Jumat, 23 Agu 2019
  • Home
  • Headlines
  • Militer Tahan Mantan PM Yingluck Selama “Sepekan”

Putra Mahkota Thailand Mengungsi ke Hotel Mewah Inggris?

Militer Tahan Mantan PM Yingluck Selama “Sepekan”

* AS Hentikan Bantuan Militer Rp 40 Miliar
Minggu, 25 Mei 2014 14:42 WIB
SIB/int
Mantan PM Thailand Yingluck Shinawatra
London (SIB)- Putra Mahkota Thailand, Pangeran Maha Vajiralongkorn tak berada di negerinya saat militer mengambil alih kekuasaan sipil, membekukan konstitusi -- kecuali bab yang mengatur soal monarki, menerapkan jam malam, serta memberangus hak berkumpul dan kemerdekaan pers. Ia tak merasakan dampak kudeta yang dilakukan Kamis 22 Mei 2014 lalu.

Seperti dikutip dari media Inggris, Telegraph, Sabtu (24/5), dia lolos dari kekacauan politik di negaranya dan tinggal di sebuah hotel bintang lima di wilayah pedesaan Hampshire. Pangeran Maha Vajiralongkorn dan robongannya yang berjumlah 30 orang menguasai sebuah sayap bangunan Hotel Tylney Hall yang berada di Desa Rotherwick. Demikian dikabarkan Evening Standard. Pangeran Vajiralongkorn, satu-satunya putra Raja Bhumibol Adulyadej, diperkirakan akan menjadi pewaris tahta di masa depan.

Hotel yang ia tinggali, Tylney Hall  bertarif mulai 250 poundsterling atau Rp 4,9 juta semalam. Sementara untuk Duke and Duchess Suites yang terdiri dari tempat tidur 4 tiang dan bak mandi yang bisa berputar (whirlpool) dibanderol 530 poundsterling semalam atau Rp 10,3 juta. Hotel tersebut bertempat di bangunan lama dari masa 1700-an. Memiliki 66 hektar   kebun, hutan, dan danau. Fasilitasnya meliputi kolam renang indoor dan outdoor, restoran berkubah kaca, lounge, dan bar.

Pihak hotel tak mau berkomentar soal keberadaan sang pangeran. "Kami tak akan pernah mendiskusikan soal tamu kami dan tak akan berkomentar soal itu," kata juru bicara hotel bintang lima itu. Pihak Kepolisian, Scotland Yard juga tidak mau mengomentari masalah diplomatik.

Rombongan pangeran dilaporkan tiba seminggu lalu, membawa truk berisi barang-barang pribadi mereka. Sebuah tenda telah didirikan di halaman berkerikil untuk menaungi sejumlah kendaraan termasuk Mercedes dengan plat nomor THAI 1. Para pengawal ditempatkan  di dalam dan luar, memonitor pergerangan tamu-tamu lainnya.

Sang pangeran tiba di tengah pengamanan yang ketat. Sebuah armada mobil berhenti di depan pintu masuk, sementara staf mengunci semua pintu menuju lobi utama, agar rombongan anggota kerajaan tak terlihat orang lain. Seorang pegawai hotel mengonfirmasi kehadiran mereka. "Pangeran Thailand tinggal di sini, ada 30 orang bersamanya. Kami hampir tak pernah melihat mereka karena sangat tertutup. Mereka tinggal selama 10 hari," kata dia.

Tamu keluarga kerajaan tak menonjolkan diri dan tidak berbaur dengan tamu lain meski mereka terlihat makan malam di restoran di akhir pekan. "Mereka mengambil keseluruhan sayap bangunan di hotel. Tempat itu dijaga ketat pengawal. Aku duduk di sebelah pangeran saat makan malam bersama seorang perempuan. Kehadiran mereka menarik perhatian," kata salah satu tamu.

Pangeran Vajiralongkorn (61) punya reputasi playboy dan hidup mewah. Ia menjadi pusat skandal pada tahun 2009 saat sebuah saluran televisi Australia menayangkan skandal video pesta mewah yang ia adakan untuk anjing pudelnya, Foo Foo -- di mana istrinya, Putri Srirasmi hanya mengenakan G-string. Kabel diplomatik AS yang dirilis tahun lalu mengungkapkan para pejabat senior Thailand telah menyatakan keraguan tentang kesesuaian pangeran menjadi penerus ayahnya.

Ditahan
Mantan Perdana Menteri (PM) Thailand Yingluck Shinawatra resmi ditahan oleh junta militer yang melakukan kudeta di negeri itu. Namun di mana Yingluck ditahan saat ini tidak diketahui. "Memang benar dia ditahan militer sejak dia melapor ke junta kemarin," kata sumber di partai Yingluck, Phue Thai seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (24/5).

"Kami tidak tahu pasti keberadaannya karena militer menyita telepon genggamnya dan juga milik para asistennya," imbuh sumber tersebut. Yingluck termasuk di antara 155 tokoh terkemuka, baik dari pemerintah maupun dari kubu oposisi, yang telah dipanggil untuk melapor ke pihak militer menyusul kudeta militer yang terjadi.

Yingluck dan keluarga ditahan oleh pihak militer setelah tentara berhasil menggulingkan pemerintahan. "Kami telah menahan Yingluck, adik dan adik iparnya. Kami akan melakukannya tidak lebih dari seminggu. Kami hanya perlu mengatur hal-hal di negara," ujar perwira yang menolak disebut namanya. "Mereka akan ditahan hingga satu pekan tergantung bagaimana mereka secara langsung terlibat (dalam kekacauan politik)," kata juru bicara militer Thailand, Kolonel Winthai Suvaree pada konferensi pers.

Pihak militer sendiri enggan memberitahu lokasi ditahannya Yingluck. Namun media lokal mengatakan mantan PM Thailand tersebut ditahan di sebuah pangkalan militer provinsi Saraburi, Utara Bangkok. "Tentara menahan para politisi dari kedua belah pihak sejak hari Kamis setelah Prayuth (Panglima militer Thailand, Jenderal Prayuth Chan-O-Cha) mengumumkan pengambilalihan militer," imbuhnya.

Sebelumnya Yingluck bersama politisi lain sempat bertemu dengan Prayuth di sebuah fasilitas militer. Tak lama dari itu, Panglima tentara Thailand meninggalkan area tersebut. Tak beberapa lama kemudian sebuah mobil van dengan jendela gelap meninggalkan lokasi. Tak jelas apakah Yingluck dan politisi lain berada di dalam mobil tersebut atau tidak.

Salah seorang pembantu menteri yang menolak disebut namanya mengatakan beberapa orang telah ditahan pihak militer termasuknya menteri. Informasi itu dibenarkan juga oleh mantan pembantu Yingluck yang sudah tidak dapat melakukan kontak dengannya selama berjam-jam.

Saat mengumumkan kudeta militer pada Kamis (22/5) kemarin, panglima militer Thailand, Jenderal Prayuth Chan-O-Cha meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Menurut Prayuth, kudeta ini demi mengembalikan kondisi Thailand normal seperti semula.

Dengan adanya kudeta militer, ada sejumlah ketentuan berbeda yang diterapkan militer di Thailand. Selain membubarkan demonstran, militer juga melakukan sensor pada media massa, di mana seluruh televisi dilarang beroperasi seperti biasa dan hanya diperbolehkan menyiarkan material militer.
Kemudian militer juga memberlakukan jam malam, yakni mulai pukul 22.00 hingga pukul 05.00 waktu setempat. Transportasi publik mulai beroperasi setelah jam malam, kondisi lalu lintas cenderung sepi. Mobil-mobil yang melintas harus menjalani pemeriksaan militer. Namun demikian, kondisi Bangkok dilaporkan tenang dan aktivitas berjalan normal seperti biasa. Meskipun militer telah memerintahkan seluruh sekolah dan universitas untuk tutup sementara.

Hentikan Bantuan Militer Rp 40 Miliar
Pemerintah Amerika Serikat menghentikan sementara bantuan militer senilai US$ 3,5 juta (sekitar Rp 40 miliar) untuk Thailand, atau sepertiga dari total bantuan AS untuk negara sekutunya itu. Langkah ini dilakukan terkait kudeta militer yang terjadi di Thailand. Warga AS juga diserukan untuk mempertimbangkan kembali rencana bepergian mereka ke negeri Gajah Putih itu.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Marie Harf mengatakan, Washington juga tengah mempertimbangkan untuk menghentikan bantuan AS lainnya untuk Thailand. "Kami telah menunda sekitar US$ 3,5 juta dalam pendanaan dan pelatihan untuk militer Thai," kata Harf kepada para wartawan.

"Kami tengah meninjau kembali semua program untuk memutuskan bantuan lain yang mungkin kami hentikan," imbuhnya. Dikatakan Harf, pemerintah AS telah menghubungi para pemimpin junta militer untuk menyampaikan hal tersebut. "Kami mendesak pemulihan segera pemerintahan sipil, kembali ke demokrasi dan tentunya, menghormati HAM selama periode ketidakpastian ini," tandas Harf. (Detikcom/d)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments