Senin, 16 Sep 2019

PSS Sleman Dikorbankan di Kasus Mafia Bola

* Seto Nurdiyantoro Diperiksa 8 Jam Oleh Satgas
admin Jumat, 15 Februari 2019 09:29 WIB
Ilustrasi
Jakarta (SIB) -Eks manajer PSS Sleman, Sismantoro, menyebut jika PSS Sleman dikorbankan dalam kasus dugaan pengaturan skor. Sismantoro mengatakan ada pihak-pihak yang sengaja memanfaatkan kelebihan skuat Super Elang Jawa di Liga 2 Indonesia musim 2018.

PSS dikaitkan dengan dugaan pengaturan skor di Liga 2. nama klub mencuat lewat pengakuan pria yang disebut-sebut sebagai dalang match fixing, Vigit Waluyo, yang kini menjadi tersangka dugaan pengaturan skor. Dia menyebut selain PSS, dua klub lain yang dibantu dimuluskan jalan adalah Kalteng Putra dan PS Mojokerto Putra (PSMP).

Dalam prosesnya, petinggi dan pelatih PSS diperiksa kepolisian pada Rabu (13/2). Sismantoro yang sudah mundur dari jabatannya sebagai manajer menyebut PSS tak terlibat pengaturan skor.

"PSS Sleman juara (Liga 2 2018) ngerti sendiri kan, materi pemain PSS. Saya melihat PSS menjadi korban, (ada pihak) memanfaatkan tim yang bagus," kata Sismantoro saat dihubungi detikSport, Kamis (14/2).

"Kalau saya menyimpulkan PSS Sleman jadi korban, korban (dari pihak) yang memanfaatkan kelebihan PSS Sleman di dalam tim itu. Jadi yang perlu digali, siapa yang memanfaatkan, kan gitu," ujar dia.

Sismantoro bersikukuh menampik pernyataan Vigit. Dia juga menegaskan PSS promosi ke Liga 1 karena semata-mata materi pemain yang sip.

"Kalau saya tidak pernah menjalankan dan melakukan apa yang disampaikan Vigit Waluyo, makanya Mas Seto (pelatih PSS) juga ditanya (Satgas) apa ada perintah dari saya, apa ada pengaturan skor, tidak ada, silakan dikonfirmasi ke Mas Seto itu. Yang jelas itu, saya nggak tahu-menahu," urainya.

"Siapa yang berkomunikasi dengan Vigit, saya nggak tahu, tentang masalah itu. Kalau tim kita PSS di atas rata-rata materi pemainnya," dia menambahkan.

Sismantoro lantas kembali menyatakan dukungannya terhadap langkah Satgas Anti Mafia Bola mengusut dugaan pengaturan skor.
"Saya tetap mendukung langkah Satgas, mengungkap siapa dalang Mafia Bola," ujar dia.

Saat ini, Satgas Anti Mafia Bola menetapkan 11 tersangka dugaan pengaturan skor, termasuk beberapa petinggi PSSI. Mereka juga menahan tiga orang yang diduga merusak barang bukti di kantor Persija Jakarta.

Diperiksa 8 Jam
Sementara itu Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro, diperiksa oleh penyidik Satgas Anti Mafia Bola Mabes Polri. Seto disodori pertanyaan selama delapan jam pada Rabu (13/2).

"Iya Rabu kemarin diperiksa Satgas," kata Seto, Kamis (14/2).

Seto mengaku dia diperiksa selama sekitar delapan jam di Bareskrim Polri di Jakarta. Dia disodori 20 pertanyaan seputar pertandingan antara PSS melawan Madura FC pada Liga 2 Indonesia musim 2018.

"Pemeriksaan mulai jam 09.00-17.00. Ada 20 pertanyaan soal pertandingan antara PSS melawan Madura FC," ujar Seto.
Seto menambahkan dia akan kembali dipanggil Satgas pada 12 Maret. Seto diminta menyerahkan dokumen yang berhubungan dengan pribadinya selaku pelatih dan dokumen klub PSS.

"Jadwalnya sih tanggal 12 Maret, data yang berhubungan dengan saya dan PSS," kata dia.

Secara pribadi, Seto menanggapi proses yang ditangani Satgas Anti Mafia Bola tersebut. Menurut Seto, upaya yang dilakukan Satgas secara menyeluruh merupakan hal yang positif bagi persepakbolaan Indonesia.

"Tentunya sesuatu yang positif untuk perkembangan sepakbola Indonesia," ujar dia. (detikSport/l)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments