Rabu, 23 Okt 2019
  • Home
  • Headlines
  • Pimpinan MPR Minta Mahasiswa Bijaksana Tak Demo Saat Pelantikan Jokowi

Pimpinan MPR Minta Mahasiswa Bijaksana Tak Demo Saat Pelantikan Jokowi

* DPR: Jaga Marwah Negara * PPP Khawatir Ditunggangi
bantors Jumat, 11 Oktober 2019 10:18 WIB
Jazilul Fawaid
Jakarta (SIB) -Mahasiswa berencana menggelar aksi unjuk rasa pada hari pelantikan Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden periode 2019-2024. Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid meminta kebijaksanaan mahasiswa untuk tak menggelar aksi unjuk rasa pada hari pelantikan Jokowi 20 Oktober mendatang.

"Begini ya, sebagai masyarakat terpelajar dan masyarakat Pancasila hendaknya sikap itu diambil penuh hikmah dan kebijaksanaan. Bijaksana nggak ketika acara kenegaraan seperti pelantikan presiden itu, tiba-tiba ada gangguan, gangguan keamanan, gangguan demo. Kan masih banyak cara yang lain yang tidak mengganggu lalu lintas, ganggu masyarakat," kata Jazilul kepada wartawan, Kamis (10/10).

Rencana aksi unjuk rasa saat pelantikan Jokowi sendiri diinisiasi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI). Jazilul menilai tak etis jika kalangan terpelajar justru membuat gangguan saat acara kenegaraan tengah berlangsung.

"Pak Jokowi saja toleran, Pak Jokowi saja atau presiden saja mentoleransi membuat waktu agar tak mengganggu umat lain yang beribadah pada hari Minggu. Terus masa ada acara kenegaraan diganggu oleh kalangan terpelajar lagi, aneh menurut saya," jelas politikus PKB itu.

Jazilul mengatakan, menyampaikan pendapat di muka umum memang dijamin konstitusi. Dia yakin mahasiswa bisa berpikir dewasa dan mengurungkan niat untuk turun ke jalan saat pelantikan Jokowi.

"Demonstrasi dalam demokrasi itu lumrah, cuma pakailah yang bijaksana. Cara yang arif bijaksana dan penuh khidmat. Khidmat nggak sih kalau ada acara pelantikan presiden yang dipilih mayoritas masyarakat, kemudian diganggu dengan demo? Saya yakin masyarakat Indonesia cukup dewasa, saya yakin mahasiswa Indonesia cerdas, tidak akan ditunggangi buat rusuh," papar Jazilul.

DPR : Jaga Marwah Negara
Sementara itu, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengajak mahasiswa agar menjaga kondusivitas negeri di hari pelantikan.

"Alangkah baiknya ikut bersama-sama menjaga kondusivitas, ikut bersama-sama menjaga marwah dan kehormatan negara Republik Indonesia pada pelantikan kepala negaranya," kata Dasco di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (10/10).

Menurut Dasco, mahasiswa seharusnya mampu menjadi contoh yang baik bagi masyarakat. Ia juga mempertanyakan tuntutan aksi yang akan digelar pada 20 Oktober 2019 itu.

"Saya juga belum tahu, apa namanya substantif demonya itu soal apa. Karena kalau soal UU sudah selesai," tuturnya.

PPP Khawatir Ditunggangi
Di bagian lain PPP meminta semua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) SI tak menggelar demo saat pelantikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 20 Oktober. PPP Khawatir aksi tersebut ditunggangi pihak yang tak bertanggungjawab.

"Soal demo di hari pelantikan, itu konteksnya sudah jauh melenceng. Bahwa nantinya bisa ditunggangi oleh kelompok-kelompok anti-Jokowi yang berusaha menggagalkan pelantikan," ujar Wasekjen PPP, Achmad Baidowi, Kamis (10/10).

Pria yang akrab disapa Awiek itu mengatakan pihaknya tak mempermasalahkan adanya demo. Sebab demonstrasi adalah hal yang lumrah dilakukan dalam demokrasi. Namun, pelaksanaan demo juga harus memahami situasi dan kondisi.

"Demonstrasi merupakan hal lumrah saja dalam iklim demokrasi. Namun demonstrasi tidak boleh mengganggu ketertiban umum apalagi anarkistis," katanya.

Awiek pun meminta para mahasiswa untuk mempercayakan pada proses konstitusi. Mengingat saat ini judicial review terhadap UU KPK sudah diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Soal deadline, itu keliru. Mau terbit Perppu lha revisi UU-nya belum sah menjadi UU. Lagian Perppu itu harus dilihat dari aspek persyaratan yakni kegentingan yang memaksa. Saat ini UU tersebut sudah diajukan judicial review terhadap MK, maka prosesnya ditunggu dulu sampai ada putusan MK," ujar Awiek.

Moeldoko : Jangan Ribut Terus
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko berharap BEM SI tidak menggelar demo.

"Antisipasi nggak usah demo-demolah. Ngapain lagi demo itu?" kata Moeldoko.
Dia berharap tidak ada aksi saat pelantikan Jokowi. Moeldoko mengatakan pemerintah sudah berkomunikasi dengan pihak perguruan tinggi.

"Ya harapannya nggak usahlah, jangan ada demo lagi. Kita masyarakat sudah happy kondisi beginilah, jangan ada ribut terus mengganggu situasi. Kita udah komunikasikan dengan berbagai perguruan tinggi, sudahlah. Mari kita bedakan area perdebatan, jangan lagi di jalan," ujar eks Panglima TNI itu.

Moeldoko berharap aspirasi disampaikan melalui forum akademik.

"Mari kita bedakan area perdebatan, jangan lagi di jalan. Kita menuju ke kampus, di situ saya pikir nanti akan lebih dinamis lebih tradisi akademik akan berjalan lebih baik di kampus-kampus. Itu intinya begitu," katanya. (detikcom/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments