Jumat, 18 Okt 2019
  • Home
  • Headlines
  • Polri Berhasil Meringkus 2 Terduga Teroris Jaringan Poso Di Surabaya

Polri Berhasil Meringkus 2 Terduga Teroris Jaringan Poso Di Surabaya

Selasa, 21 Januari 2014 20:19 WIB
SIB/int
Ilustrasi
Jakarta(SIB)-Kepala Biro Penerangan Masyarakat Markas Besar kepolisian Republik Indonesia, Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengungkapkan dua terduga teroris yang berhasil ditangkap Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri di salah satu SPBU di  Jalan Raya Kedung Cuek Kecamatan Kenjeran Surabaya, jaringan teroris Santoso yang pernah melakukan pelatihan militer di Poso, Sulawesi Tengah.

"Mereka merupakan pemuda yang diduga kuat berdasarkan hasil pemantauan petugas adalah mereka yang terlibat pelatihan militer di Poso,"kata Boy Rafli Amar kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (21/01)

Mantan Kanit Densus 88 Anti Teror ini menjelaskan, setelah sebelumnya dilakukan penyisiran terhadap tempat pelatihan di Poso tersebut, banyak diantara mereka yang melarikan diri meninggalkan poso.

"Jadi antara lain ada yang lari ke Jawa Timur, termasuk dua ini yang kemarin dilakukan penangkapan di Surabaya,"bebernya.
   
Lebih lanjut lagi, kata Boyn kedua terduga teroris tersebut masuk dalam satu kelompok pelatihan dan merupakan orang kepercayaan Santoso. Berdasarkan hasil pemeriksaan di lokasi penangkapan, Tim Gegana dan Jibom mengamankan dua bom rakitan dan beberapa barang bukti lain.

"Ada tas ransel, alat peralatan yang kita duga kuat untuk rakit merakit daripada bahan peledak, dan perlengkapan-perlengkapan pribadi milik yang bersangkutan, sementara sudah diamankan petugas kita untuk diselidiki lebih lanjut,"tegasnya.
   
Tim Densus 88 anti Teror Mabes Polri juga berhasil menyita satu bendera warna hitam, handphone, timer digital, saklar, transmiter, lampu 12v, sumbu api, paku 5 cm dalam satu kantong plastik, lem besi, multi taster, solder, kartu keluarga, korek api, dompet berisi uang 4,7 juta dan sarung sajam dari kayu.
   
"Terungkap beberapa aksi perencanaan mereka, diantaranya memasang bom rakitan di tempat hiburan yang berada di kota Surabaya, antara lain yang disebutkan oleh yang bersangkutan adalah tempat hiburan Dollar THR dan Dolly Surabaya, kemudian Galaxy Jalan Pandeglang Surabaya dan dan tempat lainnya,"jelasnya.

Boy juga mengungkapkan, para terduga teroris, juga menargetkan akan meledakan kantor polisi yang berada di Keputih Kenjeran Surabaya, yang menurut mereka, direncanakan akan dilakukan pada Selasa ini.

   
Terkait apakah kedua terduga teroris terlibat peledakan salah satu ATM di Malang, Boy mengatakan peledakan itu masih dalam penyelidikan petugas.

"Kita masih mengumpulkan serpihan-serpihan yang diletakkan di box dalam ATM, sedang melakukan penelitian pada bahan material. Nanti kami coba konfirmasi dengan berbagai alat peralatan. Kami belum sampai pada kesimpulan,"
pungkasnya.
   
Seperti diketahui, kedua terduga teroris ditangkap pada 20 Januari 2014 pukul 19.55 WIB di salah satu SPBU di Jalan Raya Kedung Cuek Kecamatan Kenjeran Surabaya, Adapun tersangka yang ditangkap adalah Isnaini Ramdhoni, 31, warga Jalan Pahlawan Gang Kemiri 51 RT 001/ 015 Kebonsari Kulon kec kanigaran kota Probolinggo dan Abdul Majid, 33, warga Tanah Merah IV sayur I/17 Kedinding Kenjeran Surabaya.
   
Isnaini, terduga teroris diketahui mengikuti  tadrib ke Poso pada bulan Desember 2013 bersama sama Santoso dan merencanakan amaliyah pengeboman dengan menggunakan senjata tajam terhadap polisi. Dan tempat hiburan, yang telah disurvey untuk diledakkan adalah pos polisi Keputih Kenjeran Surabaya rencana akan dipasang bom, pos polisi Perak di Jalan Jakarta Surabaya, tempat hiburan DOLAR THR, Doly Surabaya, Galaxy Jalan Pandegeling Surabaya dan Colour di Jalan Sumatera Surabaya (BAS)
T#gs Teroris
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments