Kamis, 17 Okt 2019
  • Home
  • Headlines
  • Pertama di Hukum Indonesia, Landmark Decision MA Dibatalkan

Pertama di Hukum Indonesia, Landmark Decision MA Dibatalkan

Selasa, 21 Januari 2014 09:37 WIB
Jakarta (SIB)- Mahkamah Agung (MA) setiap tahunnya melansir putusan-putusan yang dinilai cukup penting menjadi yurisprudensi dan mengubah peta hukum di Indonesia. Salah satunya kasus pernikahan yang dibatalkan setelah istri meninggal dunia. Siapa nyana, putusan itu dibatalkan lewat PK.

Putusan yang menjadi landmark decision (putusan penting) adalah perkara 329 K/Ag/2011. Perkara itu terkait pernikahan Edianto Sudarmono dengan Ina Kusuma Dewi pada 1995. Setelah Ina meninggal, perkawinan tersebut digugat oleh saudara-saudara Edianto.

Atas gugatan itu, Pengadilan Agama Semarang menolak gugatan tersebut. Namun keadaan berbalik lewat putusan Pengadilan Tinggi Agama Semarang yang membatalkan pernikahan Edianto dan Ina. Putusan ini dikuatkan lewat majelis kasasi dengan ketua majelis hakim Dr Andi Syamsu Alam, Dr Habibburahman dan Abdul Manan. Dalam laporan tahunan 2012, MA menjadikan putusan ini sebagai putusan bersejarah karena menjadi landmark decision.

Siapa nyana, putusan yang dinilai MA penting ini bisa berubah. Yaitu ketika Edianto mengajukan peninjauan kembali (PK) dan ternyata dikabulkan.
"Mengabulkan permohonan pemohon Drs Edianto Sudarmono dengan termohon Ratna Kusuma Binti Hartanto Kusuma dkk," demikian lansir panitera MA dalam websitenya, Senin (20/1).

Putusan PK ini diadili oleh ketua majelis Ahmad Kamil dengan anggota Abdul Gani Abdullah dan Hamdan H pada 19 Agustus 2013. Menurut kuasa hukum Edianto, Bagas Sarsito Anantyadi, relaas putusan ini telah diterima pihaknya.

"Perkawinan klien kami sah dan tidak dibatalkan," ujar Bagas. (detikcom/f)


T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments