Selasa, 21 Mei 2019

Prostitusi Online

Polisi Kantongi 45 Nama Artis dan 100 Model

* Pengacara Bantah Vanessa Terlibat Prostitusi
admin Selasa, 08 Januari 2019 09:53 WIB
SIB/Ant/Didik Suhartono

KASUS PROSTITUSI ARTIS: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan (tengah) memberikan keterangan kepada awak media terkait pengembangan kasus prostitusi daring yang melibatkan artis dan model di Polda Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur, Senin (7/1

Surabaya (SIB) -Terkait kasus prostitusi online yang melibatkan Vanessa Angel, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menyebut pihaknya mengantongi 45 nama artis dan 100 model, termasuk pedangdut populer. Kesemuanya terhubung dengan dua muncikari yang juga menyediakan jasa artis Vanessa maupun Avriellia Shaqqila, yaitu ES dan TN yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. "Semua yang terkait dengan dua muncikari ES dan TN kemungkinan dimintai keterangan untuk mengungkap jaringan tersebut," katanya di Mapolda Jatim, Senin (7/1).

Luki menegaskan jaringan prostitusi online yang terungkap cukup besar. "Jadi ini merupakan kegiatan cukup besar jaringannya. Nanti akan panggil satu-persatu orang yang terlibat dalam jaringan ini," lanjutnya sambil mengatakan modus operandi kerja muncikari adalah menawarkan jasa prostitusi melalui media sosial.

Kedua muncikari asal Jakarta tersebut terancam dikenakan pasal berlapis yaitu pasal 27 dan 45 UU ITE dan pasal 296 dan 506 KUHP.

"Yang ES ini memang langsung berhubungan dengan oknum artis. Yang T dia yang dari model FHM, populer ini, ada 100 nama dari majalah populer, iklan, dan lain-lain," kata Luki.

Bahkan, ujarnya, mereka tak hanya dapat menawarkan jasa prostitusi dari para artis atau model, tetapi juga selebgram. Informasi dari percakapan itu pun terkait dengan popularitas artis dan model hingga tarif tiap orang. "Semakin populer tarifnya semakin tinggi," tambahnya. "Tarif mereka disesuaikan dengan tingkat kepopuleran sang artis. "Nama-nama sudah kita pegang semua dan tarifnya juga ada sesuai dengan tingkat kepopuleran," tutupnya.

Profil Rian
Polda Jatim juga mengungkap sosok R atau Rian, lelaki yang menikmati jasa seks dari artis Vanessa Angel. Seperti diketahui, Rian seorang pengusaha tambang di Lumajang, Jawa Timur.

Menurut Kasubdit V Cyber Crime Kriminal Khusus Polda Jatim, Harissandi, meski bisnisnya di Lumajang, domisili Rian berada di Jakarta Utara.

"Ya tinggalnya bolak-balik antara Surabaya-Jakarta," ungkap Harissandi kepada wartawan.

Menurut Harissandi, Rian, baru berusia 40 tahun dan belum menikah. Bahkan dari pengakuannya, baru kali ini Rian menikmati jasa seks dari kalangan artis.

"Dia juga ngakunya nggak pernah pakai artis lainnya," jelas Harissandi.

Untuk pembayaran terhadap Vanessa, Harissandi menyatakan pembayaran sudah dilakukan dengan membayar keseluruhan yakni Rp 80 juta.

Seperti diketahui, Polda Jatim mengungkap kasus prostitusi online setelah melakukan penggerebekan di sebuah hotel bintang lima di Surabaya, Sabtu (5/1).

Selain Vanessa Angel, polisi juga menangkap Avriellya Shaqila yang melakoni bisnis serupa. Kedua artis perempuan tersebut dibayar dengan tarif Rp 80 juta dan Rp 25 juta untuk sekali kencan.

Vanessa Angel dan Avriellya Shaqila telah dibebaskan. Sementara dua orang muncikari ES dan TN ditahan dalam kasus ini.

Tak Benar
Sementara itu, Pengacara Vanessa Angel, Zakir Rasyidin, menegaskan kliennya tidak terlibat dalam jaringan prostitusi online. Pengacara juga membantah kabar tarif Rp 80 juta untuk kencan dengan Vanessa.

"Kalau klien kami dituduh (terlibat) prostitusi, itu tidak benar. Kedua, tidak ada uang Rp 80 juta tarif Vanessa, nggak benar itu. Kemudian DP masuk itu juga tidak benar," kata Zakir dalam jumpa pers di Kalibata City, Jakarta Selatan.

Vanessa Angel, disebut Zakir, berada di Surabaya berdasarkan undangan dari Sisca. Menurut kliennya, Sisca mengundang Vanessa untuk mengisi acara.

"Klien kita ini murni dijebak, yang jebak siapa? Patut diduga orang yang mengundang ke sana. Klien kami ke Surabaya, dia MC untuk mengisi acara, tiba-tiba ada penggerebekan. Disebutlah klien kami korban prostitusi," sambung Zakir.

Pengacara meminta polisi memastikan soal posisi Vanessa. Sebab, Vanessa diamankan pada Sabtu (5/1) dengan perempuan bernama Avriellia Shaqqila. Sedangkan polisi saat ini menetapkan dua orang tersangka, yakni muncikari berinisial ES dan TS.

"Klien kami berbusana, tuduhan jaringan prostitusi online, kita simpulkan tidak terlibat," tegas Zakir. (T/R10/Suara.com/detikcom/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments