Sabtu, 07 Des 2019

OTT di BPKAD Pematangsiantar

Polda Sumut Tetapkan Seorang Tersangka

admin Sabtu, 13 Juli 2019 09:22 WIB
SIB/Ekoinra P Siahaan
DISEGEL: Ruangan Kepala BPKAD, Sekretaris, Bendahara dan ruangan porporasi BPKAD Pemko Pematangsiantar dipasangi garis polisi, Jumat (12/7).
Medan (SIB) -Penyidik Direktorat Reskrimsus Polda Sumut menetapkan seorang tersangka terkait kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pematangsiantar.

Direktur Reskrimsus Polda Sumut Kombes Pol Rony Samtana mengatakan, dari 16 orang yang diamankan, satu orang telah ditetapkan sebagai tersangka yaitu Erni Zendrato yang merupakan Bendahara Pengeluaran BPKAD Pematangsiantar. Sedangkan dua orang lagi masih dijadikan sebagai saksi dari Erni yaitu honorer BPKAD Pematangsiantar Tanggi MD Lumbantobing dan staf bidang pendapatan Lidia Ningsih.

"Mereka menjadi saksi si tersangka. Tidak tertutup kemungkinan bisa jadi tersangka, tapi kan bertahap prosesnya," ungkap Rony Jumat (12/7).

Ia menjelaskan, modus operandi yang dilakukan oleh tersangka adalah memotong insentif dari sejumlah petugas pemungut pajak di BPKAD. "Harusnya kan sesuai aturannya insentif itu diberikan kepada pemungut pajak sepenuhnya. Tapi insentif itu malah dipotong oleh bendahara pengeluaran," ungkapnya.

Rencananya, kata Ronny, mereka yang menjadi saksi dalam kasus ini sejatinya akan dipulangkan setelah 1x24 jam setelah diambil keterangannya oleh penyidik Tipidkor Polda Sumut. "Iya nanti akan kita pulangkan setelah selesai diambil keterangannya. Untuk saat ini baru 1 tersangka saja yang telah ditetapkan," ujar Rony lagi.

Ketika disinggung apakah pemotongan insentif sudah berlangsung lama, Rony menyebutkan masih dalam pendalaman. "Ya kalau semua tindak pidana, pasti pelaku yang ditanya akan mengakuinya baru kali itu. Tapi saya curiga ini bukan kali ini terjadi, saya menduga sudah terjadi beberapa kali," terangnya.

Ketika ditanya lagi apakah pimpinan BPKAD Kota Pematangsiantar terlibat dalam kasus ini, ia pun menyebutkan siapa saja bisa terlibat. "Ya kalau ada bukti-buktinya bisa saja. Kalau memang baru sekali pungli itu bisa jadi belum ada aliran ke atas. Tapi kalau sudah berulangkali tidak mungkin tidak mengalir ke atas. Nantilah kita periksa kepalanya, kebetulan dia sedang di Jakarta," sebut Rony.

Lumpuh
Sementara itu, pasca operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh petugas Tipikor Dirsatkrimsusu Polda Sumut di Kantor Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah Pemerintah Kota Pematangsiantar, mengakibatkan sejumlah pelayanan terhadap masyarakat menjadi 'lumpuh'.

Pasalnya, ruangan Kepala BPKAD, ruangan sekretaris, bendahara dan ruangan porporasi yang berfungsi sebagai tempat pelayanan pencetakan karcis, penghitungan pajak, penghitungan nota bon dari seluruh pajak restoran, baliho dan reklame tidak dapat difungsikan, karena masih dipasangi garis polisi.

Menanggapi OTT yang dilakukan petugas Tipikor Polda Sumut, Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Pematangsiantar Budi Utari AP saat dihubungi via telepon menyarankan, agar berhubungan dengan Asisten Pemerintahan Pemerintah Kota Pematangsiantar.

"Aku sedang di luar kota, langsung ke Asisten Pemerintahan saja konfirmasinya ya," kata Sekda Budi Utari menjawab SIB, Jumat (12/7) siang.

Terpisah, Asisten I Pemerintahan Kota Pematangsiantar Leonardo Simanjuntak didampingi Kabag Humas M Hamam Soleh di Kantor BPKAD Pemko Pematangsiantar mengatakan, pelayanan terhadap wajib pajak yang hendak membayar pajak, masih berjalan.

Ditanya adanya gangguan terhadap wajib pajak yang ingin membayar pajak karena ruangan pendapatan pajak I dipasang garis polisi, Leo mengatakan, itu hanya intensitas pelayananan yang menurun. Namun intinya, semua masih berjalan dengan baik.

"Semuanya masih berjalan terus, karena pegawai bidang pendapatan satu saat ini ada yang melakukan pelayanan di ruangan bidang pendapatan II. Gangguannya, yang biasanya dilayani 4 pegawai, jadinya dilayani 2 orang pegawai, itu saja," kata Leonardo.

Ditanya sejumlah nama yang diamankan petugas Tipikor Polda Sumut, Loe mengatakan, tidak mengetahui nama-nama pegawai yang diamankan. "Kita belum tahu siapa saja orang yang dibawa oleh petugas Tipikor Polda Sumut, kita masih berkoordinasi terkait itu," tutupnya.

Pantauan SIB, aktivitas di ruangan bidang akutansi, bidang pendapatan II, anggaran dan aset tetap berjalan, meskipun aktivitas kerja tidak seperti hari sebelumnya. (S11/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments