Jumat, 13 Des 2019
  • Home
  • Headlines
  • Menkum Bahas RUU Perjanjian Timbal Balik RI-UEA di DPR

Menkum Bahas RUU Perjanjian Timbal Balik RI-UEA di DPR

admin Kamis, 24 Januari 2019 14:30 WIB
Jakarta (SIB)-Menkum HAM Yasonna Laoly mengikuti rapat di Komisi III DPR membahas RUU pengesahan perjanjian mengenai bantuan timbal balik masalah pidana antara Indonesia dan Persatuan Emirat Arab atau Uni Emirat Arab (UEA). RUU tersebut ditujukan untuk memberikan payung hukum bila ada kejahatan lintas negara.

Rapat tersebut dipimpin oleh Pimpinan Komisi III Kahar Muzakir. Kahar mengatakan rapat dihadiri 7 fraksi dan dinyatakan kuorum.
"Rapat dalam rangka rapat kerja membahas pengesahan perjanjian mengenai bantuan timbal balik dalam masalah pidana antara republik Indonesia dan persatuan Emirat Arab. Sesuai dengan laporan sekretariat rapat kerja telah hadir 7 fraksi oleh karena itu kuorum sudah terpenuhi," ujar Kahar, di Komisi III, gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (23/1).

Dalam rapat tersebut, Laoly menyampaikan keterangan Presiden Jokowi atas RUU tersebut. Laoly menyebut perjanjian tersebut bertujuan untuk memudahkan aparat untuk melakukan penindakan terhadap kejahatan lintas negara.

"Untuk mengantisipasi tindak pidana yang berkembang tersebut sangat diperlukan adanya kerja sama antar negara untuk menanggulanginya. Hal ini dapat diwujudkan hubungan timbal balik dalam masalah pidana," kata Laoly.

Laoly mengatakan RUU perjanjian tersebut untuk meningkatkan efektifitas penanggulangan dan pemberantasan tindak pidana termasuk terkait dengan perpajakan, bea cukai, pengawasan valuta asing atau masalah masalah lainnya.

Pembahasan rapat tersebut berlangsung singkat, mayoritas fraksi-fraksi DPR menyetujui RUU tersebut karena dapat membantu penindakan hukum antar kedua negara. Seluruh fraksi menyepakati RUU tersebut akan dibahas hingga tingkat kedua untuk pengambilan keputusan di rapat paripurna DPR.

"Pada hari ini pembahasan RUU tentang pengesahan mengenai bantuan timbal balik masalah pidana antara RI dan persatuan Uni Emirat Arab dapat kita selesaikan pada pembicaraan tingkat satu dan sebagaimana kita dengarkan bahwa seluruh fraksi yang hadir telah memberikan pendapatnya dan menyatakan RUU tersebut dapat diteruskan pada pembicaraan tingkat dua guna pengambilan keputusan dalam rapat paripurna DPR," ujar Laoly. (detikcom/d)
T#gs Menkum Bahas RUU Perjanjian Timbal Balik RI-UEA di DPR
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments