Selasa, 21 Mei 2019

Pembebasan Siti Aisyah Picu Kemarahan di Malaysia

* Mahatir: Sudah Sesuai Prosedur Hukum
admin Rabu, 13 Maret 2019 09:42 WIB
Ant/Akbar Nugroho Gumay
PRESIDEN TERIMA SITI AISYAH: Presiden Joko Widodo (tengah) menyalami WNI yang terbebas dari dakwaan pembunuhan Kim Jong Nam di Malaysia, Siti Aisyah (kedua kanan) saat pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (12/3).
Kuala Lumpur (SIB) -PM Malaysia, Mahathir Mohamad, mengaku tidak mengetahui ada lobi dari Indonesia untuk pembebasan terdakwa pembunuhan Kim Jong-Nam, Siti Aisyah. Dia menyebut pembebasan Siti Aisyah adalah murni urusan hukum. "Di dalam sistem hukum mengizinkan pembatalan dakwaan. Itu yang terjadi. Saya tidak tahu rincian tentang penyebab pembatalan dakwaan itu," ujar Mahathir seperti dilansir The Star, Selasa (12/3).

Dia menambahkan, dirinya sama sekali tidak mengetahui jika telah terjadi negosiasi antara Indonesia dan Malaysia dalam kasus ini.
Menurut Mahathir, pembebasan Siti Aisyah berdasarkan keputusan pengadilan. Prosesnya sesuai hukum yang berlaku. "Ini adalah keputusan yang dibuat oleh pengadilan. Dia diadili dan kemudian dia dipulangkan. Jadi, itu adalah proses yang sesuai hukum," ucapnya. "Saya tidak tahu detailnya tapi jaksa penuntut dapat mencabut tuntutan hingga membebaskan," sambung Mahathir.

Pembebasan Siti Aisyah memicu kemarahan di Malaysia. Warga negeri itu menilai pemerintah tunduk terhadap tekanan diplomatik.
"Tak boleh satu pemerintahan menekan Malaysia untuk membebaskan seorang terdakwa dalam kasus kriminal," ujar seorang pengguna Facebook. Netizen lainnya, John Lim mengatakan, pembebasan Siti Aisyah sama sekali tidak seusai dengan aturan hukum.

Siti Aisyah diadili bersama seorang perempuan Vietnam Doan Thi Huong dalam kasus pembunuhan saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un itu. Kedua perempuan itu terus menolak terlibat dalam pembunuhan Kim Jong Nam. Keduanya bersikukuh ditipu para mata-mata Korut karena disangka hanya melakukan aksi untuk kepentingan satu program televisi.

Setelah Siti Aisyah bebas, kuasa hukum Doan Thi Huong meminta jaksa agung Malaysia membebaskan kliennya. Jaksa akan menyampaikan hal ini kepada Mahkamah Agung Malaysia di Shah Alam sebelum memberikan hasilnya pada Kamis mendatang.

Sebelumnya diberitakan, pemerintah Indonesia menyatakan bebasnya Siti Aisyah tidak lepas dari lobi-lobi yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga menteri/kepala lembaga terkait sejak era Perdana Menteri Malaysia Najib Razak hingga kini dijabat Mahathir Mohamad.

Pertemuan membahas pengajuan pembebasan Siti Aisyah disebut dilakukan Presiden Jokowi dengan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad pada 29 Juni 2018 di Bogor dan pertemuan Menkum HAM dengan Perdana Menteri Malaysia pada 29 Agustus 2018 di Putrajaya, Malaysia.

"Atas perintah Bapak Presiden, kami, Menlu, Kapolri, Jaksa Agung, berkoordinasi dengan Malaysia untuk mencari cara pembebasan beliau. Bapak Presiden berkomunikasi dengan baik dengan Pak Najib maupun Tun Mahathir. Ini proses panjang upaya dilakukan membantu Saudari Aisyah dan kehadiran negara sesuai Nawa Cita," kata Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly saat jumpa pers di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (11/3).

Rasa Syukur Jokowi
Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan rasa syukur atas bebasnya Siti Aisyah dari ancaman hukuman mati atas dakwaan pembunuhan Kim Jong-Nam di Malaysia. Jokowi turut bersyukur Aisyah bisa berkumpul kembali bersama keluarga.

"Alhamdulillah kita patut bersyukur bahwa Siti Aisyah sudah dapat terbebas dari ancaman hukuman yang sangat berat dan sudah bisa berkumpul kembali dengan keluarganya, bapak, ibu dan kakaknya," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (12/3).

Jokowi mengatakan pembebasan Siti adalah hasil dari proses pendampingan hukum pemerintah kepada WNI di luar negeri. Pengacara sudah mendampingi Siti sejak kasusnya bergulir.

"Ini adalah proses pendampingan hukum dari pemerintah yang sangat panjang yang sangat lama yang terus menerus antara lain lewat pengacara yang itu dilakukan sejak Siti ditangkap," katanya.

Dia juga menegaskan, apa yang dilakukan pemerintah adalah bentuk kepedulian pemerintah terhadap WNI yang bermasalah di luar negeri.

"Ini adalah wujud kepedulian pemerintah terhadap warganya. Dan kemarin secara resmi pemerintah diwakili Kemenlu telah menyerahkan Siti Aisyah kepada keluarganya dan saya ucapkan selamat berkumpul Siti Aisyah dengan keluarganya," jelas Jokowi.

Sebelumnya, Aisyah pulang ke Indonesia pada hari Senin (11/3) setelah dakwaannya dicabut. Sepulangnya di Tanah Air, pemerintah menyerahkan Aisyah kepada keluarganya.

Lempar Senyuman
Tak ada kata yang terucap dari Siti Aisyah setelah bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Aisyah, yang terbebas dari dakwaan pembunuhan Kim Jong Nam--kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un--hanya tersenyum.

Pertemuan antara Aisyah dan Jokowi itu terjadi di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (12/3). Saat bertemu, Aisyah langsung menyalami dan mencium tangan Jokowi sebanyak tiga kali.
"Terima kasih, Pak," kata Aisyah kepada Jokowi.

Aisyah juga sempat mengenalkan orang tua dan kakaknya ke Jokowi dalam pertemuan itu. Pertemuan itu kemudian berlangsung secara tertutup.

Seusai pertemuan, Jokowi mengantarkan langsung Aisyah dan keluarganya hingga pintu meninggalkan Istana Merdeka. Tidak ada pernyataan dari Aisyah di dalam Istana Merdeka kepada wartawan.

Saat dikejar wartawan, Aisyah juga enggan bicara. Dia berjalan terus sambil menggandeng ibunya.

Aisyah hanya sesekali tersenyum ke arah wartawan sambil terus berjalan hingga masuk ke mobil. Begitu juga ibu dan ayahnya, yang diam tak berkomentar.

PERMINTAAN SITI
Terpisah, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menjelaskan soal pertemuan Siti Aisyah dan keluarganya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta. Retno mengatakan pertemuan itu atas permintaan Siti dan keluarganya yang ingin menyampaikan ucapan terima kasih secara langsung.

"Jadi intinya begini, atas permintaan keluarga tadi bapak, ibu, kakak, dan Siti Aisyah memang dari kemarin minta ketemu Bapak Presiden untuk secara langsung menyampaikan terima kasih kepada Presiden," kata Retno.

Retno mengatakan, orangtua Siti Aisyah berkali-kali meminta ditemukan dengan Jokowi. Keluarga Siti hendak mengucapkan terima kasih atas bebasnya Siti dari dakwaan kasus pembunuhan kakak pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, yakni Kim Jong Nam, di Malaysia.

"Bapak dan Siti Aisyah berkali-kali, ibunya, kakaknya bahasanya tadi beribu-ribu nuhun, terima kasih kepada Bapak Presiden yang dari sejak awal kasus ini muncul terus melakukan pendampingan, baik pendampingan hukum maupun pendampingan kekonsuleran," kata Retno.

Sementara itu, terkait dengan bebasnya Siti dari dakwaan kasus pembunuhan tersebut, Retno mengatakan hal itu hasil dari proses panjang yang dilakukan pemerintah Indonesia. "Dan alhamdulillah, dari semua proses hukum yang kita lakukan berujung pada keputusan yang teman-teman sudah ketahui semua bahwa Siti Aisyah dapat bebas dan dipulangkan kembali ke Indonesia," kata Retno.

Retno juga mengatakan, dalam proses hukum Siti tersebut, banyak pihak yang dilibatkan, dari Menteri Luar Negeri, Menteri Hukum dan HAM, Jaksa Agung, Kapolri, hingga BIN.

"Kita terus bergabung berupaya untuk mencari atau memberikan tambahan-tambahan selain pengacara, kita sudah punya pengacara. Tapi tentunya kita perlu juga upaya dari kita untuk memberikan hal-hal lain dalam proses hukum misalnya bukti-bukti dan sebagainya yang pada akhirnya dapat meringankan tuntutan kepada Siti Aisyah," katanya.

"Jadi sekali lagi bahwa ini adalah proses hukum yang sudah cukup lama, sudah 2 tahun 24 hari by today. Sudah lama. Dan alhamdulillah berakhir dengan baik," imbuhnya. (Thestar/AFP/Kps/Detikcom/h)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments