Senin, 21 Okt 2019
  • Home
  • Headlines
  • PDIP Kecewa NasDem Capreskan Anies: Kasihan Pak Jokowi

PDIP Kecewa NasDem Capreskan Anies: Kasihan Pak Jokowi

* PSI Kritik Keras NasDem, Demokrat Curiga * NasDem Minta PDIP Tak Gagal Paham
admin Kamis, 25 Juli 2019 09:47 WIB
Surya Paloh saat berbincang dengan Anies Baswedan
Jakarta (SIB) -PDIP menyayangkan sikap Partai NasDem yang menyatakan siap mencalonkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Pilpres 2024. PDIP mengaku kaget dan kecewa.

"Hmm... kasihan Pak Jokowi, ya, koalisinya tidak fokus membantu beliau. Pak Jokowi sedang bekerja keras untuk konsolidasi pasukan, membersihkan residu-residu pemilu yang menyebabkan polarisasi untuk bersatu bekerja mewujudkan Nawacita yang merupakan amanah rakyat," kata Sekretaris Bidang Pendidikan dan Pelatihan DPP PDIP Eva Kusuma Sundari kepada wartawan, Rabu (24/7).

Eva khawatir manuver NasDem itu akan membuat polarisasi baru pasca-Pilpres 2019. Padahal, kata Eva, Jokowi saat ini tengah bekerja keras menghilangkan polarisasi di masyarakat.

"Manuver Pak Surya Paloh dengan mendukung Anies Baswedan tentu mengagetkan dan mengecewakan, walau itu hak beliau sih. Saya khawatir bikin polarisasi baru dan mewadahi residu-residu yang potensial mengganggu konsolidasi Pak Jokowi," tutur Eva.

Kendati demikian, Eva mengatakan tidak bisa melarang manuver NasDem itu. Eva pun berharap semua parpol koalisinya untuk bersabar dan tidak memunculkan manuver-manuver baru.

"Walau agak menyesali, tapi kita tidak bisa melarang, hanya berharap saat ini kita semua memenangkan kepentingan bersama, bukan pribadi atau golongan. Kedua, harusnya nunggu sampai KPU menetapkan tahapan pilpres baru 2024. Sabarlah, kecuali ada maksud tertentu misalnya naikin bargaining ke Pak Jokowi. Jadi keingat Pak Ahok, pasti dia yang paling kaget, kok cepet pindah ke lain hati," katanya.

PSI Kritik Keras
Sementara itu, PSI mengkritik keras Nasdem capreskan Anies. PSI mengaku tidak akan berkoalisi dengan NasDem andai itu terjadi.
"Kami di PSI berbeda dengan NasDem. Maaf, meski kami sama-sama mendukung Pak Jokowi, kami tidak akan pernah bisa berkoalisi dengan mereka yang menggunakan politisasi agama untuk meraih kekuasaan," ucap Ketua DPP PSI Tsamara Amany kepada wartawan, Rabu (24/7).

Tsamara mengungkit pernyataan PSI soal kaum nasionalis yang amat pragmatis dalam berpolitik. Dengan pernyataan NasDem hari ini yang siap mencapreskan Anies di 2024, Tsamara menyebut pernyataan mereka sudah terbukti.

"Dulu kami pernah mengkritik kaum nasionalis yang terlalu pragmatis dan berkoalisi dengan tokoh-tokoh yang membiarkan dan menggunakan politisasi agama. Hari ini kita jadi saksi bahwa pragmatisme semacam itu nyata," katanya.

"Semoga ini jadi pelajaran bersama untuk kita. Kami pastikan PSI tidak akan pernah memiliki pragmatisme semacam itu," tegas Tsamara.

Demokrat Curiga
Partai Demokrat juga curiga ada 'udang di balik bakwan' di balik manuver NasDem.

"Kami tentu menghormati sikap NasDem dengan segala keputusan politiknya yang hari ini menyatakan akan siap mencalonkan Anies pada 2024. Sebuah langkah politik yang bisa saja terjadi dan bisa juga tidak. Kita belum tahu apa maksud dari pernyataan Surya Paloh ini, tapi yang pasti saya meyakini ada sesuatu di balik pernyataan ini," kata Kadiv Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean.

"Ada udang di balik bakwan," imbuh dia.

Ferdinand enggan menjelaskan lebih jauh terkait kecurigaannya. Namun dia meyakini ada maksud tertentu dari manuver NasDem.
"Saya tidak ingin berspekulasi dengan pernyataan ini, tapi saya meyakini ada sesuatu di baliknya. Biar saja ini menjadi politik tontonan publik," katanya.

Minta PDIP Tak Gagal Paham
Menanggapi komentar PDIP, NasDem meminta tidak gagal paham atas pertemuan ketumnya, Surya Paloh, dengan Anies.
"Sebaiknya tidak gagal paham dengan silaturahim seperti itu," kata Ketua DPP NasDem Irma Suryani Chaniago kepada kepada wartawan, Rabu (24/7).

Irma menegaskan pertemuan itu tak berkaitan dengan dukungan partainya kepada Jokowi. Dia juga menegaskan pertemuan silaturahmi itu tidak membahas Pilpres 2024.

"Tidak ada kaitan pertemuan Anies dengan Surya Paloh terhadap dukungan NasDem pada Jokowi. Pertemuan silaturahim antara Surya Paloh dan Anies tidak dalam rangka bicara 2024. Masih terlalu jauh," tuturnya. (detikcom/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments