Kamis, 19 Sep 2019
  • Home
  • Headlines
  • Polisi Cari Rekaman CCTV di Seputaran Kantor Gubernur

Seputar Raibnya Rp1,6 M Uang Pemprov Sumut

Polisi Cari Rekaman CCTV di Seputaran Kantor Gubernur

* Kapolda Sumut Heran Pengambilan Uang Tunai Tanpa Pengawalan, CCTV di Halaman Kantor Gubernur Tak Berfungsi
admin Kamis, 12 September 2019 09:37 WIB
Kantor Gubernur Sumut
Medan (SIB) -Sat Reskrim Polrestabes Medan masih melakukan pencarian rekaman CCTV yang terpasang di seputaran kantor Gubernur Sumut.
Rekaman CCTV yang merekam aksi pencurian itu tentunya sangat penting dan menjadi kunci utama dalam mengungkap kasus pencurian tersebut.

Hal itu disampaikan Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha Prawira saat dikonfirmasi wartawan apakah pihaknya sudah menemukan rekaman CCTV di lokasi, Rabu (11/9). Putu menegaskan jika kasusnya masih diselidiki.

"Kita masih mencari rekaman CCTV di lokasi kejadian. Kasusnya masih kita kembangkan," ujarnya.

Sebelumnya, uang sebesar Rp 1,6 miliar lebih milik Pemrov Sumut yang diletakkan di dalam mobil terparkir di halaman parkir dekat pos sekuriti Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro, Kecamatan Medan Polonia, disatroni kawanan pencuri, Senin (9/9) sekira pukul 17.05 WIB.

Peristiwa pencurian uang yang rencananya untuk menggaji honorer Pemrov Sumut tersebut langsung dilaporkan ke Polrestabes Medan pada Senin malam.

Informasi yang dihimpun wartawan dari berbagai sumber, Selasa (10/9) sore menyebutkan sebelum pencurian terjadi, ASN Pemprov Sumut, Budianto (40) warga Jalan Karya Dharma, Medan Johor dan honorer Biro Perbekalan Pemrov Sumut, Indrawan Ginting (36) warga Jalan Seriti 1 Perumnas Mandala, Kecamatan Percut Sei Tuan, Senin sekira pukul 16.00 WIB, mengambil uang dari Bank Sumut Jalan Imam Bonjol Medan sebesar Rp 1,6 miliar lebih.

Setelah mengambil uang, keduanya menuju ke lokasi parkiran bank dan meletakkan tas berisi uang di kursi belakang mobil Toyota Avanza warna silver BK 1875 ZC. Selanjutnya PNS dan hononer tersebut meninggalkan lokasi menuju Kantor Gubernur Sumut. Setibanya di tujuan, keduanya memarkirkan mobil di pelataran parkiran kantor yang posisinya dekat pos sekuriti.

Budianto dan Indrawan keluar dari mobil, lalu mengunci pintu dan berjalan menuju masjid di samping kantor untuk melaksanakan Sholat Ashar. Usai sholat, keduanya kembali ke parkiran untuk mengambil uang yang rencananya untuk menggaji honorer. Namun lubang kunci pintu didapati sudah rusak. Selanjutnya keduanya mengecek dan ternyata uang sudah raib digondol maling.

Kejadian itu lalu dilaporkan ke atasan Budianto dan diteruskan ke Polrestabes Medan. Tak lama personil Sat Reskrim dan Tim Inafis tiba di lokasi untuk melakukan penyelidikan serta identifikasi. Setelah itu PNS dan honorer diarahkan untuk membuat laporan ke Polrestabes Medan. Sedangkan mobil yang membawa uang tersebut juga dibawa ke Mapolrestabes guna dijadikan barang bukti.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Puyu Yudha Prawira yang dikonfirmasi membenarkan adanya laporan terkait pencurian uang itu. "Laporannya sudah kita terima dan kita masih melakukan penyelidikan," ujarnya.

HERAN
Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto mengaku heran atas hilangnya uang tunai senilai Rp 1.672.985.500 dari dalam mobil yang diparkir di halaman kantor Gubernur Sumatera Utara pada Senin (9/9) sore.

Menurutnya pengambilan uang tunai dalam jumlah yang besar tanpa adanya pengawalan adalah sebuah kecerobohan. "Ini saya juga heran kok masih pakai uang tunai. Kalau terkait dengan proyek harusnya langsung ke pelaksana proyek. Kalau kaitan gaji harusnya langsung ke rekening penerima gaji," ungkapnya kepada wartawan, Rabu (11/9).

Untuk itu, Agus mengaku pihaknya akan mengecek dan melidik siapa yang mencurinya. Selain itu, ia juga menjelaskan, jika uang yang raib itu merupakan uang negara, tentu ada pertanggungjawaban dari orang yang mengambil dan meletakkan di mobil.
"Kita cek pencurian dan kenapa uang cukup besar itu diambil tanpa pengawalan. Harusnya ada tata cara pengambilan uang tunai," jelasnya.

Kasus ini juga telah sampai ke Inspektorat Provinsi Sumut. "Kami sudah terima surat terusan dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sumut untuk pemeriksaan soal hilangnya uang itu," ujar Kepala Inspektorat Sumut, Lasro Marbun menjawab wartawan, Rabu (11/9).

Sesaat setelah surat itu diterima, Lasro mengaku langsung mendisposisi surat itu agar para anggotanya segera melaksanakan pemeriksaan.

Lasro berharap agar kasus hilangnya uang itu bisa diketahui duduk persoalannya secara jelas. Sehingga tidak menimbulkan polemik baik di internal Pemprov Sumut maupun di publik.

TAK BERFUNGSI
Sebelumnya Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sumatera Utara, Raja Indra Saleh kepada wartawan menjelaskan, semua CCTV yang ada di (dalam) kantor Gubernur sudah dilihat. Tapi ada satu sisi sebelah ATM Bank Sumut, CCTV nya tak bisa dilihat secara jelas di halaman kantor Gubernur. Karena CCTV tersebut milik pihak kepolisian.

Sedangkan CCTV Pemprov Sumut yang persis di halaman kantor Gubernur kata Indra, tak berfungsi alias mati. Kondisi ini membuat mereka merasa kesulitan untuk menemukan pelaku pembobol mobil milik ASN tersebut. (M16/M18/M11/q)
T#gs CCTV tak Berfungsi Kapoldasu Heran6 M Uang Pemprov SumutRaib Rp1
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments