Minggu, 27 Sep 2020
  • Home
  • Headlines
  • PPATK: Transaksi Mencurigakan Meningkat 25% Saat Pemilu

PPATK: Transaksi Mencurigakan Meningkat 25% Saat Pemilu

Selasa, 28 Januari 2014 11:05 WIB
SIB/Int
Ilustrasi
Jakarta (SIB)- Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mendapati adanya tren peningkatan transaksi mencurigakan terkait dengan Pemilu sebesar rata-rata 20-25 persen.

"Kami masih mengkaji, yang jelas tren transaksi mencurigakan meningkat satu tahun sebelum tahun H (Pemilu), pada saat tahun H dan satu tahun setelah itu meningkat," kata Kepala PPATK M Yusuf di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (27/1).

"Rata-rata 20-25 persen," imbuhnya.

Yusuf mengatakan, pihaknya saat ini belum bisa membuka detail temuan soal transaksi mencurigakan tersebut. "Kami takut kalau nanti bocor, tidak bisa kami tindaklanjuti," ujarnya.

"Yang jelas kemudian kita lihat transaksi meningkat. Tidak nampak dari pengurus parpol, tetapi kan pada momennya menjelang Pemilu nampak relasi," imbuh Yusuf.

Saat ditanya rata-rata nilai dari transaksi mencurigakan itu, Yusuf mengatakan tergantung pada profil pemilik rekening.

"Patokannya kan kalau transaksi mencurigakan profil. Kalau anda sebagai jurnalis gaji Rp 10 jt transaksinya 500 juta menyimpang, atau biasa rupiah menjadi dollar kan menyimpang. Atau biasa satu bulan sekali ini setiap minggu (transaksinya)," paparnya.

Ia mencontohkan, kasus di Pemilukada di mana calon kepala daerah bisa dikooptasi oleh pengusaha.

"Pengusaha X ini sering kali transaksi, padahal bisnis tidak mendukung ke arah itu. Ternyata punya korelasi dengan salah satu calon," ucap Yusuf mencontohkan. (dtc/c)
T#gs Transaksi
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments