Kamis, 14 Nov 2019
  • Home
  • Headlines
  • Pelayaran Perdana KMP Ihan Batak Dipercepat untuk Momen Natal dan Tahun Baru 2019

Pelayaran Perdana KMP Ihan Batak Dipercepat untuk Momen Natal dan Tahun Baru 2019

* KM Feri Kemenhub Mubazir di Onanrunggu, Pemerintah Dituding Salah Besar
Admin Sabtu, 29 Desember 2018 09:36 WIB
Parapat (SIB) -Direktur Angkutan Multi Moda (AMM) Kementerian Perhubungan Ahmad Yani dan Direktur Komersial ASDP PT Indonesia Ferry Persero, M Yusuf Hadi bersama rombongan meninjau pelayaran perdana KMP Ihan Batak di Danau Toba Pelabuhan Ajibata Kabupaten Tobasa, Kamis (27/12).

Ahmad Yani kepada wartawan mengatakan, KMP Ihan Batak diperuntukkan untuk masyarakat Toba. Pihaknya mengaku telah melihat antuasias masyarakat dengan keberadaan Kapal Ihan Batak yang saat ini sudah beroperasi untuk mengangkut penumpang dan kendaraan antar pelabuhan Ajibata dan Ambarita Samosir.

Dikatakan Ahmad, untuk tahun 2019 mendatang, pihaknya akan menambah kapal yang mirip dengan Kapal Ihan Batak yang memiliki fasilitas yang sama, ruangan penumpang memiliki Air Condition (AC), CCT dan memiliki alat keselamatan lengkap dan fasilitas lainnya untuk mendukung kenyamanan, keamanan dan keselamatan penumpang di dalam kapal.

"Tahun 2019 kita akan membuat kapal lagi sehingga 2 KMP akan beroperasi untuk melayani penyeberangan antar Pelabuhan Ajibata dan Ambarita, kalau masih kurang lagi kita akan berkoordinasi dengan balai untuk menambah kapal," katanya.

Ahmad mengakui peresmian pengoperasian KMP Ihan Batak semestinya 12 Januari 2019 mendatang, namun dipercepat untuk melayani konsumen pada momen Natal dan Tahun Baru 2019 agar antrean kendaraan di pelabuhan Ajibata dan Samosir yang selama ini panjang dapat terurai.

Menurut Ahmad, dengan penataan pelabuhan Ajibata, infrastruktur jalan yang bagus dan dipadu dengan alat penyeberangan danau yang memadai, tempat ini dapat dikelola untuk destinasi pariwisata yang menarik sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

Dia mengajak dinas terkait, ASDP dan seluruh masyarakat agar merawat, menjaga kebersihan KMP Ihan Batak dengan baik sehingga dapat dipergunakan dengan jangka waktu lama untuk mendukung aktifitas sosial, ekonomi dan aktifitas masyarakat lainnya.

Ahmad berterima kasih kepada Pemkab Tobasa yang telah mendukung pembuatan hingga kapal dapat beroperasi di Danau Toba serta mengimbau agar masyarakat  peduli dengan safety atau keselamatan.

Sementara Direktur Komersial ASDP M Yusuf Hadi sebagai pihak pengoperasian kapal berterimakasih kepada pemerintah melalui kementerian perhubungan karena sudah mempercayakan ASDP sebagai penanggungjawab KMP Ihan Batak di Danau Toba.

Kapal Ihan Batak ini hadir untuk memberikan semangat kepada masyarakat di Danau Toba. Melalui  kapal ini dapat menjadi contoh edukasi yang memprioritaskan keselamatan sebagai sarana penting dalam mendongkrak kunjungan wisatawan di kawasan Danau Toba .

Dikatakannya pihaknya siap mengoperasikan KMP Ihan Batak dengan standar safety, standar security (keamanan) dan aturan-aturan.

Pengamatan SIB, tabel harga jasa angkutan KMP Ihan Batak tertera di loket tiket, rombongan meninjau ruangan kapal dan berdialog dengan beberapa penumpang. Hermanto warga Jakarta mengaku keluarganya rutin  setiap tahun berlibur ke Pulau Samosir dan selalu menggunakan jasa angkutan penyeberangan dari Pelabuhan Ajibata menuju Pulau Samosir. "Setiap tahun kami harus menunggu antrean panjang dan lama untuk masuk ke dalam kapal penyeberangan. "Syukurlah KMP Ihan Batak sudah beroperasi, disamping ruangan penumpang nyaman dan fasilitas lengkap, dengan kehadiran Ihan Batak kami akan cepat sampai di Pulau Samosir," katanya kepada Ahmad Yani.

Salah Besar
Sementara itu di tempat terpisah, Kapal Motor (KM) feri Kemenhub seharga miliaran rupiah yang tidak berfungsi di Dermaga Onanrunggu Samosir, sebaiknya digeser agar berlayar di perairan Danau Toba kawasan Balige-Muara dan sebaliknya.

Anggota Komisi V DPR Capt Anthon Sihombing menyatakan hal itu menjawab SIB baru-baru ini di KNIA Deliserdang.

Disebutkannya, feri yang disiapkan Kemenhub selama ini berlayar khusus mengangkut mobil dari Dermaga Onanrunggu menyeberang ke Muara dan sebaliknya.

Selama feri itu berlayar, menurut Sihombing, idak ada mobil diangkut baik dari Dermaga Onanrunggu Samosir ke Muara dan sebaliknya. 

Dia berharap feri yang mubazir tak berfungsi di Dermaga Onanrunggu itu sebaiknya digeser ke perairan Balige-Muara dan sebaliknya.

Sihombing menuding pemerintah salah besar dalam mengkaji dan menentukan KM feri itu berlayar di Onanrunggu ke Muara.

Pasalnya, tidak ada mobil yang dibawa feri tersebut selama berlayar di Onanrunggu.

Terkait akses ke daerah obyek wisata Danau Toba, menurut Sihombing, pihak Kemenhub pada 2019 juga akan membangun dermaga feri di Tongging Karo.

Menurut dia, Pemkab Karo menyatakan siap mendukung rencana proyek penbangunan dermaga feri di Tongging itu.

Setelah Dermaga Tongging, menurutnya, Kemenhub juga akan membangun dermaga feri di Sipolha Simalungun dan di Silalahinabolak Dairi pada 2020. (D13/A23/c/h)
Editor: Admin

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments