Minggu, 09 Agu 2020
  • Home
  • Headlines
  • Pilkada Serentak Sumut Diharapkan Berdampak Bagi Perekonomian Masyarakat

Mendagri dan Menko Polhukam Kunjungi Posko GTPP Sumut

Pilkada Serentak Sumut Diharapkan Berdampak Bagi Perekonomian Masyarakat

redaksisib Sabtu, 04 Juli 2020 11:41 WIB
SIB/Roland Tambunan

FOTO BERSAMA : Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD dengan didampingi Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah (Ijeck), Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin Siregar, Kasdam I BB Didied Pramudito dan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut Amir Yanto, Ketua Sahabat Mahfud MD, Sanggam Bakkara,tokoh masyarakat Sumut Rahmad Shah dan lainnya foto bersama di depan Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut, Pendopo Rumah Dinas Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Medan, Jumat (3/7) sore.

Medan (SIB)
Pelaksanaan Pilkada serentak di Sumut, diharapkan dapat berdampak positif bagi perbaikan perekonomian masyarakat.

"Di Sumut ada 23 dari 33 kabupaten/kota yang akan mengadakan Pilkada. Yakni 17 kabupaten dan 6 kota. Jika tiap daerah dua saja kontestannya, misalkan setiap pasangan mengeluarkan uang Rp10 miliar untuk kampanye, bayangkan putaran uang itu nanti mengalir ke daerah. Apalagi bila pasangan calon membuat nomor dan ajakan memilih pada masker. Hal ini bisa membuat pergerakan ekonomi masyarakat," kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian saat berkunjung ke Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut, di Pondopo Rumah Dinas Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Medan, Jumat (3/7) sore.

Dalam kunjungan itu ikut Menko Polhukam Mahfud MD didampingi Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Wagub Musa Rajekshah, Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin Siregar, Kasdam I BB Didied Pramudito dan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut Amir Yanto, Ketua Sahabat Mahfud MD, Sanggam Bakkara dan Rahmad Shah .

Dia menyampaikan Pilkada serentak akan tetap digelar 9 Desember 2020 di sejumlah provinsi di Indonesia, termasuk Sumut. Dari 33 kabupaten/kota yang ada di Sumut, 23 kabupaten/kota di antaranya akan menggelar Pilkada serentak.

Namun dia mengingatkan agar pelaksanaan Pilkada serentak tetap memedomani protokol kesehatan. Masyarakat juga diharapkan tetap beranggapan positif dengan menjadikan Pandemi Covid-19 sebagai upaya menekan penyebaran virus dan jadi peluang bagi calon kepala daerah.

"Jangan melihat Pilkada sarana penyebaran virus. Kita harus balikkan pemikiran itu menjadi peluang kita, dengan Pilkada ini bisa menekan penyebaran Covid-19. Jadikan Pilkada menjadi ajang mencari kepala daerah yang efektif melawan Covid-19 dan para calon kepala daerah pun harus mampu menawarkan program-program yang realistis untuk menyelesaikan masalah dampak dari Covid-19 ini," katanya.

Sementara Menko Polhukam Mahfud MD mengingatkan agar Pilkada tidak menjadi ajang perpecahan dan mengharapkan para tokoh agama dan masyarakat mampu memberikan keteduhan saat Pilkada. "Bangsa ini dipersatukan dengan ideologi Pancasila.

Perbedaan agama kita besar, kita ada 6 agama, 1.360 suku bangsa, ada 726 bahasa dan 17.508 pulau, beruntung kita bersatu.

Dahulu India dan Pakistan menyatu, namun pecah karena perbedaan warna kulit, beda bahasa dan kepercayaan. Kita pun bisa bersatu karena landasan ideologi Pancasila," terangnya.

Menyikapi beragam masukan tersebut, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatakan siap untuk melaksanakan dan menyosialisasikan masukan yang telah disampaikan. "Tiga bulan Sumut merasakan pandemi Covid-19, malam ini kami baru bisa bersilahtuhrahmi bersama jajaran Forkopimda. Seperti yang sudah sama-sama kita ketahui dalam waktu dekat kita akan laksanakan Pilkada. Tolong kita sosialisasikan apa yang disampaikan ini, agar bermanfaat untuk kita bersama," ujar Edy.(M11/c)
T#gs GTPP SumutMendagriMenko PolhukamPerekonomian MasyarakatPilkada serentaksumut
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments