Minggu, 05 Jul 2020
PalasBappeda

Pembunuh P Siregar dan Maraden Sianipar Terungkap

Polres Labuhanbatu Tangkap 2 Terduga Pelaku, 4 Lagi Masih Diburu
redaksi Rabu, 06 November 2019 14:25 WIB
Sib/Doc
DITANGKAP: Dua terduga pembunuh Maraden Sianipar dan Martua Parasian Siregar, VS (49) dan SH (50), warga Dusun VI Seisiali Desa Wonosari Kecamatan Panai Hilir Kabupaten Labuhanbatu, ditangkap dari rumahnya masing-masing oleh tim Satreskrim Polres Labuhanbatu, Selasa (5/11) sekira pukul 01:00 WIB.

Rantauprapat (SIB)
Pembunuhan Maraden Sianipar (55) dan Martua Parasian Siregar (42) yang ditemukan penuh luka di parit perkebunan sawit eks PT SAB/KSU Amelia Dusun V Seisiali Desa Wonosari Kecamatan Panai Hilir Kabupaten Labuhanbatu, terungkap.

Tim Satuan Reserse Kriminal Polres Labuhanbatu menangkap 2 terduga pelaku, Selasa (5/11) dini hari. Sedangkan 4 pelaku lainnya yang telah diketahui identitasnya masih diburu.


"Benar. Silakan koordinasi dengan Kasat Reskrim," kata Kapolres Labuhanbatu AKBP Agus Darojat menjawab konfirmasi SIB.
Kasat Reskrim AKP Jama Kita Purba menyebut, timnya telah menangkap 2 terduka pelaku pembunuhan tragis berinisial VS (49), pekerjaan petani, warga Dusun VI Seisiali Desa Wonosari Kecamatan Panai Hilir dan SH (50), petani, alamat Dusun VI Seisiali Desa Wonosari, dari rumahnya masing-masing, Selasa (5/11) sekira pukul 01:00 WIB.


"Mereka berperan memukul kedua korban menggunakan kayu bulat sepanjang satu meter dan menarik serta memasukkan mayat kedua korban ke parit bekoan," sebut Jama Kita kepada sejumlah wartawan.


Pihaknya juga mengamankan barang bukti 1 unit sepeda motor Honda Revo hitam.


"Selain kedua terduga pelaku yang telah diamankan, empat terduga pelaku lainnya saat ini masih dalam proses pengejaran. Empat terduga pelaku itu berinisial JS (DPO), S alias PR (DPO), M (DPO) dan P (DPO)," ungkap Kasat Reskrim.


Menurutnya, motif pembunuhan terhadap Maraden Sianipar dan Martua Suregar alias Sanjay, karena dendam terkait sengketa lahan kebun sawit.


"VS dan SH sudah dibawa ke Polres Labuhanbatu untuk diproses penyidikan dan pengembangan sesuai hukum yang berlaku," ujarnya.


Dia menambahkan, pembunuhan terhadap Maraden dan Martua terjadi di perkebunan kelapa sawit eks PT SAB/KSU Amelia, Dusun VI Seisiali Desa Wonosari Kecamatan Panai Hilir pada Rabu 30 Oktober 2019 sekira pukul 16:00 WIB.


"Mereka dipersalahkan melakukan tindak pidana dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain atau pembunuhan, sebagaimana dimaksud dalam rumusan/melanggar pasal pasal 340 subsider pasal 338 juncto pasal 55, pasal 56 KUHP, dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup," ungkapnya sambil menambahkan pihaknya sedang fokus melakukan penyidikan kasus yang menghebohkan warga Labuhanbatu ini.


Korban Maraden Sianipar, warga Jalan Gajah Mada Kelurahan Binaraga Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu, disebut pernah wartawan. Maraden juga mantan Caleg No.4 Partai Nasdem untuk DPRD Labuhanbatu dari daerah pemilihan Kecamatan Panai Tengah dan Panai Hilir pada Pemilu 2019. Korban ditemukan polisi bersama warga dalam keadaan tidak bernyawa dan penuh luka benda tajam di sekujur tubuhnya dalam parit bekoan belakang gudang kontainer eks PT SAB/KSU Amelia di Dusun VI Seisiali Desa Wonisari Kecamatan Panai Hilir, Rabu 30 Oktober 2019 sekira pukul 18:10 WIB.


Keesokan harinya, Kamis (31/10), polisi bersama masyarakat melanjutkan pencarian terhadap teman Maraden Sianipar, Martua Parasian Siregar, lalu ditemukan di parit bekoan yang sama, berjarak 200 meter dari tempat Maraden dievakuasi, Kamis (31/10) sekira pukul 09:30 WIB.


Korban Martua Parasian Siregar alias Sanjai, warga Jalan Syahbandar Lingkungan I Kelurahan Seiberombang Kecamatan Panai Hilir, disebut pernah wartawan SKM Pindo Merdeka dan kemudian aktif sebagai aktivis LSM Forum Pembela Hak Hak Masyarakat. (BR6/t)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments