Minggu, 20 Okt 2019

OTT Bupati Lampung Utara, Warga: Hidup KPK !

admin Selasa, 08 Oktober 2019 10:04 WIB
SIB/Ant/Reno Esnir
OTT: Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara (tengah) dikawal petugas saat akan menjalani pemeriksaan, di Gedung KPK, Jakarta, Senin (7/10). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Lampung Utara, Agung Ilmu Mangkunegara dan mengamankan uang sekitar Rp 600 juta yang diduga terkait dengan proyek di Pemkab Lampung Utara.
Jakarta (SIB) -KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara. Ada duit Rp 600 juta yang diamankan KPK.

"Total uang yang diamankan sekitar Rp 600 juta," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Senin (7/10).

Duit itu diduga terkait proyek di Pemkab Lampung Utara. Namun, dia belum menyebut detail proyek apa yang dimaksud.

"Diduga terkait dengan proyek di Pemkab Lampung Utara," ujarnya.

KPK mengamankan Agung dalam OTT pada Minggu (6/10). Saat ini Agung dan pihak lain yang diamankan KPK masih berstatus sebagai terperiksa. Ada waktu 1x24 jam bagi KPK sebelum menentukan status hukum mereka.

Agung juga langsung mundur dari Partai NasDem usai dirinya terjaring OTT KPK. Pengunduran diri tersebut disampaikan keluarga Agung ke NasDem.

"Pernyataan pengunduran diri tersebut disampaikan oleh keluarganya mewakili Agung Ilmu Mangkunegara, mengingat yang bersangkutan belum dapat berhubungan dengan pihak luar," kata Ketua DPP Partai NasDem, Taufik Basari, kepada wartawan, Senin (7/10).

Hartanya Rp 2,3 M
Sementara itu, dilansir dari situs e-LHKPN KPK, Senin (7/10), Agung menyetor Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 2018.

Total harta kekayaannya sebanyak Rp 2.365.215.981,00. Agung memiliki empat bidang tanah di Bandar Lampung, nilai totalnya adalah Rp 1.100.000.000,00.

Dia juga memiliki mobil Toyota Fortuner tahun 2017, Toyota Avanza tahun 2010, dan motor Yamaha Mio Soul tahun 2012, total nilainya Rp 557.000.000,00.

Harta bergerak lainnya dia miliki senilai Rp 307.500.00,00, serta kas dan setara kas senilai Rp 400.715.981,00. Dia tak memiliki utang.

Laporan LHKPN ini disampaikannya pada 2 April 2019/Periodik 2018.

Mendagri Ingatkan
Di bagian lain, Mendagri Tjahjo Kumolo angkat bicara perihal Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK. Tjahjo mengingatkan semua pihak berhati-hati dalam menjalankan sistem dan taat terhadap regulasi.

"Sebenarnya sistem tata kelola semua jalan. Area rawan korupsi sudah sejak awal kami sampaikan, perencanaan anggaran, masalah proyek, masalah dana hibah, dana bansos, jual-beli jabatan, masalah pembelian barang dan jasa, ini hati-hati," kata Tjahjo di Graha Pengayoman Kemenkum HAM, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (7/10).

Tjahjo mengatakan kepala daerah yang dilantik sudah diarahkan untuk berdialog dengan KPK. Bahkan, menurutnya, di setiap pemda sudah ada biro hukum dan kanwil hukum untuk berkoordinasi dengan kepala daerah. Dia menyebut, kalau itu ditaati, seharusnya tidak ada OTT.

"Kepala daerah yang sudah dilantik pun kami bawa ke KPK, dialog dengan KPK. Di masing-masing pemda juga ada bagian hukumnya ada, ada biro hukumnya supaya setiap pengambilan kebijakan politik pembangunan seorang kepala daerah, wakil dan DPRD itu pasti harus sinkron, atau kanwil kumham-nya. Kalau ini dijalankan dengan baik, saya yakin tidak akan ada OTT," ucap Tjahjo.

Namun dia menyebut area seperti perencanaan anggaran, proyek, dan dana hibah serta bansos memang rawan praktik korupsi. Karena itu, Tjahjo berharap seluruh jajaran tetap saling mengingatkan.

"Jadi mari kita saling mengingatkan. Saya juga bisa salah. Kalau saling mengingatkan kan baik. Hati-hati aturannya, karena bisa kesalahan karena terima sesuatu, karena kebijakan yang salah juga. Kalau itu semua harusnya paham. Janji sumpah jabatan, ada juga, sekarang masih terus," tuturnya.

"Apalagi Kemendagri sebagai kementerian regulasi. Ada aspek regulasi yang harus ditaati mulai menteri sampai kepala desa, aspek pembinaan secara umum, mengingatkan di antara kita," sambung Tjahjo.

Hidup KPK!
Ada momen menarik saat KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara. Warga yang berkumpul di sekitar rumah dinas bupati meneriakkan dukungan pada KPK.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu, (6/10) malam. Warga yang mendapat berita tentang OTT KPK terlihat berkumpul di sekitar rumah dinas bupati.

"Hidup KPK, KPK, KPK!" teriak warga saat ada empat mobil yang keluar dari rumah dinas.

Belum diketahui detail apakah di dalam mobil-mobil itu terdapat pihak yang terkena OTT KPK. Dalam OTT kali ini, KPK mengamankan total empat orang, termasuk dua kepala dinas dan seorang perantara.

"KPK mengamankan total 4 orang sejak sore hingga malam ini, yaitu Bupati, 2 Kepala Dinas dan 1 orang perantara," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif.

Ada duit yang diamankan dalam OTT ini. Diduga, duit tersebut terkait proyek di Dinas PU atau Koperindag Lampung Utara.
"Barang bukti uang sedang dihitung jumlahnya.

Diduga terkait proyek di Dinas PU atau Koperindag di Kabupaten Lampung Utara," ujarnya.

Keempat orang yang diamankan KPK itu masih berstatus sebagai terperiksa. KPK punya waktu 1x24 jam sebelum menentukan status hukum mereka. (detikcom/t)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments