Senin, 16 Sep 2019
  • Home
  • Headlines
  • Menhan: Tim Mawar Sudah Selesai, Jangan Dikait-kaitkan dengan TNI

Menhan: Tim Mawar Sudah Selesai, Jangan Dikait-kaitkan dengan TNI

* Purnawirawan Terlibat Kasus Makar Harus Taati Hukum
admin Rabu, 12 Juni 2019 09:37 WIB
Ant/Andreas Fitri Atmoko
SILATURAHMI: Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu (kiri) menjawab wartawan seusai bersilaturahmi di kediaman mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii (ketiga kanan), di Nogotirto, Gamping, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (11/6).
Jakarta (SIB) -Nama Tim Mawar disebut-sebut berada di balik aksi kisruh pada 21-22 Mei lalu di Gedung Bawaslu RI, Jakarta. Tim Mawar yang dimaksud tak lain merupakan anggota TNI yang terlibat dalam penculikan aktivis pada 1998. Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menegaskan untuk tidak mengait-mengaitkan Tim Mawar dengan TNI.

"Tim Mawar kan sudah selesai. Sudah ada hukuman apa segala macam itu, sudah selesailah jangan dipakai-pakaikan lagi," kata Ryamizard di kediaman Buya Syafii di Nogotirto, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, Selasa(11/5).
Ryamizard melanjutkan, saat ini TNI sudah tidak ada urusannya lagi dengan Tim Mawar.

"TNI tidak ada urusannya dengan tim itu. Itu tim lain. Walaupun itu dulu TNI. Sekarang TNI sekarang lain lah. Jadi jangan dikait-kaitkan begitulah, enggak baik. Nanti terkait-terkait, enggak bener," ujarnya.

Sementara itu, terkait isu Tim Mawar di balik kerusuhan 21-22 Mei, Ryamizard melanjutkan, saat ini TNI sudah tidak ada urusannya lagi dengan Tim Mawar.

"TNI tidak ada urusannya dengan tim itu. Itu tim lain. Walaupun itu dulu TNI. Sekarang TNI sekarang lain lah. Jadi jangan dikait-kaitkan begitulah, enggak baik. Nanti terkait-terkait, enggak bener," ujarnya.

Sementara itu, terkait isu Tim Mawar di balik kerusuhan 21-22 Mei, mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu menegaskan misalnya Tim Mawar terlibat dan terbukti salah maka polisi harus mengusut.

"Kalau ada (Tim Mawar) itu tanya sama polisi. Kalau misalnya salah, polisi yang mengusut," ujarnya.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Buya Syafii mengatakan bahwa Tim Mawar bukan lagi tentara sehingga yang berlaku adalah hukum sipil.

"Tim mawar bukan lagi tentara itu sudah sipil berlaku hukum sipil gitu saja," ujarnya.

Namun, Buya mengimbau kepada aparat agar tidak salah tangkap. Aparat harus bekerja berdasarkan data dan fakta yang benar.
"Asal jangan salah tangkap. Betul-betul berdasarkan data fakta yang benar di lapangan itu yang penting. Jadi semua orang kan sama di depan hukum siapapun itu," ujarnya.

Ryamizard juga angkat bicara mengenai penetapan sejumlah purnawirawan TNI dan Polri dalam kejadian kerusuhan 21-22 Mei dan juga dugaan perbuatan makar.

Ryamizard meminta kepada para purnawirawan yang tersangkut kasus hukum untuk mentaati hukum yang berlaku di Indonesia. Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ini mengungkapkan, hukum di Indonesia haruslah menjadi panglima tertinggi. Hukum harus ditaati tanpa memandang jabatan maupun pangkat seseorang.

"Kita negara hukum. Hukum itu adalah panglima tertinggi, harus ditaati," ujar Ryamizard.

Ryamizard menyampaikan jika hukum sebagai panglima tertinggi harus ditaati dengan baik oleh seluruh warga negara. Dengan ditaatinya hukum yang berlaku, Ryamizard meyakini kondisi negara akan baik.

"Panglima tertinggi itu hukum. Siapa pun tentara, polisi, ulama, umara harus taati. Kalau kita mau negara ini baik, tegas Ryamizard.
Sejumlah nama purnawirawan TNI dan Polri tersangkut kasus dugaan makar. Sejumlah nama seperti mantan Danjen Kopassus, Mayjen Soenarko, mantan Pangkostrad Mayjen Kivlan Zen dan mantan Kapolda Metro Jaya, Komjen Sofyan Jacob. Mereka sudah ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan makar. (Kumparan/t)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments