Kamis, 13 Agu 2020
  • Home
  • Headlines
  • Pemerintah Ingatkan Lagi Daerah Perketat Jika Kasus Corona Meningkat

* Positif Covid-19 di Sumut Bertambah 109 Orang

Pemerintah Ingatkan Lagi Daerah Perketat Jika Kasus Corona Meningkat

* RSUD Perdagangan Dijadikan Rumah Sakit Rujukan
Jumat, 10 Juli 2020 09:24 WIB
Foto: Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo saat bersama Presiden Jokowi. 

Palangka Raya (SIB)
Pemerintah mengingatkan daerah untuk segera memperketat aktivitas begitu ada lonjakan kasus virus corona (Covid-19). Peranan kepemimpinan kepala daerah akan manajemen krisis menjadi kunci.

"Pak presiden mengatakan ada pelonggaran. Tapi begitu ada kasus segera dikunci, segera diketatkan kembali. Ini pentingnya kepemimpinan, manajemen krisis yang harus diterapkan para pimpinan di daerah. Begitu ada kasus melonjak, otomatis diketatkan, dibatasi kembali," ujar Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Letjen Doni Monardo kepada wartawan di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (9/7).

Doni menjawab pertanyaan apakah ada pertimbangan untuk kembali memperketat di daerah yang memiliki lonjakan kasus virus Corona. Doni mengatakan bahwa kasus di setiap daerah berbeda-beda. Ada yang memiliki tingkat kedisiplinan tinggi sehingga kasus virus Corona dikendalikan, ada juga yang sebaliknya.

"Kenapa seperti itu? Karena tidak semua daerah memiliki variasi yang sama. Ada yang tingkat kedisiplinannya tinggi ada yang rendah. Yang rendah mungkin disampaikan untuk tetap waspada, hati-hati, kegiatan bisa tetap jalan. Yang penting bagaimana masyarakat patuh pada protokol kesehatan," kata Doni.

Bertambah 109 Orang
Sementara itu, pertambahan jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) setiap hari semakin parah. Keparahan ini dapat dilihat dari angka 109 orang kembali terkonfirmasi positif melalui pemeriksaan swab Polymerase Chain Reaction (PCR).

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut Mayor Kes dr Whiko Irwan D SpB mengatakan jumlah penderita positif di Sumut sudah mencapai 2.085 kasus.

Hari sebelumnya, masih berada di angka 1.976 orang. "Saat ini jumlah penderita terkonfirmasi positif Covid-19 sudah mencapai 2.085 orang," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut Mayor Kes dr Whiko Irwan D SpB.

Whiko memaparkan, untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya juga masih meningkat sebanyak 13 menjadi 1.690 orang. Kemudian penderita meninggal naik 5 orang menjadi 115 orang, namun angka kesembuhan juga naik 11 orang menjadi 514 orang.
"Penurunan hanya terjadi pada Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 8 orang menjadi 252 orang," jelasnya.

Menurut Whiko, dengan belum diproduksinya vaksin Covid-19 sampai saat ini, maka pandemi yang berlangsung ini belum dapat dipastikan akan sampai kapan berakhirnya. Karenanya, untuk mengurangi dampak kesehatan akibat Covid-19, Pemprov Sumut menyediakan 5 rumah sakit rujukan Covid-19.

Whiko menerangkan, berdasarkan SK Gubernur Sumut Nomor 188.44/171/KPTS/2020, kelima rumah sakit rujukan Covid-19 tersebut adalah RS GL Tobing Tanjungmorawa, RS Martha Friska Yos Sudarso, RS Martha Friska Multatuli, RSUD Abdul Manan Simatupang dan juga RSUD Gunungsitoli.

Berdasarkan SK Gubernur Sumut Nomor 188.44/217/KPTS/2020, RSUD Perdagangan juga dijadikan sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 di Sumut, di samping sebanyak 5 RS rujukan Covid-19 berdasarkan SK Presiden RI sejak Februari 2020 lalu, diantaranya adalah RSUP H Adam Malik.

Selanjutnya, RSUD Abdul Manan Simatupang Kisaran, RSUD Tarutung, RSUD Djasmen Saragih Pematangsiantar dan RSUD Padangsidimpuan. "Selain itu, perawatan pasien Covid-19 juga didukung oleh rumah sakit pemerintah maupun swasta di Sumut yang memiliki fasilitas ruang rawat isolasi," terangnya.

Whiko membeberkan, dari sebanyak 21 RS di Kota Medan dan sekitarnya, mulai dari kelas A, B, dan C yang tergabung dalam rumah sakit online memiliki ruang isolasi beserta tempat tidurnya sebanyak 757 unit bed.

Tercatat, pada Rabu (8/7) pukul 17.00 WIB, sebanyak 575 penderita terpapar Covid-19 menjalani perawatan. "Sehingga masih ada sisa tempat untuk dapat digunakan bagi pasien baru, sebanyak 182 tempat tidur," bebernya.

Akan tetapi, Whiko mengakui, dengan terus meningkatnya angka penderita Covid-19, tidak menutup kemungkinan dalam beberapa waktu ke depan rumah sakit ini akan terisi penuh. Karenanya dia berpendapat, berapa pun jumlah rumah sakit yang disediakan pemerintah daerah akan tetap kembali penuh, apabila penularan corona masih terus terjadi.

"Untuk itulah sangat penting bagi kita memutus rantai penularan Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan," tegasnya. Whiko juga menambahkan, penderita PDP dalam kondisi klinis sedang atau berat harus dirawat isolasi di rumah sakit.

Bila hasil swabnya didapatkan negatif dua kali, pasien baru dapat keluar dari ruang isolasi kecuali jika memiliki penyakit menular lainnya selain Covid-19. Selanjutnya Orang Tanpa Gejala (OTG) dan ODP dilakukan isolasi mandiri di rumah.

Dalam kesempatan ini, Whiko juga menyebutkan, pemberlakuan PSBB dan lockdown yang berkepanjangan dilakukan, memang akan membatasi penyebaran Covid-19. Namun hal ini tidak akan menyelesaikan permasalahan Covid-19 beserta dampaknya, dan sebaliknya akan berdampak buruk terhadap ekonomi dan sosial bagi masyarakat dan pemerintah.

"Melaksanakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 adalah satu-satunya cara sebelum adanya vaksin. Disiplin dan bersabar lah dalam menjalankannya, selalu gunakan masker, jaga jarak, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta jauhi kerumunan orang banyak," pungkasnya. (detikcom/M11/M17/f)

T#gs Kasus Corona MeningkatLetjen Doni MonardoPemerintah Ingatkan
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments