Rabu, 23 Okt 2019

Gubernur Jabar Ridwan Kamil

Pemindahan Ibu Kota Terbaik di Washington DC AS

admin Jumat, 30 Agustus 2019 13:04 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil
Medan (SIB) -Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau akrab disapa Kang Emil, memberi masukan kepada Presiden Joko "Jokowi" Widodo tentang konsep ibu kota baru. Masukan itu disampaikan Emil di Jakarta yang dilansir CNNI, Kamis (29/8).

Melihat berbagai negara yang sudah berhasil memindahkan ibu kotanya, Emil pun menyebut, pemindahan ibu kota terbaik yakni di Washington DC, Amerika Serikat. Oleh karena itu, Emil berharap Indonesia bisa berhasil seperti itu.

"Saya belum lihat detail, ini kan asumsi. Dari seluruh ibu kota yang dipindah dalam sejarah perkotaan, yang terbaik itu Washington DC," kata Emil.

Emil mengatakan, Washington DC menjadi ibu kota terbaik karena memang sudah teruji. Berbagai teori ilmiah telah menyebutkan, pemindahan ibu kota ke Washington DC menjadi yang paling berhasil.

"Itu kan ibu kota Amerika sudah teruji berabad-abad dan hasilnya berdasarkan teori ilmiah, itu ibu kota terbaik," ungkapnya.

Menurut Emil, di Washington DC, masyarakat bisa berjalan kaki ke mana saja. Jalanan juga tetap ramai di waktu pulang kerja. Ia berpesan, jangan sampai ibu kota di malam hari menjadi sepi.

"Jangan sampai kejadian dengan ibu kota baru lain, malam hari sepi. Karena apa? Tidak ada tempat retail, orang juga rumahnya jauh-jauh. Hidup di kota bukan hanya urusan kerja, tetapi percampuran kegiatan kemanusiaan harus ada," jelas Emil.

Emil memaparkan, lahan dengan luas 180.000 hektar tidak sebanding dengan jumlah penduduk 1,5 juta. Lahan tersebut akan menjadi terlalu luas, sehingga tidak terlihat padat penduduk.

"Kalau pakai teori Washington DC, sekitar 17.000 hektar. Maksimal 30-an ribu hektar. Itu sudah cukup. Gak usah 180.000 hektar, 30 berbanding 180," tutur mantan Wali Kota Bandung itu.

Emil juga menerangkan, apabila perkotaan terlalu luas dengan jumlah penduduk yang sedikit, maka akan menjadikan kota tersebut ketergantungan mobilisasi. Pendapat Emil, kota futuristik di masa depan yaitu kota yang bisa digunakan untuk berjalan kaki.

"Kantor, rumah, sekolah harus berdekatan, jalan kaki. Kalau kepepet baru public transport, terakhir baru mobil. Jangan dibalik. Jangan mendesain ibu kota baru yang mayoritas untuk mobil, untuk bangunan, tapi kemanusiaan, humanistiknya tidak maksimal," jelas dia. (M2/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments