Selasa, 12 Nov 2019

PDIP Duetkan Jokowi-Puan di Pilpres 2014?

* "PDIP Projo" : Ilusi Politik yang Sia-sia
Rabu, 05 Februari 2014 10:10 WIB
SIB/Int
Puan Maharani
Jakarta (SIB)- Duet Jokowi-Puan sedang dimatangkan karena dianggap punya prospek menang di Pilpres 2014. Apalagi elektabilitas Jokowi terus melonjak mendekati Pemilu 2014. Bahkan jika PDIP mencapreskan Jokowi, suara PDIP diprediksi bakal melonjak tajam.

Konon hal ini membuat Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mulai realistis dan membuka peluang pencapresan Jokowi. Isu santer pasangan Jokowi-Puan mulai dapat angin segar dari Mega.

PDIP sendiri punya survei internal yang akan dijadikan bahan pertimbangan untuk Pilpres, namun survei itu tidak untuk dipublikasikan. Hasil survei internal, menurut sumber , juga menunjukkan tingginya elektabilitas Jokowi seperti di kebanyakan survei saat ini.

Sehingga skenario Jokowi-Puan diambil sebagai jalan tengah karena Mega tetap ingin ada trah Soekarno di pucuk pimpinan PDIP dan Istana.

Sebenarnya skenario kedua ini sudah pernah dibocorkan oleh Bendahara Umum PDIP Olly Dondokambay. Olly pernah bicara peluang duet Gubernur DKI dan Ketua Bapilu PDIP itu di Pilpres 2014 mendatang.

"Dalam wacana perdebatan kita ada macam-macam, ada Bu Mega-Jokowi, Jokowi-Puan dan lainnya. Itu semuanya wacana bukan usulan, diskusinya masih internal," ucap Olly .

Akankah Mega mendeklarasikan Jokowi-Puan sebagai pasangan capres PDIP? Seberapa kuat pasangan capres muda ini di Pilpres 2014?

Ilusi Politik yang Sia-sia

Kalangan PDIP Pro Jokowi merespons isu santer di internal PDIP yang bakal menduetkan Jokowi-Puan di Pilpres 2014. Puan dinilai bukan pilihan terbaik untuk menjadi cawapres Jokowi di 2014."Bila ada yang sempat berpikir capres dan cawapres dari satu partai, seperti keinginan mau mengecat langit atau ilusi politik yang sia-sia," kata Koordinator Nasional PDI Perjuangan Pro Jokowi (Projo), Budi Arie Setiadi, dalam siaran persnya.

Menurut eks fungsionaris DPD PDIP DKI Jakarta ini, tak mungkin PDIP sendirian memimpin Indonesia. Perlu jalinan koalisi untuk menyelesaikan persoalan di Indonesia.

"Indonesia itu negara besar dengan masalah yang juga besar. Mengurus Indonesia itu tidak bisa dilakukan satu kelompok atau satu partai politik saja," katanya.

Menurut Budi, saat ini publik tengah menunggu kepastian pencapresan Jokowi. Publik belum tertarik bicara siapa capwapres Jokowi.

"Publik masih menunggu apakah Jokowi akan dicapreskan oleh PDIP atau tidak, saat ini banyak spekulasi dan manuver tapi Projo dan publik sedang mempertanyakan kesiapan Jokowi nyapres, kalau Jokowi sudah siap dan PDIP sudah mencalonkan baru kita bicara cawapresnya," tandasnya.(dtc/c)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments