Jumat, 06 Des 2019
  • Home
  • Headlines
  • Pakpak Bharat "Terkurung", Mendesak Dibangun Jalan Tembus

Pakpak Bharat "Terkurung", Mendesak Dibangun Jalan Tembus

* Untuk Mengatasi Kendala Perekonomian Masyarakat dan Keamanan * Harapkan Gubsu Kucurkan Anggaran BKP
admin Senin, 25 Maret 2019 09:42 WIB
SIB/Edison P Malau
PAPARAN: Pj Bupati Pakpak Bharat, Asren Nasution (kanan) menyampaikan paparan tentang keberadaan dan program pembangunan Kabupaten Pakpak Bharat kepada Wakil 2 Pemred SIB, Sumba Simbolon (2-kanan) dan timnya, Kamis (23/3) di ruang rapat Bupati Pakpak Bharat.
Medan (SIB) -Pembangunan jalan tembus dari Kabupaten Pakpak Baharat ke kabupaten lain merupakan syarat mutlak untuk menggerakkan perekonomian masyarakat di daerah itu.

Dengan adanya jalan tembus, kabupaten yang berada di paling ujung Provinsi Sumatera Utara dan berbatasan dengan Aceh Selatan itu tidak terisolir lagi, dan potensi sumber daya alam daerah itu akan mudah dipasarkan ke daerah lainnya. Selain itu, Pakpak Bharat akan menjadi perlintasan alternatif untuk mengurangi jarak dan waktu tempuh perjalanan.

Demikian sebagian rangkuman pemaparan Pj Bupati Pakpak Bharat Dr Asren Nasution MA saat menerima kunjungan balasan Redaksi SIB yang diwakili Sumba Simbolon ST (Wakil II Pemred) didampingi wartawan Ridho Sitompul SSos dan Edison P Malau, di kantor bupati, Salak, Kamis (21/3).

Menurut Asren yang didampingi Sekda Sahat Banuarea dan beberapa kepala dinas dan pimpinan SKPD yakni Kepala Bappeda Jalan Berutu, Asisten Administrasi Pembangunan merangkap Plt Kadis PUPR Supardi Padang, Kadis Koperasi UMKM Mordehai Orba Manik, Kabag Ekbang dan Kessos Plt Kadis Kominfo Aryanto Tinambunan, salah satu jalan tembus yang perlu dituntaskan segera adalah ruas Lagan-Sibagindar yang terhubung dengan ruas jalan menuju Singkil (Aceh) maupun Tapteng (Sumut).

Menanggapi uraian Pj Bupati, Sumba Simbolon menjelaskan timnya telah pernah meninjau ruas jalan dimaksud pada tahun 2015 saat wilayah itu dipimpin Pj Bupati Ir Bonar Sirait MSi, mengisi kekosongan jabatan karena Bupati petahana Remigo Berutu saat itu menjadi peserta Pilkada Pakpak Bharat untuk periode kedua.

Menurut Sumba, rencana pembukaan jalan oleh Remigo Berutu yang kini jadi bupati nonaktif karena tersandung kasus OTT KPK itu sebenarnya cukup baik. Namun dalam pelaksanaannya tidak sesuai prosedur sebagaimana layaknya proyek pemerintah. Tak sesuai prosedur, karena berapa anggaran proyek jalan tersebut hingga tuntas tidak ditetapkan. Kapan batas penyelesaian proyek itu pun tidak dijelaskan.

Dengan kondisi yang demikian, proyek tersebut saat itu mengundang dugaan menjadi celah korupsi. "Dan faktanya, meskipun jalan tersebut telah menghabiskan anggaran puluhan miliar rupiah saat itu, tetap belum dapat dilintasi," ujar Sumba.

KUCURAN DANA
Dalam pertemuan yang dialogis itu, Asren kembali menegaskan tekadnya untuk menyelesaikan jalan itu, agar Kabupaten Pakpak Bharat tidak lagi seperti "botol", yakni air yang masuk maupun keluar harus melewati jalan yang sama. Artinya, jalan masuk ke Ibukota Pakpak Bharat (Salak), tidak lagi harus menjadi jalan keluar satu-satunya dari wilayah itu.

Namun atensi yang tinggi untuk menggerakkan perekonomian masyarakat daerah itu, diakui mantan Kadis Kominfo Pemprovsu itu, terbentur dengan biaya. Sebab, APBD Pakpak Bharat tahun 2019 hanya Rp274 miliar, sudah termasuk gaji ASN maupun honorer.
Sedangkan biaya penyelesaian (pengaspalan dan pembangunan jembatan) ruas jalan Lagan-Sibagindar itu membutuhkan biaya Rp40 miliar lagi. "Kalau kita ambil dari APBD, para ASN kita tidak akan terima gaji," katanya.

Untuk itulah, ia berharap agar Pemprovsu bersedia (dimungkinkan) membantu penyelesaian jalan yang memang berstatus Jalan Kabupaten itu melalui pengucuran anggaran BKP (Bantuan Keuangan Provinsi). "Kita sangat berharap Gubsu - yang memegang teguh prinsip 'Bermartabat' - peduli dengan masyarakat Pakpak Bharat yang selalu mengeluhkan kurangnya pembangunan infrastruktur jalan di daerah itu," ujarnya.

Ia menjelaskan panjang jalan Lagan-Sibagindar mencapai 40 Km dengan lebar 5 M, yang sudah diaspal 1 Km, yang telah diperkeras 11 Km dan selebihnya sudah selesai tahap pembersihan lahan.

Asren yakin, Gubsu Edy Rahmayadi mau membantu penyelesaian jalan dimaksud, karena visi-misi gubernur adalah "membangun desa-menata kota". Menurutnya, masyarakat desa bisa disebut bermartabat bila jalan ke desa-desa sudah baik, warga tidak sakit dengan tersedianya Puskesmas dan RS. Warga tidak bodoh dengan tersedianya sekolah mulai dari PAUD hingga PT.

"Jika sewaktu rakyat panen hasil pertanian dan sumber daya alam lainnya Pemerintah tidak hadir dengan menjamin harga di pasar, minimal Pemerintah harus membangun jalan agar hasil pertanian dapat dengan mudah diangkut ke pasar. Coba bayangkan, menanam itu warga sudah susah, merawat susah, panen susah, apalagi kalau jalan tidak ada untuk memasarkannya," tegasnya seraya menyebut dirinya selalu terjun ke wilayah terpencil di Pakpak Bharat untuk mendengar keluhan rakyat, dan yang paling banyak dikeluhkan adalah sarana jalan yang tidak memadai.

KEAMANAN
Asren juga memaparkan perlunya membangun jalan Lagan-Sibagindar yang berbatasan dengan Provinsi Aceh dari sisi pertahanan negara. Menurutnya, meski GAM sudah tidak ada lagi, tapi faham-faham lain atau radikalisme masih mungkin berkembang di Aceh yang berbatasan dengan negara luar. Jadi, seandainya itu terjadi, warga Kecamatan Sibagindar yang berbatasan dengan Aceh akan terkurung karena tidak ada akses jalan ke Pakpak Bharat.

Selain itu, mantan Kapendam I/BB itu juga mengingatkan rawannya keamanan di Kecamatan Sibagindar ditinjau dari sisi pertahanan negara, karena di sana belum ada kantor Koramil maupun Polsek. Yang ada hanya pos polisi dan tentara dengan beberapa orang personel saja. "Ini pun menurut saya cukup penting dipertimbangkan pihak terkait. Kalau untuk lahan kantor Polsek dan Koramil bisa kita sediakan di Sibagindar, tetapi personelnya kan harus diisi?" ujarnya.

Perlu diketahui, kunjungan SIB merupakan balasan atas audiensi Pj Bupati Pakpak Bharat Dr Asren Nasution MA ke Redaksi Sinar Indonesia Baru di Medan, Sabtu (9/3) lalu.

Saat itu Pj Bupati sangat mengharapkan dukungan Harian SIB untuk pembangunan Pakpak Bharat. Ia memastikan akan selalu menjadikan Harian SIB sebagai mitra strategis dalam mengeksplorasi informasi yang berkembang, terlebih dalam pembangunan infrastruktur maupun pembentukan SDM masyarakat Pakpak Bharat. (R7/A14/B04/c)
T#gs Pakpak Bharat Pj Bupati Pakpak Bharat Dr Asren Nasution MA
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments