Sabtu, 08 Agu 2020
  • Home
  • Headlines
  • Pasca Kerusuhan di Desa Tanjunglenggang Bahorok, Polres Langkat Tahan 13 Tersangka

Pasca Kerusuhan di Desa Tanjunglenggang Bahorok, Polres Langkat Tahan 13 Tersangka

redaksi Rabu, 15 Januari 2020 10:46 WIB
SIB/Dok
TINJAU : Kapolres Langkat AKBP Doddy Hermawan menunjau personel Polsek Bahoroksetelah mengunjungi Desa Tanjunglenggang guna memastikan aktivitas masyarakat yang telah berjalan tertib,aman,dan kondusif.Selasa(14/1).
Langkat (SIB)
Pasca kerusuhan warga Desa Tanjunglenggang Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat menewaskan satu orang dari kawanan pemuda yang dituding melakukan penyekapan seorang ibu dan anak, Polres Langkat menahan 13 tersangka pembakaran ,penganiayaan serta pemerasan dan pengancaman

"Dari 13 tersangka, 12 orang pelaku pembakaran dan penganiayaan serta seorang diantaranya sebagai pemicu kemarahan warga dijerat sebagai pelaku pemerasan dan pengancaman," ujar Kapolres Langkat AKBP Doddy Hemamawan melalui Kasat Reskrim Polres Langkat AKP Teuku Fathir Mustafa di Stabat, Selasa (14/1).

Adapun tersangka GT ditetapkan sebagai tersangka pemerasan dan pengancaman diancam dengan Pidana Pasal 368 Ayat 1 KUHP Jo Pasal 53 KUHPidana Subs Pasal 335 ayat I KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara selama 9 tahun penjara.

Penetapan tersangka GT (31) warga Dusun Bandarsakti Desa Tanjungkeriahen Kecamatan Serapit Kabupaten Langkat, sebut Kasat Reskrim, terkait tindak pidana pemerasan dan pengancaman yang dilakukannya terhadap Septiani yang merupakan istri dari Dedek Ardika alias Memet terkait utang piutang.

Peristiwa berbuntut kemarahan warga terjadi di rumah Amat Tahir Dusun II Sementi Baru Desa Tanjunglenggang Kecamatan Bahorok pada Kamis 9 Januari 2020 sekira pukul 21.30 WIB. Tersangka GT awalnya ingin menagih utang kepada Memet ,namun dalam perjalanan ia bertemu Septiani dan selanjutnya GT mengajaknya ke rumah kepala desa untuk menanyakan masalah tersebut agar tuntas.

Di hadapan Amat Tahir ,GT menanyakan tagihan uang Rp 20 juta kepada Septiani karena suaminya Memet tidak pernah ada dan tidak bertemu. Namun dalam pertemuan itu Encak mengaku tidak mampu membayar sehingga GT emosi dan terjadi pertengkaran. Tersangka GT akhirnya mengeluarkan kata-kata paksaan terhadap korban untuk membayar, sehingga korban merasa dirugikan dan membuat laporan pengaduan ke polisi.

13 Tersangka Ditahan
Kasat Reskrim Polres Langkat AKP Teuku Fathir Mustafa menyebutkan proses penetapan tersangka GT dalam peristiwa kerusuhan warga di Desa Tanjunglenggang merupakan bagian dari penegakan hukum , agar tidak ada lagi terjadi tindakan main hakim sendiri. Polres Langkat berharap seluruh masyarakat menghormati dan mematuhi hukum yang berlaku ,

Selain pelaku pemerasan untuk tersangka GT, 12 pelaku lainnya yang terlibat pembakaran dan penganiayaan untuk penahanannya telah diambil alih oleh Polda Sumut dan hingga saat ini mereka telah berada di Polda Sumut. "Terhadap seluruh pelaku tersebut hingga kini dinyatakan dalam kondisi sehat", sebutnya.

Seperti diketahui amuk massa warga Desa Tanjungleanggang Bahorok terjadi Jumat (10/1) dengan membakar satu unit mobil Taft GT warna hitam BK 118 ZO dan gubuk hingga menewaskan Efendi Sinuraya (36) warga Dusun I Lambhouk Desa Timbangjaya baorok,serta dua orang luka atas nama Romi Andika Syahputra Damanik (41) warga Pantai Sampah Tanjunglenggang Bahorok dan Gojo Tarigan warga Dusun Bandarsakti Desa Tanjungkeriahen Kecamatan Serapit, Langkat
Sementara itu guna memastikan aktivitas masyarakat berjalan tertib ,aman dan kondusif, Kapolres Langkat AKBP Doddy Hermawan SIK meninjau langsung sejumlah lokasi di Desa Tanjunglenggang dan sekitarnya di Kecamatan Bahorok, Selasa (14/1)
Dalam kunjungan tersebut, Kapolres tatap muka dengan sejumlah tokoh masyarakat serta melihat kesiapan personel Polsek Bahorok terutama memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakatnya. (M24/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments