Kamis, 14 Nov 2019
  • Home
  • Headlines
  • Polri: Joko Driyono Aktor Intelektual Perusakan Bukti Pengaturan Skor

Polri: Joko Driyono Aktor Intelektual Perusakan Bukti Pengaturan Skor

* PSSI Didesak Gelar KLB
admin Minggu, 17 Februari 2019 10:42 WIB
SIB/INT
Ilustrasi
Jakarta (SIB)-Polri menyebut Plt Ketum PSSI Joko Driyono sebagai aktor intelektual perusakan bukti kasus dugaan pengaturan skor. Sebelum Joko Driyono, ada 3 orang yang ditetapkan sebagai tersangka perusakan bukti kasus pengaturan skor.

"Dapat diduga sebagai aktor intelektual yang menyuruh dan memerintahkan 3 orang lakukan pencurian dan perusakan police line, masuk rumah tanpa izin, ambil laptop, dokumen dokumen, dan barbuk untuk mengungkap match fixing. Nah ini aktor intelektualnya saudara Jokdri," tegas Kabiro Penerangan Masyarakat (Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (16/2/2019).

Penelusuran otak di balik perusakan bukti kasus pengaturan skor berdasarkan keterangan tiga orang yang lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka.

Ketiga tersangka perusakan bukti pengaturan skor yakni Musmuliadi, Dani dan Abdul Gofur, memasuki kantor Komdis PSSI yang beralamat di Jalan Rasuna Timur, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan. Padahal kantor tersebut telah disegel petugas dengan garis polisi atau police line.

Ketiga tersangka dalam pemeriksaan Satgas Antimafia Bola mengaku melakukan pengambilan sejumlah dokumen, video rekaman CCTV, ponsel dan laptop karena disuruh seseorang, yang identitasnya belum dapat diungkap ke publik oleh polisi.

"(Tiga orang tersangka) sebagai pesuruhnya saja. Ada yang sebagai driver pribadi, staf dan OB, itu minggu kemarin ditetapkan tersangka. Jadi TKP yang dirusak sudah disegel sudah di police line, sudah jadi perhatian polisi," sambungnya.

Karena itu, pada hari Senin (18/2) polisi menjadwalkan pemeriksaan Plt Ketum PSSI Joko Driyono sebagai tersangka. Pemeriksaan dijadwalkan digelar pukul 10.00 WIB di Polda Metro Jaya.

"Hari Senin itu (Joko Driyono) akan dimintai keterangan, klarifikasi hari Senin saudara J ini dipanggil untuk memberi keterangan dan klarifikasi tindak pidana yang dilakukan oleh 3 orang minggu lalu," ujar Dedi.

PSSI Beri Penjelasan
Sementara itu Federasi sepakbola tanah air, PSSI, memberikan keterangan terkait itu.

Ketua Komite Hukum PSSI, Gusti Randa, memberikan penjelasan mengenai pasal yang dikenakan pada Jokdri. Kaitannya dengan dugaan pengrusakan barang bukti dokumen dalam penggeledahan di bekas kantor PT Liga Indonesia beberapa waktu lalu.
Gusti menyanggah kabar yang menyebutkan Jokdri menjadi tersangka kasus pengaturan skor.

"Jadi bukan terkait pengaturan skor. Dugaan yang disangkakan yakni, Memasuki suatu tempat yang telah dipasang garis polisi (police line) oleh penguasan umum di Rasuna Office Park, Kuningan, Jakarta, beberapa waktu lalu," kata Gusti di laman resmi PSSI.
"Jadi sekali lagi bukan terkait pengaturan skor dan tidak terkait dengan PSSI. Tetapi, lebih kepada pelanggaran pasal-pasal tersebut," tegas Gusti Randa.

PSSI Didesak Gelar KLB
PSSI pun didesak untuk segera mengadakan Kongres Luar Biasa (KLB) agar muncul pemimpin baru.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris PSMS, Julius raja yang berharap kepengurusan dalam tubuh PSSI segera pulih. "Sudah saatnya untuk segera dilaksanakan KLB. Ya dengan catatan harus diadakan pertemuan seluruh voter untuk menyatakan secara tertulis 2/3 dari jumlah anggota mendukung KLB," kata Julius di Medan, Sabtu (16/2).

Dikatakannya, pelaksanaan KLB memang harus melalui mekanisme yang tepat. "Jadi masalah KLB, ada tahapannya. Seperti yang saya bilang tadi, Exco mengundang voter secara tertulis. Jadi juga ada pertemuan bersama voter dulu. Bisa juga hasil rapat Exco dan anggota klub yang minta diadakan KLB. Kemudian pelaksanaannya 3 bulan setelah itu. Kemungkinan paling cepat setelah pilpres. Paling Mei sebelum puasa baru bisa digelar KLB," jelasnya.

"Sudah sepantasnya Erick Thohir yang mimpin PSSI, kalau ada lampu hijau dari pemerintah," tambah dia.
Senada dengan Julius, pemerhati sepakbola, Akmal Marhali, berharap proses hukum Joko bisa dibuka secara transparan dan diusut sampai tuntas. PSSI juga harus segera mengambil langkah cepat menentukan pengganti Joko.

"Tetap asas praduga tak bersalah harus dijunjung tinggi. Pak Jokdri berhak melakukan pembelaan. Kedua, dari Joko Driyono dan 11 tersangka lainnya kami berharap satgas terus melakukan pengembangan kasus sehingga bersih-bersih terhadap kejahatan manipulasi pertandingan sepakbola benar-benar dapat diberantas sampai akar-akarnya," ujar Akmal, Sabtu (16/2).

"Ketiga, proses hukum JD harus terbuka dan transparan agar publik bisa memberikan penilaian. Baik terhadap kinerja satgas maupun PSSI," ujar dia.

"Keempat, posisi PSSI saat ini setengah lumpuh. Edy Rahmayadi mundur, Hidayat dan Gusti Randa (anggota exco) katanya mundur. Johar Ling Eng dan JD tersangka. Komposisi di exco timpang. Karena itu, stakeholder sepakbola Indonesia harus segera menginisiasi langkah-langkah strategis untuk menyelamatkan PSSI. Pilihan terbaik adalah KLB untuk membahas masalah yang sedang terjadi sekaligus melakukan langkah revolusioner untuk perubahan komposisi Exco," katanya.

Rapat Darurat
Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Yoyok Sukawi mengatakan, pihaknya sudah merencanakan rapat darurat yang salah satu agenda utamanya membicarakan kepemimpinan PSSI setelah ketua umumnya Joko Driyono ditetapkan sebagai tersangka.

"Kami belum tahu apa yang harus dilakukan setelah penetapan Pak Joko sebagai tersangka. Itulah mengapa harus diadakan rapat darurat, kalau bisa Senin (18/2). Minggu besok terlalu cepat, kalau Selasa kelamaan," ujar Yoyok, Sabtu (16/2).

Menurut Yoyok, berdasarkan pasal 39 dan 40 Statuta PSSI, posisi ketua umum dapat digantikan oleh wakil ketua umum, yang saat ini dijabat Iwan Budianto, jika berhalangan sementara atau permanen.

Akan tetapi, PSSI belum memutuskan apakah situasi Joko Driyono yang masih ditetapkan sebagai tersangka adalah kondisi berhalangan atau tidak.

"Berdasarkan statuta, ketua umum yang berhalangan digantikan oleh wakil ketua umum. Kemarin Pak Edy Rahmayadi berhalangan permanen karena mengundurkan diri, digantikan oleh Pak Joko. Sekarang Pak Joko statusnya tersangka. Nah, sudah berhalangan tetap belum? Pertanyaannya, kan, itu. Kalau misalnya dia ditahan nantinya bagaimana," tutur Yoyok.

Menurut dia, pertanyaan itu penting dijawab karena PSSI memiliki program-program yang harus berjalan dengan arahan seorang pemimpin.

Selain itu, Yoyok melanjutkan, rapat darurat exco juga akan mendiskusikan mengenai bantuan hukum apa yang akan diberikan PSSI untuk Joko Driyono. (R21/Detiksport/Ant/c)
T#gs Polri: Joko Driyono Aktor Intelektual Perusakan Bukti Pengaturan Skor
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments