Sabtu, 30 Mei 2020
PDIPSergai Lebaran

Pangeran Charles Terinfeksi Virus Corona

Kamis, 26 Maret 2020 22:25 WIB
SHUTTERSTOCK)

Pangeran Charles dan Camilla Parker Bowles.

London (SIB)
Pangeran Charles putra Ratu Inggris, Elizabeth II, yang juga putra mahkota, dilaporkan positif terinfeksi virus corona. Meskipun demikian, seperti dilansir CNN, Rabu (25/3) Pangeran berusia 71 tahun itu hanya mengalami gejala ringan. Juru bicara keluarga perusahaan menyatakan Pangeran Charles sekarang dalam kondisi sehat. "Pangeran Charles dites positif virus corona.

Ia memperlihatkan gejala ringan, namun berada dalam kondisi sehat dan bekerja dari rumah dalam beberapa hari terakhir seperti biasa," bunyi pernyataan resmi Kerajaan. Sementara itu istrinya, Camilla, Duches of Cornwall, juga sudah dites dan dinyatakan negatif.

Pernyataan tersebut menambahkan, sesuai dengan saran pemerintah dan medis, Pangeran Charles dan Camilia sekarang sedang dalam isolasi. Juru bicara juga mengatakan pihak keluarga kerajaan belum bisa memastikan dari siapa Pangeran Charles tertular virus tersebut. Pasalnya, ia banyak bertemu orang dalam beberapa minggu terakhir.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson telah menekankan pesan sederhana tapi tegas kepada warganya di tengah wabah virus corona. "Mulai malam ini (Senin), saya harus memberikan instruksi sederhana kepada rakyat Inggris: Anda harus tinggal di rumah," kata dia. Johnson menerangkan, hanya dengan membatasi pergerakan di luar ruangan inilah, maka mereka bisa menahan virus corona di level terkecil, keluarga.

Dilansir BBC Selasa (24/3), PM Inggris berusia 55 tahun itu kemudian menegaskan faktor apa saja yang membuat warga boleh keluar rumah. Berbelanja untuk kebutuhan sehari-hati seperti makanan atau obat-obatan. Kegiatan ini pun sebisa mungkin tidak boleh terlalu sering. Melakukan satu saja jenis olahraga di luar ruangan seperti berlari, berjalan, atau bersepeda. Kegiatan ini boleh dilakukan sendiri atau keluarga dalam satu rumah. Faktor medis. Kebijakan ini mencakup izin untuk memindahkan anak rentan berusia di bawah umur 18 tahun. Seorang pekerja bisa membawanya ke sekolah sepanjang dibutuhkan.

Di faktor ini, Johnson menekankan hanya mereka yang profesinya tidak bisa dilakukan dari rumah baru bisa bekerja. "Anda tak boleh bertemu teman. Jika teman Anda mengajak, Anda harus menjawab 'tidak'," ujar Johnson. Dia juga melarang kunjungan ke anggota keluarga lainnya.

Mantan Wali Kota London dari 2008-2016 itu mengumumkan "keadaan darurat nasional" demi melindungi pekerja medis maupun warga lainnya. Dia menerangkan, aturan ketat ini bakal berlaku selama tiga pekan, dengan jajarannya bakal terus melakukan peninjauan sembari mengamati perkembangan.

Otoritas Negeri "Ratu Elizabeth" melarang orang terlalu lama di luar rumah, dan membatasi jarak setidaknya dua meter di tempat umum. London juga memutuskan untuk menghentikan segala kegiatan sosial seperti pernikahan, acara baptis, dan upacara lainnya, kecuali pemakaman. Dengan nada geram, dia menuturkan masih ada sejumlah orang yang tidak mendengarkan imbauan pemerintah untuk tidak terlalu lama di luar rumah. "Meski saya berterima kasih kepada banyak orang yang menaatinya, nampaknya belum semua menerapkannya," kata dia.

Johnson mengancam, jika ada warga yang mengabaikan aturannya, maka polisi tidak segan untuk melakukan penangkapan atau membatalkan acara. Sejumlah polisi menyatakan, mereka menerima begitu banyak telepon dari publik yang meminta klarifikasi pengumuman tersebut. Kepala Polisi Northamptonshire Nick Adderley memperingatkan masyarakat untuk tidak coba-coba "melumpuhkan" jalur telepon kesatuannya. Martin Hewitt, Ketua Dewan Kepala Polisi Nasional berujar, mereka bekerja sama dengan pemerintah dan badan lain untuk menerapkan larangan itu.

Ken Marsh, Kepala Federasi Polisi Metropolitan mengungkapkan, dirinya sedikit ragu karena tidak punya personel yang cukup. "Ini akan menjadi tantangan berat. Kami akan menanganinya. Tapi kami tak yakin mempunyai sumber daya yang cukup," papar dia. Hingga Selasa, virus corona yang pertama kali terdeteksi di Wuhan, China, itu sudah menjangkiti 6.650 orang, dan menewaskan 335 di antaranya. (CNNI/BBCI/f)
T#gs
LebaranDPRDTebing
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments