Jumat, 18 Okt 2019
  • Home
  • Headlines
  • Petani Kecewa, Mesin Pompa Air 7 Tahun Tidak Difungsikan di Desa Pelawi Langkat

Petani Kecewa, Mesin Pompa Air 7 Tahun Tidak Difungsikan di Desa Pelawi Langkat

admin Sabtu, 14 September 2019 11:54 WIB
SIB:Lesman Simamora/
Di dalam gedung ini ada dua unit mesin pompa air dengan ukuran relatif besar, yang dibangun oleh pemerimtah, tapi tidak difungsikan yang mengakibatkan ratusan hektare padi sawah tadah hujan kekeringan di Desa Pelawi Selatan Kecamatan Babalan Kab Langkat, foto direkam, Kamis (12/9).
Pangkalan Brandan (SIB) -Petani di Desa Pelawi Selatan Kecamatan Babalan Kab Langkat, mengaku kecewa karena mesin pompa air dan saluran air yang menelan biaya mencapai ratusan juta rupiah sejak dibangun oleh pemerintah hingga saat ini tidak pernah difungsikan, akibatnya padi sawah tadah hujan kekeringan dan terancam gagal panen yang luasnya mencapai ratusan hektare.

Sejak rumah pompa berikut dua unit mesin pompa air dibangun pemerintah, tujuh tahun lalu itu hingga saat ini sama sekali tidak ada manfaatnya bagi petani." Mesin pompa tidak pernah dioperasikan," ujar petani Bahuddin (63), ketika disambangi SIB di loksi sawahnya Dusun III Desa Pelawi Selatan, Kamis (12/9).

"Akibat tidak berfungsinya mesin poma air mengakibatkan sekira 300 hektare sawah tadah hujan di daerah itu dilanda kekeringan, sehingga sebagian besar petani akan terancam gagal panen," sebutnya, diamini temannya Kaca dan Iman sesama petani.

Sementara itu, kondisi tanaman padi saat ini, kata dia, sangat membutuhkan air yang cukup, tapi karena pompa air tidak difungsikan, sebagian petani hanya bisa pasrah menyaksikan tanaman padinya "hidup segan mati tak mau, terjepit rerumputan liar."

Jika mesin pompa difungsikan sebagaimana mestinya, maka diharapkan lahan persawahan tidak akan mengaalami kekeringan, sebab areal persawahan yang mengalami kekeringan terletak di sebelah sungai Pelawi, jaraknya hanya dibatasi tanggul.

Dari zaman dahulu sampai sekarang, kata dia, air Sungai Pelawi ini tidak pernah mengalami kekeringan, bahkan debit air Sungai Pelawi mampu mengairi ribuan hektar sawah tadah hujan di desanya berikut desa-desa tetangga lainnya di Kecamatan Babalan.
Kini petani di desanya sangat berharap agar Pemkab Langkat dan Pemvropsu dapat hadir memberi solusi, bagaimana cara untuk pengadaan air dalam jangka pendek guna menyelamatkan tanaman yang kini sebagian padi mengeluarkan bulir.

Kata Bahuddin, untuk mengatasi kekeringan, ia terpaksa membeli mesin pompa untuk menyedot air dari Sungai Pelawi guna mengairi seluas dua hektare areal sawah miliknya.

Untuk mesin pompa, ia mengaku harus membeli minyak solar 10 liter per hari. Jika kemarau berkepanjangan, dia terpaksa mengeluarkan uang minimal Rp 3 juta lebih untuk membeli BBM sebanyak 600 liter hingga dua bulan ke depan memasuki masa panen.

Senada dengan itu, Kaca (46) mengatakan, dampak dari akibat kekeringan, ratusan kepala keluarga (KK), warga Desa Pelawi Selatan Kecamatan Babalan Kab Langkat, terancam gagal panen.

Sangat disayangkan, lanjutnya, saluran air dan mesin pompa air sejak dibangun pemerintah beberapa tahun lalu, hingga kini tak pernah difungsikan sebagai mana yang diharapkan mengakibatkan sebagian besar petani padi sawah akan terancam galan panen.
Sungai Pelawi yang begitu dekat dengan areal persawahan yang jaraknya begitu dekat, dan hanya dibatasi tanggul, tapi tanaman padi bisa tidak produktif bahkan banyak padi yang mati karena kekurangan air, ujarnya.(M25/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments