Kamis, 16 Jul 2020

Jokowi Minta Terobosan

Penanganan Corona Jangan Datar-datar Saja

redaksisib Selasa, 30 Juni 2020 09:34 WIB
Ant/Akbar Nugroho Gumay

RATAS: Presiden Joko Widodo (kelima kanan) memimpin rapat kabinet terbatas mengenai percepatan penanganan dampak pandemi Covid-19 di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (29/6). 

Jakarta (SIB)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta adanya terobosan dalam penanganan virus corona (Covid-19). Jokowi ingin terobosan itu bisa dilihat masyarakat.

"Saya minta kita bekerja agar tidak linear, saya minta ada sebuah terobosan yang bisa dilihat oleh masyarakat," kata Jokowi saat membuka ratas 'Percepatan Penanganan Dampak Pandemi Covid-19' melalui video yang disiarkan YouTube Setpres, Senin (29/6).
Jokowi berharap terobosan itu berdampak pada percepatan penanganan Covid-19. Terobosan yang ada, kata dia, tidak datar-datar saja.

"Dan itu, terobosan itu saya harapkan betul-betul berdampak kepada percepatan penanganan ini, jadi tidak datar-datar saja," ujarnya.
Jokowi menjelaskan, terobosan yang dimaksud bisa dengan penambahan tenaga medis dari pusat ke provinsi. Terutama provinsi yang penyebaran kasus Covid-19 di wilayahnya masih tinggi.

"Bisa saja dilakukan dengan menambah personel dari pusat, atau tenaga medis dari pusat, untuk provinsi-provinsi di luar DKI yang menunjukkan tren penyebaran yang masih tinggi," kata Jokowi.

"Kedua mungkin bisa dibantu lebih banyak peralatan. Dan betul-betul, dua hal tadi kita kontrol di provinsi. Karena kalau tidak kita lakukan sesuatu, dan kita masih datar seperti ini, ini nggak ada pergerakan yang signifikan," sambung dia.

Hilangkan Ego
Presiden Jokowi juga mengingatkan agar semua pihak bekerja secara terintegrasi dalam pengendalian virus corona. Dia meminta agar tidak ada lagi ego sektoral dalam penanganan Corona.

"Menurut saya terpenting yaitu pengendalian yang terintegrasi, pengendalian yang terpadu sehingga semua kerja kita bisa efektif," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan agar semua lembaga, kementerian dan daerah menghilangkan ego sektoralnya masing-masing dalam pengendalian Corona. Dia meminta tidak ada yang bekerja sendiri menganani pandemi Corona.

"Nggak ada lagi ego sektoral, ego kementerian, ego lembaga, ego kedaerahan, apalagi jalan sendiri-sendiri saya kira ini sudah harus kita hilangkan," ucapnya.

Jokowi juga meminta agar pihak Polri dan TNI terus mendisiplinkan masyarakat terkait protokol kesehatan. Terutama, sebutnya, wilayah publik yang beresiko.

"Dukungan TNI Polri terutama dalam kedisiplinan di masyarakat, terutama untuk area publik yang beresiko kita harapkan untuk terus dijaga," ujarnya.

Kemudian Jokowi juga meminta agar terus ada inovasi dalam penanganan virus Corona sehingga memberikan dampak besar bagi masyarakat.

"Saya minta apa itu tadi menyiapkan sebuah terobosan agar ada sesuatu yang baru lagi yang kita kerjakan bersama-sama dan memberikan efek besar pada masyarakat untuk betul-betul kita mematuhi protokol kesehatan yang ada," imbuhnya.

Langkah Integrasi
Sementara itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 akan melakukan langkah integrasi agar penanganan virus corona tak datar-datar saja.

"Langkah integrasi. Seluruh komponen ini betul-betul harus menjadi satu bagian," kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo usai ratas.

Doni mengatakan, melalui langkah integrasi itu, Gugus Tugas akan terdiri dari seluruh komponen masyarakat. Dengan demikian, kebijakan yang dikeluarkan pemerintah akan selalu disambut positif oleh masyarakat.

"Gugus Tugas provinsi, Gugus Tugas kabupaten, kota harus diisi oleh seluruh elemen masyarakat, sehingga kebijakan yang dikeluarkan pimpinan daerah itu disambut positif, terutama yang berhubungan dengan upaya pencegahan, upaya peningkatan disiplin. Kampanye penggunaan masker," tuturnya.

"Bapak Presiden waktu kunjungan ke Jawa Timur kemarin menugaskan Gugus Tugas dan Kemenkes untuk memproduksi lebih banyak masker dan dibagikan kepada masyarakat. Apabila di tiap posko unsur bisa lengkap dan semua bisa memberikan dukungan, ini bisa membantu sehingga masyarakat bisa mematuhi imbauan yang disampaikan," sambung Doni.

Selain itu, kata Doni, penggunaan bahasa daerah sangat diperlukan. Dengan bahasa daerah, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami kebijakan yang ada.

"Sekali lagi, penggunaan bahasa daerah dan istilah yang tepat sangat diperlukan sekali," ujarnya.

Terkait terobosan dalam hal dukungan alat kesehatan, Doni mengakui saat ini memang masih belum merata. Kendati demikian, kata dia, saat ini hampir semua provinsi memiliki kemampuan mengetes Covid-19.

"Ketiga dukungan alat kesehatan untuk distribusi lebih banyak lagi mesin PCR. Dan sekarang ada 222 mesin di seluruh daerah.

Memang belum merata di seluruh kabupaten/kota atau di tingkat provinsi, tapi paling tidak hampir semua provinsi telah memiliki kemampuan memeriksa spesimen sehingga tidak perlu lagi ada satu provinsi yang mengirimkan ke provinsi lainnya," tuturnya.

Sementara terkait penambahan tenaga medis, Doni mengatakan Kementerian Kesehatan tengah berupaya mengirim tenaga kesehatan ke daerah yang membutuhkan. Demikian halnya dengan penambahan ventilator dan alat kesehatan. (detikcom/f)
T#gs Datar-datar SajaPenanganan CoronaPresiden Joko Widodo (Jokowi)TerobosanheadlineJakarta
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments