kita, tapi kalau dia betul betul yang terbaik kita akan berikan kesempatan," terangnya. (Ant/Detikcom/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments