Rabu, 13 Nov 2019
  • Home
  • Headlines
  • Pembangunan Jalan Provinsi Tano Ponggol Senilai Rp7,2 Miliar Terkesan Lambat dan Amburadul

Pembangunan Jalan Provinsi Tano Ponggol Senilai Rp7,2 Miliar Terkesan Lambat dan Amburadul

* DPRD Humbahas Minta Gubernur Sumut Perintahkan Dinas Terkait dan Rekanan Percepat Pembangunan
redaksi Jumat, 01 November 2019 10:00 WIB
SIB/Frans Simanjuntak
TINJAU : Ketua DPRD Humbahas sementara Ramses Lumban Gaol didampingi Wakil Ketua sementara Labuan Sihombing dan sejumlah ketua dan anggota fraksi DPRD Humbahas saat meninjau progres perbaikan Jalan Provinsi Tano Ponggol, Kamis (31/10).
Humbahas (SIB) -Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) meminta sekaligus mendesak Gubernur Sumatera Utara (Sumut) untuk memberikan perhatian serius terhadap proses pembangunan jalan provinsi Tano Ponggol yang menghubungkan Kecamatan Onan Ganjang dan Kecamatan Pakkat.

Desakan itu disampaikan oleh Ketua DPRD Humbahas sementara Ramses Lumban Gaol didampingi Wakil Ketua sementara Labuan Sihombing dan sejumlah ketua dan anggota fraksi DPRD Humbahas di antaranya, Moratua Gajah, Roberto Manullang, Jamanat Sihite, Guntur Simamora, Kosting Silaban, dan Carles Purba saat meninjau progres perbaikan Jalan Tano Ponggol tersebut, Kamis (31/10).

Ramses mengatakan, dari hasil kunjungan mereka di lapangan, terdapat sejumlah kejanggalan dalam proses pengerjaan proyek senilai Rp7,2 miliar lebih itu. Selain terbilang sangat lambat, proses pengerjaan juga terkesan tidak profesional dan amburadul. Dan dikhawatirkan tidak akan dapat selesai sesuai dengan batas waktu yang ditentukan. Karena saat ini musim penghujan, dan sisa waktu yang terbilang sedikit.

Padahal kata dia, jalan itu sangat vital untuk menunjang transportasi masyarakat dari daerah Pakkat, Onan Ganjang dan sekitarnya. Selain itu jalan ini merupakan jalan yang dapat menghubungkan Kabupaten Humbahas dengan Barus Kabupaten Tapanuli Tengah. Namun untuk sementara jalan itu terpaksa dialihkan dari jalan alternatif melalui Kecamatan Parlilitan - Pakkat.

"Kita perlu sampaikan, kehadiran kita di sana untuk menyampaikan aspirasi masyarakat khususnya masyarakat Pakkat, Onan Ganjang, dan Parlilitan yang saat ini sudah sangat resah dan terganggu akibat pembangunan jalan Tano Ponggol tersebut. Pada intinya kita ingin mendesak Gubernur dalam hal ini UPT Binamarga dan pihak rekanan untuk memberikan perhatian dan mempercepat proses pembangunan jalan itu," kata Ramses.

Lebih lanjut Ramses menyampaikan, dalam waktu dekat pihaknya juga akan segera menyurati dan menemui langsung Gubernur Sumut Edy Rahmayadi untuk menyampaikan hasil kunjungan mereka di lapangan, sekaligus meminta Gubernur untuk memerintahkan bawahannya agar mempercepat pembangunan jalan itu.

"Sebentar lagi akan memasuki perayaan hari besar, seperti Natal dan Tahun Baru. Tentunya akan banyak anak rantau yang pulang kampung. Jumlah kendaraan yang lewat juga pasti akan tinggi. Jadi jalan itu harus secepatnya selesai dikerjakan. Dan kita akan segera menyurati dan menemui Gubernur untuk menyampaikan hal itu," ujarnya sembari meminta masyarakat pengguna jalan itu untuk bersabar menunggu selesai dikerjakan.

Selain DPRD Humbahas, diketahui Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor juga sudah berulang kali mengunjungi proyek pembangunan jalan provinsi itu untuk meminta dan mendesak pihak Dinas Binamarga dan Binakonstruksi rekanan untuk mempercepat pembangunan jalan itu.

Sementara itu, PPTK Pembangunan Kurab/Talup/Bronjong pada ruas jalan provinsi di Kabupaten Humbahas, Erik Situmorang didampingi pegawai UPTJJ Doloksanggul Jendry Napitupulu ketika ditanyai SIB di lokasi proyek mengatakan, hingga saat ini progres pekerjaan masih sebesar sepuluh (10) persen. Padahal, sesuai dengan jadwal kontrak proyek ini telah ditandatangani tanggal 22 Juli 2019 lalu. Dan sudah hampir tiga bulan berjalan.

Dia mengaku, pihaknya sudah sangat efektif melakukan pengawasan terhadap kinerja rekanan. Baik itu ketersediaan material, tenaga kerja dan peralatan sudah sangat maksimal. Namun ada beberapa kendala yang mereka hadapi di lapangan, salah satunya cuaca yang sering hujan.

"Saat ini sudah 80 borpile (pondasi tiang bor) yang siap. Dari target kita 300 titik. Kalau dari progresnya masih sekitar 10 persen. Tapi kita upayakan, awal bulan Desember jalan ini sudah bisa dilalui kendaraan. Kendala hanya masalah cuaca saja," kata Erik.

Sementara Jendry menambahkan pihaknya akan tetap bekerja dengan profesional dan mendesak pihak rekanan yaitu CV Husiba dan dan Consultan Pengawas CV Setia Consultant menyelesaikan tepat waktu.

"Kunci pekerjaan ini sebenarnya ada di borpile-nya. Memang untuk tahap itu agak lambat. Namun kalau itu sudah selesai, kita tinggal buat filekep dan dinding turab. Jadi kalau nanti dindingnya sudah naik kira-kira 2 meter, langsung kita timbun agar langsung bisa dilalui. Teruslah begitu sampai mencapai tinggi maksimum. Diharapkan awal bulan 12 (Desember) sudah bisa dilalui," kata Jendry. (BR8/f)
T#gs Amburadul Gubernur Sumut Jalan Provinsi Tano Ponggol Jalan Provinsi Tano Ponggol Senilai Rp72 Miliar Terkesan LambatDPRD Humbahas
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments