Senin, 21 Sep 2020
  • Home
  • Headlines
  • Pidato Presiden Jokowi Pada Sidang Tahunan MPR RI Diharapkan Membuat Masyarakat Merasa Tenang

Pidato Presiden Jokowi Pada Sidang Tahunan MPR RI Diharapkan Membuat Masyarakat Merasa Tenang

Selasa, 11 Agustus 2020 22:53 WIB
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/pras

Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato dalam rangka penyampaian RUU tentang APBN TA 2020 disertai nota Keuangan dan dokumen pendukungnya dalam sidang Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019). Ilustrasi.

Jakarta (SIB)
Meskipun dalam situasi dampak Pandemi Copid 19 yang agak sulit, pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Sidang Tahunan MPR RI 14 Agustus 2020 diharapkan membuat masyarakat merasa tenang. Tersedia bahan pangan, energi (listrik), air bersih, dan kebutuhan masyarakat lainnya.

Paling penting lagi daya beli masyarakat bisa semakin meningkat melalui suntikan dana bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dengan kredit nol persen.

Wakil Ketua MPR RI Fadel Muhammad menyatakan hal itu dalam dialog empat pilar MPR RI dengan tema : “Sidang Tahunan MPR RI, Optimisme dan Harapan di Tengah Pandemi‘ bersama Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid, di Kompleks MPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (10/8).

Fadel Muhamad meminta, jika memungkinkan pemerintah bisa injeksi Rp 30 triliun untuk perbankan. Yang Rp10 triliun untuk Bank Mandiri, Rp10 triliun untuk BRI, Rp 5 triliun untuk BTN, dan Rp 5 triliun untuk BNI 46. Suntikan dana itu untuk restrukturisasi uang nasabah yang bermasalah akibat operasionalnya macet akibat Covid-19 ini.

Senator asal Gorontalo ini berpendapat, saat ini UMKM mengalami kesulitan karena mau menyelesaikan utang-utangnya ke bank mengalami kesulitan selain bunganya dan operasionalnya yang macet.

“Bunga banknya masih tinggi. Saya dengar 3,5 persen meskipun belum terealisir. Demikian pula perusahaan finance, keuangan mau ajukan pailit tetapi tidak bisa mengembalikan uang pada masyarakat,” ujar Fadel sembari menyebutkan, bahwa Malaysia saja berani suntik perbankan. Singapura cadangan devisa-nya kuat, tetapi Philipina memang sangat berat.

Fadel berharap Presiden Jokowi menyampaikan sesuatu yang greget untuk UMKM berikut bunganya yang kecil, karena likuiditas ekonomi yang sulit. Apalagi, dana yang ada di APBN dan APBD mutlak harus dibelanjakan, karena serapannya masih kecil dan BPK dalam pengawasan juga harus lebih fleksibel.

Menurut Fadel, jika Presiden Jokowi melihat fakta ada Menteri yang lemah kinerjanya, lebih baik di reshuffle saja. Tidak perlu ragu. Sebab, pergantian Menteri akan memberi harapan baru bahwa pemerintah mampu menghadapi situasi yang sulit saat ini.
Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid mengatakan, melihat di tengah situasi Pandemi yang sulit bagi seluruh negara di dunia, MPR RI optimis bahwa pemerintah akan mampu menjaga daya beli masyarakat. Sudah tentu, dengan kerja keras, semangat kebersamaan dan gotong-royong.

Laporan kinerja lembaga negara (Presiden, MPR, DPR, DPD, BPK, MK, MA dan KY) mungkin mudah, tetapi buktikan bahwa hal itu bisa mengalahkan seribu kata-kata.

Artinya, harapan harus selalu ada dan tidak boleh putus asa, karena pandemi Covid-19 ini memang membuat dunia darurat. Makanya, laporan pemerintah harus memberi harapan bagi masyarakat.

Menurut Gus Jazil sapaan akrab Wakil Ketua Umum DPP PKB itu, kondisi menghadapi pandemi ini seperti perang, karena semua hotel, tempat wisata, sekolah tutup dan orang pun tak bisa bebas bepergian akibat adanya berbagai pembatasan-pembatasan.
Bedanya, kalau perang pasti ada batasnya, siapa yang menang dan kalah. Sedangkan pademi Covid -19, tidak ada yang pasti mengetahui kapan berakhir.

Karena itu, pemerintah diharapkan mampu menjaga agar penurunan ekonomi itu tidak drastis dan daya beli masyarakat tetap terjaga.

Di lain sisi, para Menteri harus kerja keras dan penyerapan dan pengalokasian anggaran langsung ke rakyat.
Akibat pandemi ini tak ada lagi poros Timur maupun Barat, karena semua negara harus menghadapi kesulitan secara bersama-sama. (J01/c).

T#gs DiharapkanMembuat Masyarakat Merasa TenangPresiden JokowiSidang Tahunan MPR RI
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments