Rabu, 20 Nov 2019
  • Home
  • Headlines
  • New Zealand Berterima Kasih Atas Simpati Indonesia Soal Teror di Masjid

New Zealand Berterima Kasih Atas Simpati Indonesia Soal Teror di Masjid

* Kondisi 2 WNI Sudah Stabil
admin Senin, 18 Maret 2019 09:20 WIB
SIB/Ant
Masjid Al Noor New Zealand
Jakarta (SIB) -Sebanyak 50 orang tewas dalam serangan teror penembakan masjid di New Zealand. Pemerintah New Zealand yang terus menangani kasus ini berterima kasih atas dukungan dan simpati dari berbagai pihak, termasuk Indonesia.

"Kedutaan Besar Selandia Baru di Jakarta bersimpati kepada semua pihak yang terkena dampak. Kami memanjatkan doa dan memikirkan korban dan keluarga serta komunitas para korban. Dalam keadaan duka ini, kami sangat berterima kasih atas simpati dan dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Indonesia dan banyak kerabat kami di Indonesia," kata Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Roy Ferguson, Minggu (17/3).

Salah satu pelaku teror penembakan itu, Brenton Tarrant, sudah diadili atas aksi keji itu. Tindakan teror tersebut ditegaskan bertentangan dengan nilai yang Selandia Baru perjuangkan.

"Selandia Baru mewakili keragaman, kebaikan hati dan kasih sayang. Nilai-nilai ini tidak akan dan tidak bisa diguncang atau diubah karena serangan ini. Kami memiliki reputasi yang baik sebagai negara yang aman, ramah dan damai," ucap Roy Ferguson.

"Kami merupakan rumah bagi lebih dari 200 etnis. Kekerasan ekstrem ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah kami. Kejadian ini tidak mewakili siapa sebenarnya kami sebagai negara dan kami benar-benar mengutuk mereka yang bertanggung jawab terhadap tragedi ini," imbuh dia.

Pemerintah Selandia Baru bekerja secepat mungkin untuk mengidentifikasi nama dan kewarganegaraan dari semua yang terlibat. Anggota keluarga yang khawatir tentang keberadaan keluarganya dapat menghubungi nomor kontak Polisi Selandia Baru di 0800 115 019 (hanya di Selandia Baru) atau +64 3353 4532 (di luar Selandia Baru).

"Warga Indonesia di luar Selandia Baru juga dapat menghubungi Kedutaan Besar Indonesia di Wellington (KBRI Wellington) di +64211950980," jelasnya.

Dimakamkan
Sementara itu, jenazah Lilik Abdul Hamid akan dimakamkan di Cristchurch. Lilik merupakan warga negara Indonesia (WNI) yang tewas akibat penembakan brutal di dua masjid di Cristchurch.

"Jenazah akan dimakamkan di pemakaman Muslim di Christchurch atas permintaan keluarga," ujar Duta Besar RI untuk New Zealand, Tantowi Yahya, kepada wartawan.

Namun, belum diketahui kapan prosesi pemakaman akan dilakukan.

"Almarhum sudah menjadi penduduk tetap New Zealand. Belum ada pemberitahuan kapan pemakaman akan dilakukan," katanya.
Sebelumnya, seorang WNI dinyatakan tewas akibat penembakan. Korban bernama Lilik Abdul Hamid ini sebelumnya dilaporkan hilang.

"KBRI Wellington menerima kabar pukul 22.10 bahwa WNI a.n. Bapak Lilik Abdul Hamid (Pak Lilik) yang sebelumnya dilaporkan hilang saat ini telah dikonfirmasi menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam peristiwa penembakan di Christchurch," demikian keterangan yang diterima dari Duta Besar RI untuk New Zealand, Tantowi Yahya, Sabtu (16/3).

Sudah Stabil

Sedangkan kondisi dua warga negara Indonesia (WNI), Zulfirman Syah dan anaknya, yang menjadi korban penembakan brutal, sudah membaik. Keduanya sudah dalam kondisi stabil pasca menjalani operasi.

"Zulfirman Syah dan anaknya dalam keadaan stabil," ujar Tantowi Yahya.

Kendati demikian, Tantowi belum mengetahui kapan keduanya akan dipindahkan keruang perawatan biasa.
"Belum ada info kapan akan dipindahkan ke ruang rawat biasa," katanya.

Tantowi mengatakan, seluruh biaya perawatan seniman asal Sumatera Barat dan anaknya yang baru berusia dua tahun itu akan ditanggung oleh pemerintah Selandia Baru.

"Semua pembiayaan ditanggung oleh Pemerintah Selandia Baru," ujar Tantowi. (detikcom/d)
T#gs Teror di MasjidNew Zealand
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments