Jumat, 13 Des 2019

Prabowo: Ada Elite Ingin Dukung Saya Tapi Diancam

* Tim Jokowi Minta Diungkap
Jumat, 23 November 2018 10:44 WIB
SIB/Ant/Muhammad Adimaja
PEMBEKALAN RELAWAN PRABOWO-SANDI: Prabowo Subianto memberikan pidato politiknya pada acara Pembekalan Relawan Pasangan Capres-Cawapres Nomor Urut 02 Prabowo- Sandi di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (22/11).
Jakarta (SIB) -Capres Prabowo Subianto menyebut banyak elite yang takut mendukungnya. Mereka takut melabuhkan dukungan ke Prabowo karena disebut mendapat ancaman.

"Saya sering kedatangan elite, entah pakai gelar ini gelar itu, pakai posisi ini posisi itu dan mereka bilang, Pak Prabowo kami ingin mendukung Pak Prabowo. Tapi kami ditekan, kami diancam," ujar Prabowo dalam pidatonya di acara pembekalan relawan di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (22/11).

Meski mendapat ancaman, kata Prabowo, para elite itu mengatakan akan tetap memberikan dukungan. Dukungan diberikan secara diam-diam.

"'Jadi kami akan mendukung Pak Prabowo diam-diam. Kami akan dukung Pak Prabowo dari belakang'. Datang dengan nama besar, wah senang aku," katanya.
Prabowo pun kemudian mengatakan, dirinya lebih bahagia mendapat dukungan dari masyarakat yang menjadi relawannya. Menurutnya, relawan Prabowo-Sandi tetap akan mendukungnya meski mendapat ancaman.

"Ini tampang-tampang yang nggak takut diancam," ujar Prabowo.

Karena itu, Prabowo mengaku sedang berjuang agar dirinya tak mengecewakan para relawan yang telah mendukungnya. Mengingat, kepercayaan dan amanah untuk memperbaiki bangsa telah diserahkan kepadanya dan Sandiaga Uno.

"Saya hanya berdoa kepada Yang Maha Kuasa, Ya Tuhan berikan saya kekuatan agar saya tidak mengecewakan rakyat saya. Banyak orang yang lebih pintar, lebih baik, lebih hebat, lebih kaya dari saya, tapi kenapa rakyat begitu besar harapan kepada saya," pungkasnya. 

MINTA RELAWAN SUMBANG DANA
Sementara itu, kepada relawan Prabowo-Sandiaga Uno, meminta agar mereka turut membantu menyumbang dana.

Ada beberapa permintaan yang disampaikan Prabowo. Permintaan pertama yakni agar para relawan ikut memeriksa daftar pemilih tetap (DPT). Para relawan diminta memeriksa di tingkat rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) tempat mereka tinggal.

"Saya minta bantuan, kami minta bantuan tolong dibantu daftar pemilih tetap. Periksa di RW RW dan RT-RT kalian masing-masing," ujar Prabowo.

Selanjutnya, Prabowo meminta para relawan untuk berkontribusi dalam penggalangan dana. Yakni dengan menyumbang melalui dana perjuangan.

"Kemudian tolong, terpaksa aku minta bantuan dari kalian semua. Karena kita kekurangan dana perjuangan. Kami minta kerelaan yang mau bantu Rp 2.000, Rp 5.000, Rp 10.000, Rp 20.000. Kami nanti akan umumkan nama-nama rekening, kita hanya bergantung kepada rakyat," tutur Prabowo.

Eks Danjen Kopassus itu menjelaskan alasannya meminta dua hal itu pada para relawan. Sebab, menurut Prabowo, lawan politiknya memiliki strategi untuk membuat dia dan Sandiaga Uno tidak bisa memenangkan Pilpres 2019.

"Mereka punya strategi supaya kita tidak bisa bergerak, supaya tidak bisa punya uang apapun. Ada 800 ribu TPS, kalau dua saksi satu TPS, 1,6 juta saksi. Kalau kita harus kasih uang makan mereka semua berapa ratus miliar itu semua?" kata dia.

Prabowo juga menyinggung partai koalisinya yang tak memiliki dana untuk kontestasi politik ini. Adalah Gerindra, Demokrat, PAN, PKS, dan Partai Berkarya yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Adil dan Makmur, pendukung Prabowo-Sandiaga.

"Partai-partai koalisi kami partai-partai yang maklum lah, ya begitu juga. Ya nggak apa-apa, nggak usah malu kalau kita nggak punya duit," ujar Prabowo.

Untuk diketahui, Prabowo saat ini juga memiliki program 'Galang Perjuangan'. Galang perjuangan merupakan program untuk menggalang donasi. Berdasarkan update terbaru pada tanggal 17 November 2018, dana dalam Galang perjuangan yang diinformasikan melalui channel Telegram-nya sudah berhasil menggalang sebesar Rp 1.822.958.651. 

PERLU DIPERTANYAKAN
Prabowo Subianto juga berbicara soal gaya hidup jenderal di Indonesia. Menurutnya, seorang jenderal yang hidup bermewah-mewah, patut dipertanyakan asal-usul hartanya.

Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan pidato di acara pembekalan relawan Prabowo-Sandiaga di Istora Senayan, Jakarta. Prabowo mulanya bercerita tentang dirinya yang tak berasal dari keluarga kaya.

"Ada yang mengatakan Prabowo anak orang kaya, babe gue dulu guru tahu nggak, guru besar, tanya gajinya berapa, iya keren nggak punya duit. Anak-anaknya Pak Mitro (Soemitro, ayah Prabowo) yang beliin mobil Pak Mitro," kata Prabowo.

Prabowo kemudian bertanya soal gaji jenderal. Menurutnya gaji seorang jenderal tidaklah banyak.

"Jenderal gajinya berapa? Kalau jenderal hidupnya mewah-mewah perlu kita pertanyakan juga duitnya dari mana?" ujarnya.

"Senior gue banyak di sini nih, waduh, junior gue juga banyak. Segmen lu berapa? Rp 3,9 juta," pungkas Prabowo.

Acara pembekalan relawan ini dihadiri ribuan relawan Prabowo-Sandi. Tak hanya itu sejumlah elite parpol juga hadir.

Elite parpol tersebut di antaranya elite PKS seperti Presiden PKS Sohibul Iman juga hadir. Sementara dari PAN diwakili Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais dan Sekjen Eddy Soeparno.

Kemudian dari Partai Demokrat diwakili Ferdinan Hutahaean. Sementara dari Partai Berkarya dihadiri Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) dan Sekjen Priyo Budi Santoso. 

TIM JOKOWI MINTA PRABOWO UNGKAP
Di bagian lain, Timses Jokowi-Ma'ruf meminta Prabowo menyebutkan siapa pihak yang mengancam itu.

"Sebutkan saja, siapa yang mengancam. Karena Pak Jokowi tidak punya tradisi seperti itu, tidak punya tradisi kekerasan masa lalu. Kekerasan dalam keluarga saja tidak pernah," kata Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto, di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (22/11).

Hasto menyebut kepemimpinan Jokowi penuh welas asih kepada rakyat. Menurutnya, Jokowi tidak pernah melakukan kekerasan, apalagi mengancam.

"Ya harus disebutkan, kalau tidak, sekali lagi, itu hanya upaya untuk melakukan semacam agitasi. Tetapi kita lihat kepemimpinan Jokowi justru kepemimpinan yang menunjukkan welas asih, rasa cinta kepada rakyat, apa adanya. Tidak pernah ada tindakan kekerasan mengancam, apa lagi mengancam, tidak pernah," tegas Hasto. (Detikcom/c)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments