Selasa, 20 Agu 2019
  • Home
  • Headlines
  • Mukernas, Kader PPP Kubu Muktamar Jakarta Teriak ˋPrabowo Menangˊ

Mukernas, Kader PPP Kubu Muktamar Jakarta Teriak ˋPrabowo Menangˊ

* Sekjen PPP: Kubu Muktamar Jakarta Cari Panggung
Jumat, 16 November 2018 12:04 WIB
Jakarta (SIB)  -PPP kubu Muktamar Jakarta menggelar Mukernas III, Kamis (15/11). Para kader PPP Muktamar yang hadir sempat meneriakkan 'Prabowo menang'.

"Prabowo menang, Prabowo menang," pekik kader PPP Muktamar di acara mukernas di kantor Sekretariat PPP, Jalan Talang, Menteng, Jakarta Pusat.

Agenda mukernas ini memang akan mengumumkan arah dukungan Pilpres 2019. Plt Ketum PPP Muktamar Jakarta Humphrey Djemat mengatakan teriakan 'Prabowo menang' dari para kader tak menggambarkan arah dukungan karena masih dalam pembahasan.

"Kita kan nggak bisa mencegah orang teriak. Kita nggak tahu juga siapa yang teriak ya, tetapi kita bisa memahami semangat-semangat yang ada itu," kata Humphrey.

Humprey melanjutkan, selain menentukan arah dukungan di Pilpres 2019, mukernas ini untuk mengukuhkan Plt Ketum PPP Muktamar yang meneruskan kepemimpinan Djan Faridz. Dia menegaskan,sampai hari ini soal dukungan pilpres belum final.

"Agenda (muktamar) pertama mengukuhkan Plt ketum menjadi ketum sampai muktamar selanjutnya 2019. Terakhir, (membahas) sikap politik PPP di pilpres," kata Humprey.

Mukernas berlangsung selama 2 hari, terhitung sejak hari ini. Humprey menyebut mukernas juga membahas opsi rujuk dengan kubu PPP yang dikomandoi Romahurmuziy (Rommy).

"Sebagaimana tadi yang sampaikan dalam pidato saya yang menyatakan tujuan kita ingin menyatukan berkaitan dengan Pemilu 2019 karena memang kita cukup khawatir PPP ini tidak akan lolos PT (parliamentary threshold), kita sudah ketahui bersama dari hasil survei yang ada, apabila PPP bisa menyatu tentunya ini membawa dampak positif, kita tentu berharap mendapat konstituen dan dukungan umat sehingga PPP tidak tinggal nama saja di masa mendatang," jelas Humprey.

Namun dia menyebut kubu Rommy belum merespons hal itu. Dalam mukernas ini, kubu Rommy juga diundang tapi belum ada yang mengonfirmasi hadir.

"Jadi dengan demikian, ini harus diselesaikan, nah dari awalnya juga sudah menginginkan satu penyelesaian tentu dalam Islam yang terbaik adalah islah dan tentu kita harus lanjutkan lagi," katanya.

Cari Panggung
Sementara itu, Sekjen PPP Arsul Sani enggan menanggapi serius dan menilai gelaran Mukernas itu upaya kubu Muktamar Jakarta mencari perhatian.

"Itu kumpul-kumpulnya sekelompok orang yang sedang cari panggung. Berharap dapat perhatian dari timses paslon presiden dan wapres. Masak kami harus merespons kumpulan ilegal seperti itu," kata Arsul saat dihubungi.

Ia pun berkomentar soal undangan kubu Muktamar kepada sang ketum, Romahurmuziy (Rommy). Menurut Arsul undangan itu aneh.

"Masak yang ilegal ngundang yang legal. Kan mereka nggak punya kapasitas bikin Mukernas karena mereka ilegal," sebutnya.

"Maka tertib organisasinya ya mereka yang menemui kami, insyaallah pasti kami temui. Berorganisasi termasuk berpartai itu mesti ngerti dan taat aturan," lanjut Arsul.

Lantas, apakah PPP di bawah kepemimpinan Rommy akan menempuh jalur hukum terhadap kubu Muktamar?

"Yang jelas karena mereka sudah berkali-kali memalsukan kop surat, stempel partai, menipu masyarakat dengan mengatasnamakan diri sebagai DPP PPP padahal tidak ada satu pun legalitas pada mereka baik dari pengadilan, pemerintah maupun penyelenggara pemilu, maka ya akan segera kami pidanakan," tegas Arsul.(detikcom/c)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments