Senin, 21 Okt 2019
  • Home
  • Headlines
  • Pengungsi Sinabung Bergelut dengan Bantuan Presiden

Jubir Presiden: SBY Tetap Update dengan Penanganan Bencana

Pengungsi Sinabung Bergelut dengan Bantuan Presiden

* Para Capres Partai Demokrat Kunjungi Pengungsi , *Jakarta Banjir, Presiden ke Bali Terkesan Kurang Peka
Selasa, 21 Januari 2014 10:01 WIB
SIB/dok
Bantuan Presiden RI
Jakarta (SIB)- Presiden SBY terus memantau perkembangan penanganan bencana yang terjadi di tiga provinsi di Indonesia. Presiden telah memberikan instruksi langsung melalui telepon kepada Gubernur DKI Jakarta Jokowi, Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho, Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Harry Sarundajang.

“Minggu lalu, Presiden juga berbicara langsung melalui telepon dengan gubernur di tiga wilayah bencana, Sumut, DKI, dan Sulut,” ujar Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparringa kepada detikcom, Senin (20/1).

Daniel mengatakan Presiden SBY selalu memantau dan memperoleh informasi paling mutakhir terkait dengan bencana yang terjadi di Tanah Air. Presiden SBY juga memimpin sendiri langkah-langkah koordinasi penanganan bencana di tingkat kabinet.

“Hasilnya, di samping BNPB, TNI dan Polri, Presiden juga telah menginstruksikan Menteri Sosial, Menteri Kesehatan dan Menteri PU untuk secara langsung menangani upaya penyelamatan dan pelayanan para korban bencana,” jelasnya.

Selasa (21/1), Presiden SBY kembali akan menggelar rapat terbatas penanggulangan bencana. Kemudian Kamis (23/1) Presiden SBY akan bertolak menuju wilayah bencana Gunung Sinabung.

“Kecemasan dan kecaman kepada Presiden SBY terkait dengan isu banjir sesungguhnya tidak perlu dan sangat tidak berdasar,” tutupnya.

Bantuan Presiden

Bantuan Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono kepada pengungsi erupsi Sinabung, Minggu (19/1) dibagikan ke posko-posko yang tersebar di berbagai tempat di Tanah Karo dikeluhkan para pengungsi dan anggota DPRD Karo. Selain isi bantuan berupa beras, susu, kopi, gula, mie instan dan air mineral tidak seragam, juga disesalkan bantuan berupa paket dibagikan kepada masing-masing kepala keluarga pengungsi.

Demikian dikatakan anggota DPRD Karo Suranta Sitepu dan Masdin DT Gingting didampingi sejumlah pengungsi kepada SIB, Senin (20/1) di Kabanjahe.
“Bantuan yang kami lihat dibagikan kepada pengungsi dalam paket kantongan berisi beras berkisar 4 kg, gula berkisar 1 kg, kopi sekitar 2,5 ons, susu bayi, aqua besar, roti dan mie instan. Yang dipertanyakan susu dan mie instan berbeda-beda jumlahnya. Ada satu kaleng susu, ada juga yang dua kaleng. Ada satu bungkus mie instan, ada pula dua bungkus mie instan”.

“Selain perbedaan jumlah itu, yang menjadi pertanyaan pengungsi dan kami anggota DPRD Karo, kenapa bantuan itu dibagikan kepada pengungsi. Saat ini para pengungsi tidak memiliki rumah tempat tinggal. Tentu tidak memiliki dapur untuk memasak apa yang diberikan Pak SBY. Baiknya kan bantuan itu disampaikan secara global kepada posko utama. Justru setelah bantuan itu diterima, pengungsi jadi repot. Harus membawa-bawa atau menjaga paket bantuan Pak SBY di posko-posko pengungsiannya. Sudah tempat pengungsian tidak menentu, ditambah lagi direpotkan menjaga dan menjinjing-jinjing paket bantuan Pak SBY. Saya pikir, bantuan ini tidak kena sasaran. Bahkan terkesan sarat kepentingan politik dan pencitraan. Ini bisa menjadi penilaian yang kurang baik bagi pengungsi,” ujar Suranta dan Masdin.

Padahal, sebelum bantuan Pak SBY diterima pengungsi, para pengungsi begitu gembira. Apalagi begitu pengungsi menerima kupon hari Jumat (17/1) dan Sabtu (18/1) untuk menerima bantuan Pak SBY, pengungsi begitu gembira. Ingin rasanya para pengungsi cepat menerima bantuan tersebut. Apa kira-kira bantuan Pak SBY, begitu pikir pengungsi. Tapi begitu diterima dalam bentuk paket berisi beras, gula, kopi, susu, mie instan dan aqua, spontan para pengungsi yang berkisar 8800 kepala keluarga (KK) atau berkisar 28.221 jiwa kecewa.

“Kami tidak menduga bantuan Pak SBY demikian bentuknya. Lebih baik itu diberikan paska pengungsian. Kalau sekarang bentuk bantuan demikian, di mana kami masak. Kami saja tidak memiliki rumah dan dapur. Ini bantuan yang mendongkolkan,” ujar sejumlah petani yang mendampingi Suranta Sitepu dan Masdin DT Ginting.

Hal yang sama juga dikatakan Wakil Ketua DPRD Karo Ferianta Purba SE kepada SIB, Senin (20/1). “Terlepas dari pencitraan, kita bisa lihat dari sisi positifnya dengan kedatangan Presiden ke Tanah Karo. Merupakan kehormatan bagi masyarakat Tanah Karo. Mengingat banyak bencana di beberapa daerah di Indonesia, namun berkenan datang ke Tanah Karo. Kita mengharapkan, kedatangan Pak Presiden, dapat diagendakan bencana Sinabung menjadi bencana nasional,” ujar Purba.

Ketua Tanggap Darurat dr Sabrina Br Tarigan yang dikonfirmasi perihal bantuan SBY tersebut, kenapa dalam bentuk paket dan tidak disumbangkan secara global ke posko utama, Senin (20/1), tidak diresponnya. Sementara Bupati Karo Kena Ukur Karo Jambi Surbakti yang  dikonfirmasi melalui Kadis Kominfo selaku Humas Pemkab Karo, Drs Kenan Ginting, Senin (20/1) mengatakan hal itu sudah menjadi ketentuan dari Sekretariat Kepresidenan.

Ramai-ramai ke Sinabung

Konvensi Capres Partai Demokrat yang akan diadakan di kota Medan dimanfaatkan sejumlah peserta untuk menyempatkan diri mengunjungi pengungsi Gunung Sinabung. Setelah Irman Gusman, di hari yang sama Gita Wirawan mendatangi sejumlah Posko pengungsian di Karo, Senin (20/1) malam.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Irman Gusman mengatakan bencana alam yang terjadi berbagai wilayah di Indonesia seperti banjir di Jakarta dan Manado, Sulawesi Utara dan erupsi Gunung Sinabung di Karo  perlu penanganan yang sistemik.

Erupsi Sinabung ini perlu ditetapkan menjadi bencana nasional. DPD RI telah membicarakan pihak terkait dengan menteri dan juga presiden agar erupsi Sinabung menjadi bencana nasional,” ungkap Irman, Senin (20/1).

Kedatangan Ketua DPD itu didampingi anggota DPD RI asal Sumut Dr H Rahmat Shah, Parlindungan Purba SH MM, Drs Rudolf M Pardede. Mereka disambut Bupati Karo DR (HC) Kena Ukur Karo Jambi Surbakti dan komandan tanggap darurat dr Saberina Tarigan didampingi sejumlah SKPD lingkungan Pemkab Karo di kantor Bupati Karo. Bupati Karo menyematkan pakaian adat karo “Beka Buluh” kepada ketua DPD sebagai tanda persahabatan dan rasa kekeluargaan masyarakat Karo dengan ketua DPD dan lembaga DPD RI.

“Kedatangan saya ke sini untuk berbagi duka dan juga untuk memberikan sumbangan kepada para pengungsi. Saya juga pernah ke Kabupaten Karo untuk memberikan sumbangan. Tetapi erupsi Gunung Sinabung kala itu tidak sepanjang yang terjadi sekarang,” ujar Irman.

Ketua DPD RI dan para rombongan juga meninjau para pengungsi yang ditampung di Masjid Agung Kabanjahe, GBKP Kota Klasis Kabanjahe dan Paroki Katolik. Dalam kunjungannya ke posko pengungsi ketua DPD dan anggota DPD menerima keluh kesah mengenai penderitaan yang dialami para pengungsi. Keluh kesah pengungsi antara lain, menyangkut keberadaan mereka nantinya paska bencana maupun biaya kehidupan mereka dan biaya untuk keperluan sekolah anak-anak mereka termasuk biaya pembayaran rekening listrik yang sudah beberapa bulan mereka tunggak pembayarannya.

Menurut sejumlah pengungsi, mereka sekarang ini sangat kesulitan biaya hidup, karena tanaman mereka hancur dilanda erupsi Sinabung. Bahkan lahan tempat mereka bercocok tanam juga sudah tidak layak ditanami lagi karena tertimbun lahar sinabung dan rumah tempat tinggal mereka ada yang runtuh dan tidak layak lagi untuk ditempati.

Anggota DPD RI dari Sumut juga menyerahkan sejumlah bantuan makanan ringan, minuman dan  lainnya. Bantuan tersebut diterima masing-masing pengurus Posko pengungsi.

Sementara dalam kapasitasnya sebagai Menteri Perdagangan RI, Gita Wirawan juga menyempatkan diri mengunjungi sejumlah pasar tradisional untuk memantau harga kebutuhan pokok di Pusat Pasar Berastagi. Pasalnya, ada informasi terjadi gejolak harga terkait proses distribusi kebutuhan bahan pokok warga Sinabung.

Gita mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan menteri terkait lainnya untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok warga Sinabung. “Ini perlu untuk menjaga stabilitas harga berbagai kebutuhan pokok dan konsumen tidak terganggu,” ungkapnya saat mengunjungi pengungsi di Masjid Agung.

Ia juga membantah bahwa kunjungannya ke Karo untuk berkampanye atau promosi tapi semata-semata berdasarkan kemanusiaan dan simpati terhadap korban erupsi Sinabung.

Ia mengharapkan dalam waktu dekat, erupsi Sinabung dapat segera  reda sehingga masyarakat dapat melakukan aktivitas seperti biasa.

Dalam kunjungan di lokasi itu, Menteri Perdagangan  RI menyempatkan diri berdialog dengan para pengungsi. Sejumlah pengungsi meminta kepada Pemerintah Pusat agar para korban erupsi Sinabung ditangani secara serius. “Lahan pertanian kami rusak dipenuhi abu vulkanik sehingga tidak bisa lagi bercocok tanam, produktivitas turun, belum lagi biaya pendidikan untuk anak-anak kami,” ujar seorang ibu br Sembiring.

Menyahuti itu, Menteri Perdagangan akan menyampaikan kepada menteri terkait lainnya. Gita Wirjawan yang juga Ketua Umum Barisan Indonesia (Barindo) menyalurkan bantuan kepada pengungsi Sinabung dengan membawa misi kemanusiaan seperti bantuan sembako, kebutuhan anak-anak sekolah seperti buku tulis dan  permainan anak-anak.

Selanjutnya ia bersama rombongan ke Posko Utama Tanggap Darurat Erupsi Sinabung menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Bupati Karo DR (HC) Kena Ukur Karo Jambi Surbakti. Kedatangan menteri itu disambut Bupati Karo, Wakil Bupati Karo Terkelin Brahmana dan sejumlah SKPD di lingkungan Pemkab Karo. Bupati Karo memberikan seperangkat pakaian adat Karo berupa Bekah Buluh.

Ia juga menginap salah satu lokasi pengungsi Sinabung di Perteguhen, Kecamatan Simpang Empat.

Kurang Peka
Sekretaris Fraksi Partai Hanura Saleh Husein mengkritisi sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang terkesan tidak peka terhadap banjir yang melanda ibukota.

Hal ini terkait dengan kunjungan kerja Presiden Ke Bali dalam rangka Munas XIII Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) pada 19-22 Januari, yang dinilainya tidak perlu dilakukan.

"Sebaiknya beliau tidak perlu harus ke Bali sehingga terkesan beliau tidak terlalu peka atas banjir yang terjadi di Jakarta," kata Saleh Husein, di Jakarta, Senin.

Menurut dia, pemerintah perlu fokus dalam menangani masalah banjir di Jakarta. Pihaknya pun mendorong Presiden untuk turun tangan mengkoordinir jajaran menteri dalam mengatasi akar permasalahan banjir tersebut.

Pihaknya mengkritisi pemerintahan Yudhoyono yang dinilainya lebih banyak memberi perhatian terkait persoalan Partai Demokrat daripada mengurus masalah bangsa.

"Apalagi di tahun politik seperti ini akan semakin membuat pemerintahan tidak akan efektif karena Presiden sendiri memberikan contoh sibuk mengurusi partai yang sudah pasti para menterinya akan mengikuti hal yang sama," kata Anggota Komisi V DPR ini.

Banjir yang melanda beberapa lokasi di Jakarta dalam sepekan terakhir telah membuat banyak warga terpaksa mengungsi.

Demokrat Bantah SBY Hanya Urusi Partai

Partai Demokrat membantah bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hanya mengurusi partai dan tidak memedulikan kondisi korban bencana di Sumatera Utara dan Manado, kata juru bicara Demokrat Ikhsan Modjo.

"Banyak pihak mengkritisi presiden lambat menangani bencana dan dianggap tidak peduli dengan korban bencana di Sumatera Utara dan Manado karena sibuk mengurus PD Itu pernyataan tidak benar," kata Ikhsan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin.

Ikhsan mengingatkan bahwa Presiden Yudhoyono melakukan kegiatan sebagai Ketum Demokrat hanya di akhir pekan atau hari libur.

Menurut dia, Presiden Yudhoyono tetap memberikan perhatian penuh terhadap masalah bencana alam yang terjadi di tanah air.

"Dalam waktu dekat, presiden sudah berencana mendatangi para pengungsi letusan Gunung Sinabung di Sumatera Utara dan korban banjir bandang di Manado, Sulawesi Utara," ujarnya.

Menurut Ikhsan, Presiden Yudhoyono sejak pekan lalu sudah melakukan rapat kabinet terkait bencana alam. Selain itu, ujar dia, Presiden sudah memberikan instruksi kepada para menteri terkait, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengambil tindakan cepat.

"Khusus untuk DKI, Presiden bahkan menginstruksikan bantuan langsung APBN Rp50 miliar untuk korban banjir DKI melalui BNPB," katanya.

Ikhsan mengatakan bencana alam yang dihadapi di Indonesia juga dialami di belahan dunia lain, seperti gelombang panas di Australia, angin topan di beberapa negara Asia tenggara, serta cuaca dingin ekstrem di Amerika Serikat.

Menurut dia dalam kondisi alam seperti itu saatnya semua komponen bangsa bekerja sama, berkontribusi, dan turun langsung mengantisipasi dan membantu korban bencana.

"Bukannya saling menyalahkan dan mempolitisasi isu bencana alam," ujarnya. (BR2/B1/detikcom/Ant/q)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments