Jumat, 05 Jun 2020
PDIPSergai Lebaran
  • Home
  • Headlines
  • Menhub: Tim Observasi Boeing 737 Max 8 akan Bekerja Seminggu

Menhub: Tim Observasi Boeing 737 Max 8 akan Bekerja Seminggu

* Saham Boeing di Wall Street Anjlok 5,3%
admin Rabu, 13 Maret 2019 08:56 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi
Jakarta (SIB) -Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, Kementerian Perhubungan memberikan waktu sepekan bagi tim observasi untuk meneliti kelaikan terbang pesawat Boeing 737 Max 8. Tindakan tersebut sebagai kelanjutan kebijakan Kementerian Perhubungan menerapkan grounded atau larangan terbang sementara bagi pesawat baru produksi Boeing ini.

"Kami akan menurunkan tim untuk melakukan observasi juga melakukan penelitian terhadap pesawat-pesawat yang ada dalam kurun satu minggu," ujar Budi Karya dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (12/3).

Budi Karya melanjutkan, bila tim observasi tak menemukan problematika selama pengecekan, pesawat Boeing 737 Max 8 akan memperoleh lampu hijau untuk kembali mengudara. Namun, bila ditemukan masalah, kementerian bakal mengambil langkah lanjutan.

Surat edaran berisi larangan terbang sementara untuk Boeing 737 Max 8 ini dirilis Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, kemarin, 11 Maret 2019. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Polana B Pramesti mengatakan grounded atau larangan terbang sementara tersebut mulai berlaku kemarin, 12 Maret 2019.

Selama di-grounded, dua maskapai pemilik Boeing 737 Max 8 di Indonesia, yakni Garuda Indonesia dan Lion Air, wajib mengkandangkan pesawatnya lebih dulu dan menyilakan tim observasi melakukan pengecekan. Setelah ditelaah, Polana mengatakan Kemenhub akan berkoordinasi dengan Boeing.

Kebijakan ini diambil menyusul insiden kecelakaan Ethiopian Airlines. Bersamaan dengan langkah grounded, Boeing akan memberikan keterangan terkini terkait hasil investigasi mereka terhadap peristiwa Ethiopian Airlines. Adapun Kementerian Perhubungan akan memastikan seluruh pesawat yang berjenis sama dengan Ethiopian Airlines itu laik mengudara.

"Kami pertimbangkan grounded ini (pemakaian Boeing 737 Max 8) untuk meyakinkan keselamatan, meyakinkan kembali, kan setelah kejadian (kecelakaan) kami sudah melakukan banyak langkah," ujar Polana kala ditemui wartawan dalam acara Indonesia Aviation Training & Education Conference di Hotel Grand Mercure Harmoni Jakarta.

RESPONS GARUDA
Sebelumnya, maskapai Garuda Indonesia menghentikan sementara pengoperasian satu unit pesawat Boeing 737-8 Max menyusul Surat Edaran dari Kemenhub. "Garuda Indonesia melakukan grounded atas pesawat B 737 Max hanya satu unit sejak Senin sore (11/3) sampai pemberitahuan lebih lanjut," kata Vice President Corporate Secretary PT Garuda Indonesia Tbk (Persero), Ikhsan Rosan, dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (11/3).

Ikhsan mengatakan sebagai penyedia jasa penerbangan yang turut mengoperasikan satu armada Boeing 737-8 Max, Garuda Indonesia secara berkelanjutan melaksanakan prosedur inspeksi ekstra serta pemeriksaan berkala lanjutan terhadap fitur-fitur vital penunjang kelaikan armada, seperti kecepatan udara, sistem ketinggian, sistem kendali penerbangan hingga stall management system dengan catatan hasil inspeksi no fault found (dengan hasil baik).

Demikian juga training terhadap pilot yang secara rutin berkala melaksanakan proficiency check di simulator B 737 Max. Dia menambahkan Garuda juga terus melaksanakan close review dan berkoordinasi intensif dan memberikan regular report sejak Oktober 2018 dengan regulator, yaitu Direktorat Jenderal Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU).

Selain itu, Garuda juga memberikan saran dalam menyikapi adanya insiden penerbangan yang melibatkan armada Boeing 737-8 Max.

Anjlok 5,3%
Sementara itu, harga saham Boeing Co di bursa saham New York Stock Exchange (NYSE) merosot dalam setelah pesawat milik maskapai Ethiopian Airlines jatuh pada Selasa (12/3).

Jenis pesawat yang jatuh yaitu Boeing 737 MAX 8, yang merupakan pesawat yang sama dengan milik Lion Air yang juga mengalami kecelakaan pada 29 Oktober 2018. Boeing adalah pabrikan asal AS yang memproduksi jenis pesawat 737 MAX 8.

Di NYSE, harga saham Boeing berkode BA pada perdagangan, Senin (11/3) dinihari, ditutup merosot 5,33% ke level US$ 400,01/unit. Adapun di bursa Nasdaq, juga di AS, saham Boeing amblas hingga 12,14% di level US$ 371,23/unit, setelah itu penurunan berkurang menjadi 5,42% di level US$ 399,65.

Sebelumnya di bursa saham London, harga saham Boeing juga ditutup stagnan pada level US$ 336.2/saham, setelah sempat terkoreksi hingga 9%. (T/KJ/CNBCI/h)
T#gs
LebaranDPRDTebing
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments