Selasa, 14 Jul 2020
  • Home
  • Headlines
  • Pengamat Terorisme: ISIS ingin Tandingi Al Qaeda dan Taliban

Pengamat Terorisme: ISIS ingin Tandingi Al Qaeda dan Taliban

Jumat, 01 Agustus 2014 08:27 WIB
SIB/INT
Ilustrasi
Jakarta (SIB)-  Munculnya aliran Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) ke permukaan adalah sebagai reaksi upaya menandingi aliran terorisme.

"Imbas dari aliran ini tidak akan lama. Ini adalah upaya menandingi aliran terorisme seperti Al Qaeda dan Taliban. Efeknya sudah pasti tidak akan lama," jelas pengamat terorisme Al Chaidar pada Metro TV saat dihubungi, Kamis (31/7).

Dia memastikan gejala ISIS yang merambah ke Indonesia sifatnya hanya sementara. Menurutnya, ISIS bukan termasuk ke dalam aliran yang kuat.

Ideologi yang dianut oleh aliran ISIS pun tidak terlalu jelas. Sehingga aliran itu cenderung sekadar memperlihatkan eksistensi.

Aliran ISIS, tambahnya, merupakan gerakan yang baru tumbuh. Gerakan yang merespons adanya aliran Wahabi. Namun gerakan ini cenderung ekstraradikal sehingga gerakan yang mereka ciptakan terkesan berlebihan.

"Gerakan ini saya rasa hanyalah sebatas politik identitas bagi satu kelompok.

Tujuannya hanya memperkenalkan kelompok mereka. Mereka ingin memperlihatkan Islam ada berbagai jenis," ungkapnya.

Menanggapi dukungan  pemimpin Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) Abu Bakar Baasyir terhadap golongan ISIS, Al Chaidar mengaku tidak heran.

Bahkan, dia sudah bisa memastikan Abu Bakar Baasyir berhubungan dengan aliran ini.

Selain mendukung, lanjut Al Chaidar, Abu Bakar Baasyir juga terang-terangan meminta para pengikutnya juga mendukung gerakan ISIS.

"Ada baiknya ustaz Abu memerdekakan diri terlebih dahulu, ketimbang harus membaiat diri masuk dan mendukung gerakan ISIS," tukasnya.
Polri belum Bisa Tindak

Polri bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika menyelidiki unggahan di laman berbagi video Youtube yang mengajak bergabung dengan aliran Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

"Bagi Polri, informasi sekecil apapun itu akan dijadikan bahan analisa. Tapi apakah harus saja sampaikan ke teman-teman wartawan, kan tidak juga. Untuk kami lakukan analisa seperti apa, bagaimana koordinasi kami dengan kementerian terkait, itu sudah kami kerjakan," aku Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Agus Rianto.

Agus mengisyaratkan pihaknya belum bisa memberikan tindakan apapun terhadap kelompok masyarakat yang baru sekedar mendirikan organisasi yang terindikasi punya terkait dengan ISIS.

Selain penyelidikannya masih berjalan, dalihnya, kebebasan berserikat dan berkumpul sudah dijamin perundangan.

"Nah apakah nanti kelompok-kelompok itu melakukan kegiatan-kegiatan di luar ketentuan yang berlaku, ya kewajiban kami untuk mengawasi. Mekanismenya ada," tambahnya.

Perlunya menunggu hasil penyelidikan itu, katanya, adalah untuk memastikan kebenaran video serta pemeran di dalamnya. Ia pun meminta masyarakat untuk dewasa menyikapi informasi yang beredar di internet.

Banyaknya informasi di dunia maya yang ternyata palsu, ia mencontohkan, terbukti saat beredarnya wacana kerusuhan pada saat hari pencoblosan di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.

"Apalagi kalau tadi disampaikan, iya di Youtube memang ada, tapi kan apakah itu benar atau tidak," ucapnya.

Mengenai motif pembuatannya pun Agus belum bisa memastikan, apakah terkait ajakan untuk berangkat ke Suriah dan Irak, atau hanya provokasi.

Begitupula dengan keberadaan organisasi itu di Tanah Air. "Kami belum tahu apakah ini ada atau tidak," kata dia.

Dalam laman penyedia video Youtube, video berdurasi sekitar 8 menit memuat seruan kewajiban umat Islam untuk berjihad dengan jalan bergabung dan dibaiat dengan ISIS. (A24/f)

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments