Sabtu, 19 Okt 2019
  • Home
  • Headlines
  • Polda Sumut dan BI Bakar Puluhan Ribu Lembar Uang Palsu

Polda Sumut dan BI Bakar Puluhan Ribu Lembar Uang Palsu

admin Kamis, 15 Agustus 2019 11:02 WIB
SIB/Saut Sihombing
BAKAR: Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto, Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumut Wiwiek Sisto Widayat dan Waka Kejati Sumut Sumardi membakar puluhan ribu lembar uang rupiah palsu di halaman Mapolda Sumut, Rabu (14/8).
Medan (SIB) -Polda Sumatera Utara bersama Bank Indonesia memusnahkan uang rupiah palsu sebanyak 21.632 lembar dengan cara dibakar di halaman Mapolda Sumut, Rabu (14/8).

Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumut Wiwiek Sisto Widayat mengatakan, jumlah uang palsu ini atas temuan hasil dari setoran masyarakat ke perbankan maupun laporan masyarakat yang masuk ke Bank Indonesia.

"Pemusnahan ini terlebih dahulu telah melewati penelitian keaslian atas uang rupiah di laboratorium Bank Indonesia Counterfeit Analysis Center (BI-CAC). Setelah itu terindikasi palsu," kata dia.

Ia menyebutkan, uang palsu 21.632 lembar itu terdiri dari uang pecahan Rp100 ribu sebanyak 8.974 lembar, uang pecahan Rp50 ribu sebanyak 11.850 lembar, pecahan Rp20 ribu sebanyak 636 lembar, pecahan Rp10 ribu sebanyak 88 lembar, pecahan Rp5 ribu sebanyak 83 lembar dan Rp2 ribu hanya 1 lembar.

Sambung dia, temuan uang yang tidak ada nilainya ini berlangsung dari tahun 2013 hingga 2018. "Temuan rupiah palsu ini kemudian diserahkan Bank Indonesia ke Direktorat Tindak Pidana Khusus Fismondev Polda Sumatera Utara untuk diamankan sementara sebelum dilakukan pemusnahan. Kegiatan pemusnahan rupiah palsu ini juga telah mendapatkan penetapan Pengadilan Negeri Medan Kelas I-A Nomor 01/Pen. PlD/P MUS/2019/PN Medan, Tanggal 1 Maret 2019. Kemudian hari ini kita lakukan pemusnahan," sebutnya.

Sementara itu, Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan, dalam memerangi peredaran uang palsu, Polda Sumatera Utara dan jajaran telah menangani 27 kasus. Periode tahun 2017 sampai dengan 2019, dengan penyelesaian perkara sebesar 24 kasus dan 3 kasus masih dalam tahap penyidikan," terangnya.

Agus menyampaikan, terdapat beberapa hal penting tentang penanggulangan uang rupiah palsu, antara Iain minimnya pemahaman masyarakat terkait ciri keaslian rupiah, wilayah peredaran uang palsu yang berada di daerah-daerah pusat perekonomian dengan ukuran perekonomian yang besar dan rendahnya putusan tindak pidana rupiah palsu.

Pemusnahan ini merupakan bentuk spirit dan sinergi dalam memerangi peredaran uang palsu. "Kami perlu dukungan masyarakat, walaupun trend menurun tapi tetap waspada kepada orang yang mau mencoba-coba mengedarkan atau membuat uang palsu dengan memanfaatkan situasi dan kecanggihan teknologi," kata Kapolda Sumut.

Usai memberikan keterangan, Kapolda Sumut, Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumut dan Waka Kejati Sumut Sumardi membakar puluhan ribu lembar uang rupiah palsu. (M18/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments