Kamis, 21 Nov 2019
  • Home
  • Headlines
  • Penjual Mie Pangsit di Medan Mengeluh Sepi Pembeli Karena Virus Kolera Babi

Penjual Mie Pangsit di Medan Mengeluh Sepi Pembeli Karena Virus Kolera Babi

redaksi Kamis, 07 November 2019 10:52 WIB
beritaagar
Ilustrasi

Medan (SIB)
Penjualan mie pangsit di Kota Medan menurun drastis akibat virus kolera babi yang melanda 11 daerah di Sumatera Utara termasuk di Medan. Minimnya penjualan ini diperparah dengan viralnya di media sosial tentang penyakit bintik-bintik pada manusia diduga akibat virus kolera babi.


Pantauan SIB, Rabu (6/11) siang di beberapa penjual mie pangsit seperti di Simpang Barat, Jalan Pringgan dan Sambu terjadi penurunan 60 hingga 80 persen. Penurunan pembeli kata mereka akibat adanya virus kolera babi. Walau dinas terkait sudah mengatakan bahwa virus kolera babi tidak menjangkit ke manusia, tetapi hal itu tidak membuat penikmat mie pangsit kembali mengonsumsinya.


Acai salah satu penjual mie pangsit di Jalan Pringgan Medan kepada SIB mengatakan, masyarakat yang datang untuk makan mie pangsit saat ini sudah sedikit. Kalau sebelumnya, sebelum virus kolera babi ini menjangkit, hampir setiap hari pengunjung banyak yang datang.


"Kami berharap kepada pemerintah agar segera mengatasi penyakit babi ini, sehingga usaha kami dapat berjalan dengan baik kembali. Kalau imbauan saja tidak cukup bahwa virus kolera babi tidak berbahaya pada kesehatan manusia, tetapi pemerintah harus bisa memberi obat penangkal virus kolera babi ini," katanya.


Pemerintah seharusnya meneliti lebih dalam lagi tentang penyakit sebenarnya, jangan dikatakan virus kolera babi, tetapi tidak dapat obat penangkalnya. "Hampir setiap hari kami baca di media cetak dan internet, babi bermatian dan ada juga dibuang ke sungai karena susah menguburkannya," katanya.


Hal yang sama juga dikatakan, Hasan penjual mie pangsit di Sambu. Ia mengatakan semenjak adanya virus kolera babi penjualan mie pangsit di tempatnya jauh berkurang, bahkan usaha mereka hampir bangkrut karena tidak ada yang datang.


Dia juga berharap kepada pemerintah agar cepat dapat memberikan obat penangkal virus kolera babi, sehingga usahanya tidak gulung tikar. Kalau masih ada babi yang mati di Sumut karena diduga virus kolera babi maka, usahanya tidak akan jalan lagi dan tutup. (M12/t)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments