Kamis, 17 Okt 2019
  • Home
  • Headlines
  • Perkara Alkes Rp5,3 Miliar, Bupati Samosir Diperiksa Sebagai Saksi Di Pengadilan Tipikor Medan

Perkara Alkes Rp5,3 Miliar, Bupati Samosir Diperiksa Sebagai Saksi Di Pengadilan Tipikor Medan

Rabu, 22 Januari 2014 10:41 WIB
SIB/int
Mangindar Simbolon, Bupati Kabupaten Samosir
Medan(SIB)- Bupati   Kabupaten   Samosir  Ir Mangindar  Simbolon diperiksa  sebagai saksi  di Pengadilan  Tipikor Pengadilan Negeri(PN) Medan,dalam sidang perkara dugaan korupsi   Rp 5,33 miliar  untuk pengadaan  alat kesehatan, kedokteran dan Keluarga Berencana  pada Dinas Kesehatan(Dinkes) Kab Samosir,yang bersumber dari APBN(Kementerian Kesehatan) TA 2012,dengan terdakwa dr Timbul  Panjaitan dan Sabaruddin  H Sianturi SKM.     

Selain bupati,tim jaksa penuntut umum(JPU)  Kejari Balige dan Kejatisu Nixon Lubis SH,Polim Siregar SH dan Eva N Nababan SH  juga mengajukan  4 orang saksi lainnya termasuk Manigor Simbolon  SKM selaku Kepala Dinkes Samosir 2012 dan Daulat Nainggolan selaku KPA(kuasa pengguna anggaran) pengadaan alkes 2012.

Pantauan wartawan, dalam  persidangan itu bupati  hanya diperiksa tidak lebih 10 menit  karena yang mengajukan pertanyaan  hanyalah dari pihak JPU, sedang pihak tim penasehat hukum  dan majelis hakim diketuai SB Hutagalung tidak ada mengajukan pertanyaan. Demikian juga kedua terdakwa(berkas terpisah)  tidak  ada menanggapi ataupun keberatan atas keterangan bupati sebagai saksi. 

Mangindar Simbolon  dalam keterangannya  yang singkat itu ,pada intinya ditanya tim JPU antara lain sekitar benar tidaknya pengusulan pengadaan alat kesehatan TA 2012  sebesar Rp 19 miliar,yang pada akhirnya terealisasi hanya Rp 10 miliar dari Kementerian Kesehatan RI(APBN). JPU Nixon Lubis  juga mempertanyakan Bupati  tentang penunjukan Sekretaris Dinas Kesehatan menjadi KPA atas usulan  Kepala Dinas  yang ditetapkan oleh Bupati. Atas pertanyaan itu Bupati  membenarkan adanya pengusulan  pengadaan alkes  2012 sesuai surat  27 Maret 2012.

Dalam surat dakwaan JPU disebutkan,tdalam pengadaan alkes itu telah terjadi penyimpangan dari ketentuan yang berlaku ,yang dilakukan t erdakwa  dr Timbul Panjaitan selaku  Ketua ULP(Unit Layanan Pengadaan bersama sama dengan  Sabaruddin Sianturi selaku PPK(pejabat pembuat komitmen), yang mengakibatkan kerugian Rp 5,33 miliar.

Untuk pelaksanaan pengadaan itu,Ir Ridwan Winata(PT Tiara Donya) telah melakukan lobi lobi kepada PPK dan untuk itu Sabaruddin meminta  dana taktis 15% walau terealisasi 13% agar  PPK memenangkan  PT Tiara Donya untuk pengadaan alkes tersebut.(A1/W)
 
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments