Jumat, 03 Apr 2020

ODP Corona di Sumut Melonjak, Jadi 1.976 Orang

* Total Meninggal 3 Orang, 1 Fositif
redaksisib Kamis, 26 Maret 2020 09:43 WIB
radar solo

Ilustrasi

Medan (SIB)
Perkembangan virus corona (Covid-19) di Sumut menunjukkan perkembangan yang kian serius. Data hingga Rabu (25/3) sore, jumlah Orang dalam Pemantauan (ODP) melonjak hampir 90 persen menjadi 1.976 orang atau naik dari jumlah ODP per Senin (23/3) sore yang hanya 763 orang. Sedangkan yang meninggal di Sumut total 3 orang, 1 positif Covid-19 dan 2 orang belum diperiksa di laboratorium.

Pertambahan jumlah ODP itu disampaikan Ketua Pelaksana Gugus Tugas Covid-19 Sumut, Riadil Akhir Lubis, dalam konferensi pers, di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Rabu (25/3).

Dia menjelaskan, dari data Selasa (24/3), kenaikan jumlah ODP terbanyak itu ada di Medan, yaitu 371 orang, disusul Deli Serdang 192 orang, Pematangsiantar 159 orang. Humbang Hasundutan yang sebelumnya ODP nihil, sudah ada 3 orang, kemudian Nias Utara juga sebelumnya nihil, kini sudah ada 25 orang dan di Nias sudah ada 15 orang.

Pertambahan ODP itu, kata dia, berdasarkan penyelidikan epidemologi atau tracing terhadap orang yang melakukan kontak erat dengan pasien positif covid di Sumut. "Mereka berasal dari Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Binjai, Asahan, Pematangsiantar dan lainnya," ujarnya.

Tak hanya itu, lanjut dia, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga meningkat, yakni dari 50 orang menjadi 55 orang atau bertambah 5 orang. Sedangkan yang positif covid-19 sebanyak 9 orang. Namun sayangnya, pertambahan pasien yang sembuh sangat kecil, yakni hanya bertambah 3 orang.

Riadil mengatakan, ODP 1.976 orang itu diharapkan menjalani isolasi mandiri dengan taat atau jangan keluyuran. Tujuannya untuk menghindari penularan covid-19 di Sumut.

Dia juga mengatakan, terhitung, Rabu (25/3), Rumah Sakit (RS) GL Tobing (PTP II) akan difungsikan khususnya untuk menampung pasien dalam pemantauan (PDP) Covid-19 di Sumut. "Kita aktifkan 49 kamar isolasi di RS GL Tobing, sehingga kita bisa tampung pasien PDP," ujarnya.

Selain itu, kata dia, Pemprov Sumut juga mempersiapkan RS Martha Friska I dan II yang berlokasi di Jalan Multatuli dan di Jalan Yos Sudarso untuk melayani pasien PDP. "Itu ada 230 kamar isolasi. Juga pemanfaatan Wisma Atlet di Jalan Pancing, ada 99 kamar di sana, sudah standby satu kamar tidur, satu kamar mandi," ucapnya.

Menurut dia yang terpenting dari pengaktifan RS atau gedung sebagai kamar isolasi tersebut, harus memenuhi syarat, standart minimal dalam kondisi kedaruratan yakni dalam satu kamar ada satu pasien dengan satu kamar mandi. "Kalau kamar mandinya di luar itu tidak kita rekomendasi," tegasnya.

Selain visitasi ke gedung wisma atlet, Riadil menyebutkan, juga disediakan gedung pendidikan pelatihan (Diklat) BPSDM Prov Sumut di Jalan Ngalengko Medan. "Di sana ada 81 kamar, setiap kamar satu tempat tidur, satu kamar mandi. Sedangkan untuk RS Sari Mutiara dengan 25 kamar sudah melayani sejak 18 Maret kemarin dikhususkan pada orang dalam pantauan (ODP)," katanya.
Meninggal 58 Orang

Sementara itu, pemerintah mengumumkan ada penambahan pasien meninggal akibat virus Corona (Covid-19) di Indonesia. Hingga kemarin, jumlah warga yang meninggal total menjadi 58 orang.

"Kasus yang meninggal ada 58 orang," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona Achmad Yurianto dalam konferensi pers yang disiarkan BNPB, Rabu (25/3).

Sementara itu, pasien yang sembuh bertambah 1 orang. Total pasien yang sembuh saat ini 31 orang.

"Kasus yang sudah sembuh ada 31 orang," ujar Yuri.

Sebelumnya, pemerintah memperbarui data kasus akibat virus Corona atau Covid-19. Hingga kemarin tercatat kasus positif Corona bertambah menjadi 790 kasus.

"Total 790 kasus positif, ini angka kumulasi," ujar Yurianto.

Positif Corona
Data ini dihimpun hingga pukul 12.00 WIB. Dengan jumlah kasus itu, berarti ada penambahan 105 kasus positif Corona dari data sebelumnya.

"Ada penambahan kasus baru konfirmasi positif sebanyak 105 kasus," sebut Yuri.

Sebelumnya, pemerintah menyatakan ada 685 kasus positif Corona di wilayah RI hingga Selasa (24/3). Jumlah tersebut direvisi dari sebelumnya 686 kasus lantaran ada 1 pasien yang tercatat di 2 rumah sakit. Dari jumlah tersebut, 55 pasien meninggal dan 30 lainnya sembuh.

Kasus WNI di LN
Sementara itu kasus warga negara Indonesia (WNI) positif virus Corona (COVID-19) di luar negeri bertambah menjadi 79 orang. Sebanyak 10 orang di antaranya sembuh dan 1 orang meninggal dunia.

Informasi mengenai perkembangan kasus WNI positif ini disampaikan lewat akun Twitter resmi Kementerian Luar Negeri @Kemlu_RI seperti dilihat, Rabu. Data itu dihimpun Kemlu per pukul 09.00 WIB pagi.

"Confirmed cases COVID-19 WNI di luar negeri: 79 orang," demikian keterangan di peta sebaran Covid-19 yang diunggah @Kemlu_RI.

79 kasus itu tersebar di berbagai negara. Mulai dari Singapura, Malaysia hingga India.
Berikut rincian kasus WNI positif Corona di sejumlah negara:
Jepang: 9 WNI (semua sembuh)
Singapura: 25 WNI (1 sembuh, 21 stabil, 2 penanganan khusus, 1 meninggal)
Taiwan: 3 WNI (stabil), Australia: 2 WNI (stabil),Malaysia: 16 WNI (stabil), Arab Saudi: 4 WNI (stabil), Makau (RRT): 1 WNI (stabil), India: 10 WNI (stabil), Belanda: 2 WNI (stabil), Qatar: 1 WNI (stabil), Spanyol: 3 WNI (stabil), Brunei Darussalam: 3 WNI (stabil).
Total sembuh: 10 (12,6%). (M11/detikcom/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments