Rabu, 23 Okt 2019
  • Home
  • Headlines
  • Polda Sumut Tangkap Mantan Panglima GAM Aceh Tenggara Bawa 80 Kg Ganja

Polda Sumut Tangkap Mantan Panglima GAM Aceh Tenggara Bawa 80 Kg Ganja

admin Kamis, 10 Oktober 2019 09:30 WIB
SIB/Dok
BARANG BUKTI: Ketiga tersangka menunjukkan barang bukti 80 bal (80 kilogram) ganja saat diamankan petugas di Kantor Direktorat Narkoba Polda Sumatera Utara.
Medan (SIB) -Unit IV Subdit I Dit Narkoba Polda Sumut mengamankan tiga pria yang membawa 80 kilogram ganja di Jalan Letjen Jamin Ginting, Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang persis di Titi Kembar Sembahe, Selasa (8/10), sekitar pukul 01.00 WIB.

Kasubdit I Dit Narkoba Polda Sumut AKBP Fadris mengatakan, ketiga tersangka yakni R (43) warga Jalan Baut, Lingkungan II, Kelurahan Tanah Enam Ratus, Kecamatan Medan Marelan, K (23) warga Desa Darul Makmur, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara dan AS (19) warga Dusun Segenap, Kelurahan Bintang Alga Musara, Kecamatan Lauser, Kabupaten Aceh Tenggara.

"Ketiganya kita tangkap saat melakukan undercover buy narkotika jenis ganja," kata Fadris, Rabu (9/10).

Ia mengaku sebelum melakukan penangkapan, pihaknya sudah berkordinasi dengan informan.

"Jadi kita sepakat untuk bertemu di Jalan Letjen Jamin Ginting, Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang persis di Titi Kembar Sembahe," ujarnya.

Setelah bertemu katanya, ketiga pelaku keluar dan menunjukkan barang bukti ganja. Kemudian sambung Fadris, Tim Unit IV Subdit I Dit Narkoba Polda Sumut langsung menangkap ketiganya saat menunjukkan barang haram tersebut.

"Sekarang ketiganya sudah berada di Polda Sumut untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan," katanya.

Adapun barang bukti yang diamankan berupa 80 bal ganja seberat 80 Kg, satu unit mobil Daihatsu Xenia, satu unit sepedamotor Honda Beat dan tiga unit handphone.

MANTAN PETINGGI GAM
AKBP Fadris menjelaskan satu dari ketiga pelaku yakni R (43) diketahui merupakan mantan panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Aceh Tenggara pada tahun 2004.

"R ini juga merupakan residivis yang pada tahun 2007 ditangkap pihak Ditnarkoba Polda Sumut dengan membawa ganja sebanyak 100 Kg dan divonis 20 tahun penjara," terang Fadris.

Masih dikatakan Fadris, R menjalani hukuman hanya 13 tahun penjara.

"Di Lapas Tanjunggusta selama 7 tahun dan 6 tahun di Nusa Kambangan. Ia bebas dari Nusa Kambangan pada Februari 2019 lalu," jelasnya.

Baru enam bulan menghirup udara segar, kata Fadris, R menjalankan bisnis narkotika jenis ganjanya lagi dari Kotacane ke Medan dengan menggunakan Mobil Xenia.

"Sebelum sampai di Medan, R dan dua temannya kita tangkap," tutup Fadris. (M19/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments