Minggu, 09 Agu 2020
  • Home
  • Headlines
  • Penerima Bantuan Bedah Kemiskinan dari Kementan,Puluhan Kades di Langkat Diperiksa Polda Sumut

Penerima Bantuan Bedah Kemiskinan dari Kementan,Puluhan Kades di Langkat Diperiksa Polda Sumut

redaksi Kamis, 14 November 2019 09:24 WIB
Merdeka.com
Ilustrasi

Langkat (SIB)
Puluhan kepala desa dari dua Kecamatan Secanggang dan Babalan Kabupaten Langkat selaku kordinator penerima bantuan dari Kementerian Pertanian RI tahun 2018 melalui program "Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja)" diperiksa Penyidik Subdit III/ Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut di Aula Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Langkat sejak Senin hingga Jumat (4-8/11).


"Benar ada pemeriksaan oleh Polda kaitan RTM (Rumah Tangga Miskin) untuk dikroscek RTM sesuai data dari pusat melalui dinas sosial yang selama ini tidak sesuai dengan di lapangan," sebut Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Langkat Nasiruddin melalui telepon selularnya, Selasa (13/11).


Nasiruddin mengakui, data RTM dari dinas sosial banyak yang tidak sesuai atau tidak layak menerimanya, sehingga Dinas Pertanian Langkat mengalihkannya kepada yang berhak Nasiruddin menampik bahwa pemeriksaan Polda Sumut karena banyaknya penyimpangan termasuk bantuan 50 ekor ayam kampung yang diterima warga RTM banyak yang mati dan umumnya kecil-kecil tidak sesuai spek.


Sebelumnya Kabid Ketahanan Pangan Agribisnis dan Penyuluhan Dinas Pertanian Langkat Mahruzar juga membenarkan puluhan kepala desa sebagai kordinator penerima bantuan program "Bekerja Joko Widodo" itu diperiksa karena dituding banyak terjadi penyimpangan di lapangan. Bahkan ditemukan banyak kejanggalan, termasuk bantuan ternak yang umumnya tidak sesuai spek, ayamnya yang diterima warga ukurannya dan banyak yang mati sebelum dipelihara.


Diakuinya penerima Program Bekerja Joko Widodo itu seluruhnya ditangani oleh pusat termasuk data penerima RTM yang berasal dari dinas sosial. Sehingga bila dalam pengadaan ayam kampung, biaya pakan selama enam bulan dan penyediaan kandang dikeluhkan warga, pihaknya maklum.


Sebelumnya oknum Kades yang enggan menyebutkan namanya kepada wartawan, mengaku pihaknya diminta hadir untuk dimintai penjelasan dan keterangan oleh penyidik Subdit III/ Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut sehubungan penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan ayam dalam program Presiden Jokowi itu di Kabupaten Langkat.


Sejumlah warga sebagai penerima bantuan ayam kampung juga mengaku kecewa. Selain karena ayam yang diberikan kecil-kecil, mereka juga disuruh menandatangani harga satu ekor ayam Rp 37 ribu. Tidak hanya itu pakan ayam yang diberikan terlalu besar sehingga tidak sesuai dengan ukuran ayam.


Untuk diketahui sebelumnya 3.595 Rumah Tangga Miskin (RTM) di dua kecamatan Kabupaten Langkat menerima program bantuan dari Kementerian Pertanian RI Tahun 2018 dengan program Bekerja. Adapun Program Bekerja dari Presiden Joko Widodo berupa bantuan 50 ekor ayam lengkap dengan pakan dan kandang untuk per-RTM tersebar di dua kecamatan yakni Secanggang dan Babalan, Langkat. (M-24/d)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments