Kamis, 17 Okt 2019
  • Home
  • Headlines
  • Polisi Hong Kong Tahan Majikan Penyiksa PRT Indonesia

Polisi Hong Kong Tahan Majikan Penyiksa PRT Indonesia

*Cari Bukti Penyiksaan, Polisi Hong Kong Datangi TKW Erwiana di Sragen
Selasa, 21 Januari 2014 09:17 WIB
SIB/int
Ilustrai
HONG KONG (SIB)- Kepolisian Hong Kong, Senin (20/1), menahan seorang perempuan yang diduga menyiksa Erwiana Sulistyaningsih (23), seorang pembantu rumah tangga asal Indonesia. Perempuan berusia 44 tahun itu ditangkap sehari setelah seribuan orang melakukan aksi unjuk rasa terkait kasus penyiksaan itu.

Sejumlah laporan media menyebut penyiksaan yang diterimanya membuat Erwiana tak bisa berjalan. Dia bahkan harus dibantu menuju bandara dan pesawat saat hendak pulang ke Indonesia. Kabar tentang penyiksaan Erwiana itu memicu aksi protes para pembantu rumah tangga yang mengadu nasib di negeri bekas koloni Inggris itu.

Para PRT itu juga khawatir perlakuan kasar terhadap Erwiana  juga akan menyulut perlakuan serupa terhadap para pembantu rumah tangga di Hong Kong. LSM setempat yang mewakili para pembantu rumah tangga mengklaim dua orang PRT lain juga mengalami nasib serupa dengan Erwiana. LSM itu bahkan sudah melaporkan salah satu kasus ke polisi.

Di Hong Kong saat ini terdapat sedikitnya 300.000 pembantu rumah tangga. Sebagian besar dari mereka berasal dari Indonesia dan Filipina. Pemerintah Hong Kong sebenarnya menerapkan upah minimum untuk para pembantu rumah tangga itu. Namun, aturan itu seringkali dilanggar para majikan dan agen tenaga kerja.

Cari Bukti Penyiksaan

Sementara itu, satu tim dari pihak Pemerintah Hong Kong dan Konsulat Jenderal RI di Hong Kong bertolak ke Sragen, Indonesia pada Senin (20/1) untuk bertemu dengan Erwiana Sulistyaningsih. Erwiana merupakan TKI yang dianiaya oleh majikannya, Law Wan Tung, selama delapan bulan. Tim tersebut terdiri dari tiga orang anggota polisi Hong Kong, dua orang pejabat dari Departemen Tenaga Kerja Hong Kong dan perwakilan KJRI. Demikian pernyataan pers KJRI Hong Kong, Senin (20/1).

Rencananya, mereka tiba di Tanah Air Senin malam dan langsung menemui tenaga kerja asal Ngawi, Jawa Timur tersebut. Hingga hari ini, Erwiana masih dirawat di Rumah Sakit Islam (RSI) Amal Sehat. Polisi Hong Kong kemudian akan meminta keterangan Erwiana sebagai bagian dari pengumpulan data dan investigasi atas kasus yang menimpa TKI berusia 23 tahun tersebut. KJRI Hong Kong mengaku akan terus memantau dan menindaklanjuti perkembangan kasus Erwiana sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Mereka mengatakan akan bekerja sama dan berkoordinasi dengan berbagai pihak baik di Indonesia maupun di Hong Kong. Dalam siaran pers tersebut, KJRI kembali mengimbau agar semua TKI yang ada di Hong Kong dan Makau untuk melaporkan semua permasalahan yang mereka alami melalui telepon +852 365 10200 atau SMS di nomor +852 66244 299. Mereka juga bisa mengirimkan surat elektronik ke alamat pengaduan@cgrihk.com atau melalui pesan di akun Facebook KJRI Hong Kong. Para TKI pun juga dapat datang langsung ke KJRI Hong Kong di alamat 127-129 Leighton Road, Causeway Bay, Hong Kong. (AFP/kps/vivanews/c)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments