Kamis, 16 Jul 2020
  • Home
  • Headlines
  • Penularan Virus Corona Paling Banyak Melalui Tangan

Penularan Virus Corona Paling Banyak Melalui Tangan

* Pria Lebih Beresiko
Senin, 30 Maret 2020 10:29 WIB
Foto: dok.BNPB

Achmad Yurianto

Jakarta (SIB)
Juru bicara pemerintah terkait penanganan COVID-19 Achmad Yurianto (Yuri) meminta masyarakat menjaga kebersihan dengan selalu mencuci tangan sebelum melakukan kegiatan apa pun. Sebab, menurut Yuri, penularan virus Corona paling banyak terjadi melalui tangan.

"Ada satu kunci yang paling penting yang harus kita lakukan di samping menjaga jarak dalam kaitan interaksi sosial, yakni mencuci tangan dengan menggunakan sabun sebelum makan, sebelum minum, sebelum menyentuh mulut, sebelum menyentuh hidung, sebelum menyentuh mata," kata Yuri dalam siaran langsung melalui akun YouTube BNPB, Sabtu (28/3).

"Karena data menunjukkan penularan yang paling banyak justru karena perantara tangan," sambung Yuri.
Yuri menegaskan, tidak ada alasan bagi masyarakat untuk tidak mencuci tangan dengan sabun. Menurutnya, mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir efektif dalam mencegah penularan virus Corona.

"Ini yang menjadi penting, mencuci tangan dengan sabun, sehingga tidak ada alasan bahwa harus menggunakan hand sanitizer. Tidak. Dengan sabun sudah sangat efektif pada air yang mengalir. Ini yang diharapkan bisa dilakukan," ujar Yuri.
Lebih lanjut Yuri juga meminta masyarakat tetap tinggal di rumah selama masa pandemi Corona berlangsung. Dia mengimbau masyarakat bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah.

"Oleh karena itu, mari bersama-sama kita tetap di rumah, produktif di rumah, bisa bekerja dari rumah, belajar di rumah beribadah di rumah," tutur Yuri.

Lebih Berisiko
Riset terbaru mengungkap bahwa pria lebih berisiko terpapar virus corona dan memiliki angka tingkat kematian yang lebih tinggi.
Tren ini pertama kali terlihat di China di mana ada sebuah riset yang menemukan perbandingan angka tingkat kematian pria dan wanita. Pria memiliki fatality rate 2,8% sementara pada wanita angkanya lebih rendah yakni 1,7%.

Dikutip dari The Guardian, Jumat (27/3) pola ini kemudian memiliki kesamaan di Prancis, Jerman, Iran, Italia, Korea Selatan dan Spanyol. Di Italia, laki-laki tercatat 71% dari total kematian akibat Covid-19, dan di Spanyol ditemukan pria dua kali lipat lebih banyak dari wanita yang meninggal dunia karena virus corona.

Apa yang membuatnya pria lebih rentan terkena corona dibanding wanita?
"Jujur, jawabannya tidak ada yang tahu apa yang menimbulkan perbedaan itu," kata Prof Sarah Hawkes, Direktur UCL Centre for Gender and Global Health.

Kemungkinan, merokok adalah hal yang menjadi penjelasan dari permasalahan tersebut. Ambil contoh di China, hampir 50% pria merokok sementara wanita hanya 2%. Perbedaan dari kesehatan paru-paru inilah yang digadang menyumbang gejala dan hasil yang lebih parah.

Dari jurnal yang dirilis bulan lalu, ditemukan 26% dari perokok berujung pada perawatan intensif atau bahkan meninggal dunia. Apalagi, perokok lebih sering menyentuh bibir mereka dan kadang berbagi rokok yang bisa jadi telah terkontaminasi.

Dugaan lain, faktor selanjutnya datang dari kebiasaan antar gender. Beberapa studi menunjukkan pria lebih jarang mencuci tangan, apalagi dengan sabun. Sebagian di antara mereka juga cenderung lebih abai untuk mencari pertolongan medis.

Meski ini baru analisis dan tidak bisa digeneralisir, akan tetapi dari analisis di atas dapat diambil pelajaran untuk mulai berhenti merokok, mengingat Covid-19 sendiri menyerang sistem pernapasan. Jaga kesehatan, cuci tangan lebih rajin dan olahraga teratur. Jangan lupa mengurangi stres misalnya dengan bermain game. (detikcom /d)
T#gs Achmad YuriantoJakartaPenularan Virus Corona Paling Banyak Melalui TanganYouTube BNPBdetikcommenggunakan sabun
Berita Terkait
    Komentar
    Komentar
    Silakan Login untuk memberikan komentar.
    FB Comments