Selasa, 07 Jul 2020
PalasBappeda
  • Home
  • Headlines
  • Perusahaan Senjata AS Suap Pejabat Polisi Indonesia

Perusahaan Senjata AS Suap Pejabat Polisi Indonesia

Jumat, 01 Agustus 2014 08:26 WIB
SIB/INT
Ilustrasi
Washington (SIB)- Perusahaan pembuat senjata Amerika Serikat, Smith & Wesson dikenakan denda sebesar US$ 2 juta pada Senin (28/7) karena menyuap sejumlah pejabat di Indonesia, Pakistan dan negara-negara lain. Penyuapan ini dilakukan untuk mendapatkan kesepakatan penjualan.

Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat menuduh Smith & Wesson, perusahaan yang senjatanya populer dalam penegakan hukum dan layanan militer ini, memfasilitasi suap US$ 11.000 dalam bentuk uang tunai dan senjata gratis untuk petugas polisi Pakistan pada tahun 2008 untuk mendapatkan kontrak pasokan. Demikian dilansir AFP, Kamis (31/7).

SEC mengatakan bahwa satu tahun kemudian, sejumlah karyawan Smith & Wesson melakukan atau menyetujui suap di Indonesia untuk memenangkan kontrak dengan kepolisian setempat. Namun kesepakatan tersebut akhirnya gagal.

SEC juga mengungkapkan bahwa ada usaha untuk menyuap pejabat lewat pihak ketiga di Turki, Nepal, dan Bangladesh. SEC menemukan pula adanya tindakan perusahaan, entah berhasil atau tidak, dalam melakukan bisnisnya, telah melanggar US Foreign Corrupt Practices Act, yang bertujuan untuk menghilangkan suap dan korupsi sebagai faktor penting dalam persaingan bisnis internasional.

SEC mengatakan bahwa perusahaan tersebut telah mengambil tindakan untuk menghentikan transaksi penjualan yang tertunda saat mengetahui adanya penyuapan yang dilakukan oleh para stafnya. Mereka juga memecat semua staf penjualan internasional saat mulai menangani masalah tersebut.

"Ini adalah sebuah peringatan bagi usaha kecil dan menengah yang ingin masuk ke pasar berisiko tinggi dan memperluas penjualan internasional mereka," kata Kara Brockmeyer dari Divisi Penegakan Hukum SEC. "Ketika sebuah perusahaan membuat keputusan strategis untuk menjual produknya di luar negeri, harus dipastikan bahwa pengendalian internal sudah tepat dan berfungsi," ujarnya dalam sebuah pernyataan.

Smith & Wesson tidak mengakui atau membantah temuan SEC, tetapi setuju untuk membayar $ 2 juta sebagai denda. "Kami gembira telah menyelesaikan masalah ini dengan SEC. Penyelesaian ini telah kami setujui dan kami percaya inilah keinginan Smith & Wesson dan pemegang sahamnya," kata President-CEO Smith & Wesson James Debney dalam pernyataan persnya yang diunggah di situs mereka.

Menurut James Debney, pengumuman tentang putusan hukum terhadap perusahaannya atas kasus yang terjadi empat tahun lalu ini menggembirakan. "Kami gembira karena kasus ini sekarang selesai dan kami meninggalkannya," ujarnya.

James Debney menjelaskan, kasus ini merupakan kelanjutan penyelidikan yang dilakukan oleh Kementerian Hukum Amerika pada 2010 yang kemudian kasusnya digugurkan oleh kementerian tersebut. Perusahaan yang memproduksi dan mendesain senjata api ini menyetujui penyelesaian perkara tanpa mengakui ataupun menyangkal temuan dalam penyelidikan itu. Adapun biaya penyelesaian kasus ini sudah ditambahkan oleh perusahaan pada kuartal keempat tahun fiskal pada 30 April 2014. (Detikcom/f)
T#gs AS
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments