Selasa, 21 Mei 2019

Paus Basuh Kaki 12 Narapidana di Penjara

admin Minggu, 21 April 2019 09:00 WIB
Medcom
MENCIUM: Paus Fransiskus mencuci, mengeringkan dan mencium kaki 12 tahanan yang terdiri dari sembilan warga Italia dan masing-masing satu tahanan dari Brasil, Pantai Gading dan Maroko, di Penjara Velletri, Kamis (18/4). Paus sering melakukan upacara Kamis Putih di penjara untuk menguatkan pesannya bahwa tokoh terpenting pun harus melayani budak yang paling marjinal, seperti yang dilakukan Yesus saat membasuh kaki murid-muridnya.
Roma (SIB) -Paus Fransiskus membasuh kaki 12 narapidana di sebuah penjara di Velletri, sebuah kota di luar Roma, pada Kamis (18/4) waktu setempat. Kegiatan ini dilakukan Paus sebagai bentuk simbol bahwa manusia harus melayani sesama, seperti saudara sendiri.

Ritual mencuci kaki para narapidana yang dilakukan Paus Fransiskus itu bagian dari ritual ibadah Kamis Putih, menjelang peringatan penyaliban Kristus pada Jumat Agung dan kebangkitannya.

Pada Jumat (18/4), Paus memimpin prosesi Jalan Salib di Colosseum Roma, diikuti oleh Malam Paskah di Basilika Santo Petrus dan Minggu Paskah di Lapangan Santo Petrus.

Paus sering melakukan kegiatan Kamis Putih di penjara. Hal ini dilakukannya untuk mengirimkan pesan bahwa sosok penting harus melayani orang-orang terpinggirkan, seperti budak, yang dulu dilakukan Yesus dengan membasuh kaki para murid-muridnya. "Uskup bukan orang penting. Uskup harus menjadi orang yang paling melayani," katanya.

Paus Fransiskus mencuci kaki 12 terpidana, mengeringkannya, dan mengecup kaki-kaki itu. Kaki para narapidana yang dibasuh Paus itu merupakan 9 tahanan asal Italia dan tiga terpidana masing-masing dari Brasil, Pantai Gading, dan Maroko.

Perayaan Paskah ada tahun ini terasa lebih pedih setelah Gereja Katedral Notre- Dame de Paris, di Prancis, hancur karena kebakaran. Paus Fransiskus pun di sela-sela ibadah Kamis Putih menyampaikan duka cita mendalam kepada seluruh umat Katolik di seluruh Prancis. Presiden Emmanuel Macron mengundang Paus Fransiskus agar mau berkunjung ke negaranya.

DOA UNTUK PEMIMPIN
Sementara itu, Pastor Gereja Katedral di Jakarta, Jumat (19/4), Romo Markus Yumartana menyelipkan lantunan doa bagi para pemimpin negara dalam khotbah Jumat Agung. "Marilah kita berdoa untuk semua pemimpin negara. Supaya Allah dan Tuhan kita menerangi hati dan budi untuk mereka, agar mengusahakan kedamaian bagi kami semua," ujarnya.

Ia juga mendoakan agar pemimpin negara mendapatkan petunjuk dari Tuhan dalam menjalankan tugasnya. Ibadah Jumat Agung didahului dengan Jalan Salib dalam bentuk drama tablo oleh Orang Muda Katolik (OMK) Katedral pada pukul 09.00 WIB.

Selanjutnya, ibadat Jumat Agung dilanjutkan dengan pelaksanaan ibadat pada pukul 12.00, 15.00, dan 18.00 WIB. Jumat Agung merupakan rangkaian Tri Hari Suci, meliputi Kamis Putih, Jumat Agung, Malam Paskah, hingga Minggu Paskah. (KJ/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments