Sabtu, 25 Mei 2019
  • Home
  • Headlines
  • Pemilu di Sumut Berjalan Damai, Jujur, Transparan dan Demokratis

Beberapa Tokoh Agama Menilai

Pemilu di Sumut Berjalan Damai, Jujur, Transparan dan Demokratis

admin Kamis, 16 Mei 2019 10:11 WIB
Ilustrasi
Medan (SIB) -Beberapa tokoh agama menilai pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak tahun 2019 yang diselenggarakan di Sumatera Utara berjalan damai, jujur, transparan dan demokratis.

Tokoh agama Sumut, H Rudi Suntari memberi aspirasi kepada seluruh panita penyelenggara sehingga Pemilu serentak tahun 2019 ini berjalan dengan damai. "Kita juga bangga kepada masyarakat karena telah berpartisipasi untuk datang ke TPS memberikan hak suaranya dalam pesta demokrasi. Kepada panitia penyelenggara juga kita berikan aspirasi. Peran Polri-TNI juga sudah sangat aktif sehingga Pemilu tanggal 17 April kemarin dapat berjalan damai," ucap dia, Rabu (15/5).

Ketua Forum Pimpinan Pesantren dan Dai Bersatu Sumut ini juga menilai, pesta demokrasi ini juga berjalan jujur dan adil. "Seandainya pun ada kecurangan, itu hanya kecil tidak mempengaruhi situasi kondusif saat ini," ucap dia.

Ia juga melihat kalau para penyelenggara pemilu telah bekerja dengan transparan. "Kalau kita lihat di lapangan, untuk membuat kecurangan sangat susah, jadi memang panita sudah menjalankan tugasnya tanpa ada intimidasi dan transparan," ujar dia.

Rudi juga mengatakan dalam sistem demokrasi saat ini, masyarakat dipersilahkan menyampaikan aspirasi dengan ketentuan undang-undang yang berlaku. "Yang disampaikan itu harus dengan data dan fakta," terang dia.

Sementara itu, Ketua NU Kota Medan Burhanuddin meminta kepada semua pihak agar bersabar dalam menunggu hasil Pemilu. "Mari kita jaga kedamaian di Sumatera Utara khususnya Kota Medan. Kita serahkan semuanya kepada perangkat atau penyelenggara Pemilu," ujarnya.

Ia sendiri menilai, para penyelenggara maupun panitia sudah menjalankan amanahnya dalam menjalankan tugas yang telah ditentukan UU. "Saya nilai memang sudah transparan dan jujur dan adil. Karena kita lihat di lapangan semua pihak sudah ikut mengawasi, jadi memang untuk melakukan kecurangan itu sangat susah," kata Burhanuddin.

Ia menyampaikan kalau, Pemilu serentak ini merupakan pertama kali dilakulan di Indonesia. Untuk itu, pesta demokrasi ini dapat dijadikan pelajaran bagi seluruh masyarakat.

"Kedepannya agar bisa lebih baik lagi," ujar dia. (M18/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments