Selasa, 17 Sep 2019
  • Home
  • Headlines
  • Penangkapan Pengurus GNPF, Kapolda Sumut: Tidak Ada Kriminalisasi Ulama

Penangkapan Pengurus GNPF, Kapolda Sumut: Tidak Ada Kriminalisasi Ulama

* Gus Irawan Mangkir, Bakal Ada Tersangka Baru
admin Jumat, 31 Mei 2019 08:54 WIB
SIB/Saut Sihombing
KETERANGAN: Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto saat memberi keterangan kepada wartawan, Rabu (29/5).
Medan (SIB) -Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto menegaskan pihaknya tidak ada melakukan upaya tindakan kriminalisasi terhadap ulama. Hal itu diungkapkannya, menjawab tudingan berbagai pihak, terkait penangkapan dan penahanan terhadap dua orang pentolan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Sumut.

"Kita tidak pernah melakukan tindakan kriminalisasi kepada ulama. Ini ada perbuatan melawan hukum dan ada aturan hukum yang dilanggar. Jadi siapapun dia, kita tidak melihat siapa. Kalau dia pelaku pidana, ya dia pelaku," ungkapnya kepada wartawan, Rabu (29/5).

Misalnya, jelas Agus, kalau ada polisi yang melakukan tindak pidana bukan berarti hal itu dilakukan oleh semua polisi. Karena kata dia, yang berbuat (tindak pidana) adalah oknum yang bersangkutan.

"Jadi kita tidak akan gegabah melakukan penanganan masalah ini. Jadi kita fokus kepada siapa tokoh-tokohnya," jelasnya.

Untuk itu, jenderal polisi bintang dua tersebut mengimbau kepada masyarakat, jangan sampai kerukunan kehidupan bermasyarakat sampai terganggu, hanya karena sesuatu hal yang belum benar. "Kalau benar menurut dirinya sendiri kan susah. Negara ini ada aturannya. Kita punya kesepakatan-kesepakatan, dan kita juga punya instrumen, jadi ikuti saja instrumen yang ada," tandasnya.
Bakal Ada Tersangka Baru

Sementara itu, terkait adanya laporan kasus dugaan makar yang terjadi di Mesjid Raya Jalan Sisingamangaraja Medan belum lama ini, penyidik Ditreskrimum Polda Sumut telah memanggil beberapa saksi-saksi di antaranya Gus Irawan Pasaribu. Namun, anggota DPR RI itu mangkir dari pemanggilan Polda Sumut untuk diperiksa, Rabu (29/5).

"Sampai saat ini belum ada datang," kata Direktur Reskrimum Polda Sumut Kombes Pol Andi Rian, Rabu (29/5) siang.

Lanjut dia, dalam kasus dugaan makar yang terjadi, polisi masih melakukan tahap pemanggilan saksi-saksi. "Jadi ada dua laporan yang kita tangani. 1 Laporan (dugaan makar saat pawai obor) sudah ada kita tetapkan sebagai tersangka. Sementara laporan yang satu lagi (dugaan makar yang di Mesjid Raya) masih proses pemanggilan saksi-saksi termasuk Gus Irawan, Muhammad Syafi'i alias Romo, Dewi Budiati, dan Dhanil Simanjuntak," terangnya.

Sampai saat ini, penyidik belum menentukan kapan pemanggilan lanjutan untuk Gus Irawan. "Tergantung penyidikan," terangnya.
Saat ditanya kapan pemanggilan ketiga untuk Muhammad Syafi'i alias Romo untuk diperiksa, Andi Rian belum bisa menentukan kapan waktunya. "Kita panggil saksi-saksi dulu. Masya kita panggil terlapor langsung (Romo)," tegasnya.

Untuk kasus dugaan makar yang terjadi saat pawai obor dilaksanakan oleh GNPF Ulama Sumut, penyidik Ditreskrimum Polda Sumut telah menetapkan dua tersangka. "Untuk laporan dugaan makar saat pawai obor sudah 2 tersangkanya (Rafdinal dan Zulkarnain)," ucapnya.

Ia menyebutkan, dalam kasus ini bakal ada tersangka baru lagi. "Rencananya ada tersangka baru," sebut Andi.

Dia menjelaskan, kegiatan dugaan makar ini sudah mulai bergulir setelah masyarakat melaksanakan Pemilu 2019 pada 17 April 2019. "Kemudian ada beberapa kegiatan-kegiatan yang diinisiasi (mohon maaf ini dari kelompok 02) yang kemudian berujung beberapa kali demonstrasi. Di situ sudah terjadi penghasutan-penghasutan sehingga terakhir demo yang di DPRD Sumut hingga terjadi sedikit seperti chaos atau tindakan-tindakan anarkis," sebutnya.

Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan juga mengakui Gus Irawan tidak hadir untuk diperiksa. "Tidak hadir," terangnya.

Surat panggilan tersebut ditandatangani oleh Kasubdit I TP Kamneg Ditreskrimum Polda Sumut AKBP Simon Paulus Sinulingga pada tanggal 24 Mei 2019, yang menyebutkan agar Gus Irawan hadir untuk diperiksa di Unit 4 Subdit 1/TP Kamneg pada Rabu 29 Mei 2019 pukul 10.00 WIB. Gus Irawan dipanggil untuk dimintai keterangannya sebagai saksi perkara pidana makar sebagaimana dimaksud pasal 107 dan 110 KUHP. (M18/f)
T#gs Gus Irawan Irjen Pol Agus Andrianto Makar Pengurus GNPFKapolda Sumut
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments