Selasa, 20 Agu 2019

Jokowi Minta Hentikan Kekerasan

Menpora Hentikan Liga Indonesia

* PSSI Hentikan Sementara
Rabu, 26 September 2018 09:40 WIB
SIB/Ant/Dedhez Anggara
SUPORTER PERSIJA: Sejumlah pendukung klub sepak bola Persija melakukan ziarah ke makam Haringga Sirila di Indramayu, Jawa Barat, Senin (24/9). Haringga Sirila meninggal dunia akibat penganiayaan oleh sejumlah oknum pendukung klub sepakbola Persib pada lag
Jakarta (SIB) -Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Menpora, PSSI dan suporter menindaklanjuti kasus tewasnya suporter Persija, Haringga Sirla. Aksi kekerasan antar suporter harus dihentikan.

"Harus segera disetop, karena olahraga itu menjunjung sportivitas," kata Jokowi di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (25/9).

Karena itu, Jokowi meminta seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) sepakbola Indonesia untuk duduk bersama membahas persoalan ini.

"Saya minta juga Kemenpora, PSSI dan kelompok-kelompok suporter duduk bersama, mengatasi agar kejadian ini tidak terulang lagi. Ini sudah bolak-balik. Harus ada sebuah komitmen bersama agar kejadian itu tidak terulang," tegasnya.

Jokowi menyebut perlu ada sanksi bagi pihak yang tetap melakukan kekerasan dalam dunia olahraga.

"Ya kalau ada sanksi lebih baik. Tapi sanksi juga tidak menjamin. Yang paling penting duduk bersama, Menpora, PSSI, kelompok-kelompok suporter, terutama yang fanatik-fanatik, duduk bersama. Ada (persoalan) apa? itu yang diselesaikan," katanya.

Sebelumnya, Jokowi menyampaikan duka atas meninggalnya Haringga Sirla, warga Cengkareng, Jakarta Barat akibat dikeroyok oleh pendukung Persib Bandung.

"Ya, saya menyampaikan dukacita yang mendalam atas meninggalnya suporter atas nama Haringga," katanya.

Menpora Hentikan
Sementara itu, secara resmi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menghentikan Liga Indonesia.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi di hadapan media mengumumkan penghentian kompetisi terbesar di Indonesia itu. "Kejadian ini bukan lagi tragedi sepakbola, tetapi nasional. Atas kejadian ini, kami sebagai pemerintah memutuskan untuk menghentikan sementara Liga Indonesia selama dua pekan," ucap Imam Nahrawi di Kemenpora, Jakarta, Selasa (25/9). 

"Hal ini dilakukan sebagai bentuk  penghormatan kepada korban. Selain itu, selama liga diberhentikan, kami akan melakukan evaluasi besar dan melihat langkah-langkah yang diambil PSSI sebagai pemegang tanggung jawab."

Sebelumnya, Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) sebagai badan yang menangani olahraga profesional juga meminta kompetisi untuk disetop sementara. Harapannya, penghentian ini penyelesaian dan solusi dari karus kekerasan ini bisa diperoleh. 

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum BOPI Richard Sam Bera mengatakan ada enam sikap yang dikeluarkan terkait peristiwa ini. Pertama, BOPI mengutuk keras insiden di GBLA, dan berharap ini menjadi yang terakhir di dunia olahraga profesional di Indonesia khususnya sepakbola.

PSSI HENTIKAN SEMENTARA
Sebagai tindak lanjut atas kasus itu, PSSI melalui Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi menyatakan akan menangguhkan kompetisi untuk sementara waktu sebelum membuat keputusan nyata terkait insiden itu.

"(PSSI akan) menghentikan sementara Liga 1 senior dalam pertandingan putaran kedua di 18 klub. Untuk batas waktunya belum ditentukan, saya tidak bisa menentukan waktunya," ujar Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi.

"Ini adalah salah satu bentuk keprihatinan kami, rasa bela sungkawa terhadap almarhum. Tenang dulu, baru berpikir jernih."

Sebelumnya, Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) juga mengancam akan mogok bermain jika suporter tidak meneken nota damai.

"Tujuan gerakan ini untuk mendesak suporter karena mereka bukan hanya meramaikan tapi juga punya tanggung jawab terhadap kelangsungan sepak bola di Indonesia," ucap Ponaryo Astaman, General Manager APPI. 

Mogok Main
Pemain sepakbola kompetisi Liga 1 yang tergabung dalam Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) melakukan aksi mogok bertanding pada pekan ke-24 sebagai bentuk protes terhadap kekerasan supoter yang mengakibatkan korban jiwa.

"Kami dari APPI dan mewakili tiap-tiap klub Liga 1 sebagai bentuk belasungkawa atas insiden yang terjadi dan bentuk desakan kepada suporter, kami sepakat tidak bermain di pekan ke-24 (pekan ini) hingga tercapainya nota damai suporter," kata General Manager APPI Ponaryo Astaman di Jakarta, Selasa (25/9).

Menurut Ponaryo, aksi yang dilakukan itu juga sebagai langkah untuk meningkatkan kualitas sepakbola yang ada di Indonesia. Untuk itu, pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan stakeholder sepakbola Indonesia mulai PSSI, PT Liga Indonesia Baru dan klub.

"Pasti kita koordinasi dengan para stakeholder lain, terutama para pemain untuk memahamkan apa maksud dari gerakan ini. Kita sudah koordinasi dengan klub, kita beri pemahaman bahwa ini untuk kepentingan sepakbola nasional menyikapi kondisi yang terjadi saat ini, dan mereka responnya cukup positif," kata mantan pemain nasional itu.

"Meski berbeda-beda tapi secara garis besar responnya positif. Karena semua berpikir untuk sepakbola Indonesia," kata pemain yang mengakhiri karir sepakbola profesionalnya di Borneo FC itu.

Kepergian Haringga sekaligus menambah panjang kasus gesekan suporter sepakbola Indonesia. Untuk rivalitas Persija dan Persib ini adalah korban yang ketujuh. Adapun menurut data Save Our Soccer, sebanyak 21 suporter meninggal dunia karena aksi pengeroyokan sejak 1995.

Tangkap Semua Pengeroyok
Di bagian lain, Kabareskrim Polri Komjen Arief Sulistyanto geram menyikapi kasus pengeroyokan Haringga Sirla. Arief memerintahkan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat dan jajarannya untuk mengusut tuntas kasus ini.

"Arahan saya kepada Direktur Reskrimum Polda Jabar agar dikembangkan pelaku lain dalam video yang terlihat menginjak serta memukul dengan kayu terhadap korban yang sudah tidak berdaya, mungkin sudah meninggal," tegas Arief.

Arief menuturkan adalah suatu keharusan bagi penyidik Polda Jawa Barat mengungkap seterang-terangnya kasus ini agar dapat menjadi pembelajaran di kemudian hari. Dia meminta polisi mampu menangkap seluruh pelaku pengeroyokan.

"Penyidikan ini harus tuntas, bisa menangkap semua pelaku yang terlibat untuk memberikan efek jera," ujar Arief.

Arief menyampaikan dirinya juga mengingatkan agar para penyidik tak cepat puas dengan hasil penyelidikan sementara. Arief menekankan penyidik harus mengidentifikasi seluruh pelaku.

"Saya mengatakan jangan hanya puas dengan pelaku yang telah tertangkap sementara ada yang lain belum diidentifikasi," kata Arief.

Haringga dianiaya hingga tewas di gerbang biru Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Bandung, Jawa Barat, Minggu (23/9). Dia dikeroyok oknum bobotoh sebelum laga Persib Bandung melawan Persija Jakarta digelar.

Insiden sekitar pukul 13.00 WIB. Haringga ketahuan suporter Persija The Jak Mania karena bobotoh melakukan sweeping. (detikcom/Sindo/CNN/Ant/h)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments